
Ciee ee ternyata si tembok tampan ini baik juga ya. Gak langsung minta hak nya sebagai suami.
*******************
Sekarang aku sudah ada di meja makan. Aku sudah memasak nasi goreng resep dari oppung ku alias nenek untuk sarapan pagi kami. Ini juga jalanku untuk mendapat predikat sebagai istri yang baik dan ladang pahalah.
Kak Ari datang dengan mengenakan seragam sekeloh yang sudah rapi.
"Pagi kak." sapakuu sambil tersenyum. Jangan tanya dari mana aku mendapat keberanian untuk menyapa kak Ari, karna aku mendapatnya dari pasar setelah aku beli sebanyak banyaknya mumpuk lagi diskon. Hehhe becanda kok.
"Hmm." hanya itu, Wow!! sungguh TERlalu. Tapi gak papa lah daripada gak dijawab sama sekali, mungkin karna makan kalik ya makanya jawapannya cuma humm doang kayak cor lagu Nisa Sabyan.
"Oh ya Kak. Selamat ulang tahun ya kak. Maaf ngucapinnya baru sekarang aku baru tau soalnya." kak Ari menghentika aktivitas minumnya selama beberapa detik lalu kembali menegug minumnya sampai habis. Setelah itu ia tersenyum padaku. Wihhh!! senyum woi.
Aku membuka mataku lebar lebar bahkan mulutku saja terbuka karna sangking tidak percayanya. Senyumnya sungguh manisss bisa bisa habis ini aku terkena serangan penyakit TBC, tekanan batin cinta.
Bukan to be continued yahh!!
"Ayo." aku tersadar dari lamunanku setelah mendengar kak Ari, ku ngeleng ngelengkan kepalaku agar konsentrasiku kembali terkumpul.
"Kenapa? tidak mau berangkat ke sekolah dengan ku." ku pandang ka ari.
Jelas aku mau, tadi cuma salah paham maaf salah tingkah .
"Ehh, mau kok kak." aku langsung berdiri dari kursiku.
"Ayo kak." lanjutku dan berjalan terlebih dahulu. Kuletakkan tanganku diatas dada, merasakan degulan jantungku yang menggila. Aduhh!!
********
Sampainya di parkiran sekolah aku segera turun dari mobil kak Ari. Jangan skali kali kalian pikir kak ari akan menurunkanku di depan gerbang sekolah atau di halte agar gak ada satupun siswa siswi yang curiga akan kebersaan kami kesekolah. Kak Ari mah dont care dengan pemikiran dan kata orang dan aku ikut suami ajah kalau ngelawan takut dosa aku mah.
"Tunggu! " aku menoleh ke ka Ari, padahal masih dalam mobil kak ari udah maen rindu ajah. Haheheh,
"Salim! " Lanjutnya. Eh, oh itu maksudnya. Dan dengan senang hati aku membalas sodoran tangannya dan mencium punggung tangannya. Wahh, hatiku berbunga bunga coyy. Inikah yang dinamakan debaran cintahhh. Dan inikah yang dirasakan mama saat mencium punggung tangan papa, pesaraan senang yang sangat luar biasa.
Rasanya tentram sobb!!
Tiba tiba kak Ari menarik tanganku hingga membuatku terbentur dengan dada bidangnya dan yang paling sangat tiba tiba kak Ari mencium kening ku loohh.
Sekarang rasanya jantungku sudah tidak tahan lagi karna debaran yang sanga kuat ini. Lalu dapat kurasakan hatiku yang menghangat entah karna apa, namun aku menyukainnya .
Ah, hatiku hangat mungkin disana lagi musim panas.
**********
"Nih, contekan buat lo. Gue tau lo gak bakalan ngerjain Pr." wah
wah wahhh, ini nih yang di bilang sahabat, peka. Tau ajah si Lisa kalau aku gak ngerjain PR.
Langsung ku serbu buku lisa sebelum pak Gultom, guru kimia kami datang.
Perlu kalian tau, pak Gultom adalah salah satu guru killer di sekolah ini. Udah killer dia disiplin lagi, paket komplit lah jadi guru. Makanya kami selalu gak mau cari masalah dengan beliau.
"Selamat pagi anak anak." Nah kan yang dibicarain udah datang. Untung contekannya udah selesai aku salin.
"Pagi pakkkk." jawab kami sekelas dengan serentak.
"Tugas nya langsung saja dikumpul." dan satu lagi guru yang satu ini selalu gak lupa soal Pr, komplit sudah dirinya jadi guru.
Setelah kami mengumpul tugas, pak gultom langsung memeriksa tugas kami.
"Sari yanti." ngapain ya pak gultom manggil saya, degdekan kan aku nya. Tapi degdekannya bukan tanda tanda lagi jatu cinta yah. Ini tanda tanda akan datangnya masalah man and girl.
Jan lupa Like like Komen dan vote yahh😉