Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
26



*Prok prok prok !!!!



"Prok...prok...." 10 detik berikutnya, hampir seluruh penonton bertepuk tangan dan bersorak meriah. Tidak dapat di pungkiri senyum kami terbit. Sungguh aku lega dan puas dengan penampilan kami ini*.


"Wahhh, penampilan yang sangat luar biasa. Sekali lagi tepuk tangan yang meriah untuk XI IPA 4. " Seru Ariazi yang dihadiai tepuk tangan yang meriah sesuai perintahnya.


"Humm suaranya merdu skali, lagunya juga menyentuh walau saya dan mungkin juga para penonton tidak tau artinya. Tidak masalah ah dansa nya juga bagus sungguh kolaborasi yang bagus skalai. " kami hanya membalas senyuman pada Lina atas sanjungannya.


"Oh ngomong-ngomong artinya apa yaa? Apakah artinya sebagus lagunya tadi ?Β  Jadi penasaran. Penonton juga penasaranΒ kann?? "


"Iyaaaaa..." sahut penonton antusias.


"Maukah kalian mengartikan lagunya..?? " Kami langsung saja saling tatap-tatapan.


Hehe, ku punya ide gila. Bagaimana jika si Tika matematika ku dorong ?pasti dia yang akan mentranslet nya. Aku tersenyum membayangkan ide gilaku. Segera ku operasikan rencanaku yang kebetulan Tika berdiri disampingku ah jadi muda deh untuk melaksanakan rencana busuk nan bauk ku. Heeh,


1..,2....3... Dan......


"Bagaimana jika Sari saja yang mentransletnya. " aku menoleh kedepan dengan mulut yang terbuka dan mata yang ohh tentu saja bulat. Heii apa-apan sik si Lina kok main nunjuk orang. Belum lagi rencanaku yang hampir berhasil.


Tapi kok seperti karma ya, niatku mengerjai teman akhirnya diriku yang terjebak. Oh,.sekarang aku percaya karma itu berjalan walau si karma tak punya kaki.


"Sari..Sari...Sari.." seru penonton. Aku masih congang ditempat. Otakku


tiba-tiba blank. Bagaimana kalau aku demam panggung, apakah rasanya seperti demam berdarah atau bahkan lebih parah?


Tika tersenyum devil ke arahku sembari mendorongku hingga aku maju beberapa langkah, "ayoo!"


Anjrit, padahal hal itu yang ingin aku lakukan padanya tadi, tapi malah menimpa ku. Benar-benar karma itu berjalan.


Ku sapu seluruh pandanganku ke penjuru penonton. Sial!! kak Ari suami tembok disana dengan tatapan datarnya lagi, maluu aku. Tadi aja pas mau banggain gak nongol sekarang pas aku serasa malu maluin malah nongol, "Ak oh iya. Kan bisa translet sendiri di google. Om google super tau. " elakku yang mendapat sorakan dari penonton.


Wu, dasar penonton gak peka.Β  Emang kalau mereka yang diposisi aku apa bisa??? gak juga kan. Dasar penonton taikk. Eh, kecuali cuamiku tercayang ya. Hehehe gak ngelak kok akunya emang udah sayang .


"Ayo, ayo, ayo jangan malu malu.." pembawa acara sialan pake nyanyi nyanyi in aku lagi, kayak anak kecil taukk?? Emang aku malu? gak juga kaleee. Cuma demam doang, demam panggung kok nanti minum paramex juga sembuh.


Aku melangkah, ku hela napasku berat sekali lagi ku tatap seluruh penonton dan tatapanku berhenti di si suami tembokku. Masih sama, datar.


Ku ketuk mik ditanganku pelan, "cek.." Sengaja, biar nanti panampilanku sempurna walau cuma bacain arti lirik lagu. Baiklah mari kita mulaii.


#######


Author pov


"Aku memikirkanmu di setiap nafas yang ku hembuskan."


Sari mengarahkan pandangannya ke arah Ari. Oh, Ari masih menatapnya walau terkesan datar.


Kembali Sari membacakan arti lirik lagunya, "*aku slalu berjalan kearah hatimu setiap harinya. "


"Aku berjalan seperti angin dan terbang seperti pasir. Tidak akan ada yang mencintaimu, seperti diriku ini ."


"Mata ku ini milik mu, tapi..kau tak menyadarinya. Secara diam diam ku slalu memikirkan mu."


" Tidak ada yang mencintaimu, seperti diriku ini. "


" Diriku menjadi gila setelah bertemu denganmu. Kutak mampu mengendalikan diriku karna cintamu. Tawaku hanya karnamu, kebahagianku hanya denganmu, kau tau itu tapi kau menghirau kannya*. "


"Disaat aku tak melihatmu aku akan menggelandang seperti orang bodoh. Karna tidak ada yang mencintaimu, seperti yang aku lakukan. " Sari menghela napas legah. Akhirnya selesai juga ia membacakan arti lagunya.


Di lain tempat Ari terus menatap istrinya tanpa bosan. Hatinya bergetar mendengar arti dari lirim lagu yang dibacakan oleh istrinya.


"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu." batin Ari masih dengan tatapan yang mengarah pada Sari. Yah, Ari yang mencintai dalam diam, mencuri pandang dalam banyak kesempatan, yang memikirkan nya setiap harinya, bukan Sari. Arti lirik lagu itu memang pas untuk menggambarkan cinta Ari pada Sari


********


Oke sekian untuk hari ini. Maaaf atas segala typo yang tebar pesona yaaa. Oh,, jangan lupa like dan comen ya guyss qeuu.


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


😘