
"*Oh lupakan soal tadi. Soal persembahan dari kelas kita di perpisahan nanti apa ? Kan niatnya kita mau ngebahas itu tadi tapi malah ngelenceng. " Kutatap satu persatu wajah mereka yang berubah jadi serius, syukur akhirnya masalah kopekan lewat juga*.
"Nyanyi kali.." usul Tika.
"Ngedance.." Ide Ali.
" Puisi iya, puisi cinta cocok deh. Pasti yang denger nanti pada baperan. " usul Lisa dengan girang.
Soal acara perpisahan nanti, kami sekelas sepakat yang membahasnya hanya aku, Fais, Tika, Lisa, dan Ali saja sebagai perwakilan yang lain katanya ikut ajah dengan keputusan kami. Kurasa hanya Tina saja yang tidak setuju nanti. Yakinlah kalian!
Aku melirik mereka satu persatu, "kalau nyanyi aku setuju sik. Suara Lisa kan merdu. "
Ku ambil jedah. Suara Lisa memang sangat merdu, sayang juga kalau gak di pamerkan, "tapiii aku setuju juga soal ngedance aku juga suka. Aku mau deh ikut partisipan. Ummm kalau puisi juga oke, apalagi yang denger jadi baper. Wow! " ucap ku sedikit antusias dan yang diakhiri dengan senyuman.
Fais menatapku dengan tatapan sulit diartikan. "Senyumanmu manis, Sar. "
"Hah? " Cengangku.
"Swittt swittt. " Ini lagi si Tika sama si Ali apaan sik, main swit swat swit emang kita lagi pada maen petak umpet apa??
"Lu lulupakan. Oh kembali ke persembahan kita nanti, bagaimana kalau kita menggabung usulan kalian tadi? " Serentak kami menatap Fais bingung, cuma aku, Tika dan Lisa sik. Ali mah kagak, dia kan pintar. Ngerti tuh sama maksud Fais.
"Maksudnya kita buat pertunjukan yang beda dimana semua siswa dikelas kita ikut berpartisipasi ada yang nge band, nyanyi, dance dan puisi. " Tatapan kami masih sama, masih dalam tatapan bingung.
"Kita menampilkan. Hmm, sulit juga ya ngomongnya. " Fais meletakkan jari telunjuknya di dagunya, "oh begini, kita akan menampilkan dance dansa kali ya. Dimana musiknya dari penampilan band kita dan di akhir penampilan ada puisi atau puisi gak usah ada, nanti terlalu ribet. Intinya band kolaborasi dengan dance. " Fais menatap kami. Sedangkan kami mengangguk antusias tanda setuju.
Wow!! Fais luar biasa. Ia memang bijak dan bayak ide juga. Sekali lagi, wow!!
"Fais, aku setuju banget sama kamu. Wow!! idemu luar biasa. Aduhhhh uda tampan, baik, bijak, tinggi banyak akal lagi. " ku pandang Fais takjub.
"Tapi kok pujian terakhir kayak iklan gitu ya. Tinggi banyak akal lagi, umm iklan apa ya?? " Lisa memukul-mukul keningnya dengan jari telunjuknya sepertinya sedang berpikir keras Pas ujian aja gak sempat kayak gitu. Lebay..
"Ouh, aku tau! iklan susu. Hahahhaa sok muji tapi gak punya modal. Niru iklan segala. "
"Hahaha..." Semua tertawa ngangak tidak terkecuali Fais yang sumber leluconnya dari dia.
Aku tidak terima dengan semua ini. Kutatap mereka, "eh yang pentingkan niatnya njriitt. Aku niat muji nya tulus ko, Is. " kutatap Fais memales, biar luluh gitu.
"Hahah, slow aja Sar. " Fais terkekeh gelik.
Aku hanya senyum sampai deretan gigi mungilku terlihat, iyaaa gigi imuz. "Ak....-" belum sempat ucapanku selesai, seseorang sudah menggenggam kuat tanganku kemudian menarik paksa aku.
********
Maaf atas segala typo nya yaa!!!!.
**ok guys ku yang cantik membahana dan tampan melegendaris, kalian jangan lupa yah buat baca cerita baru aku. Judulnya Couple Soulmate.
Kisahnya tentang persahabatan yang dibumbuhi kasmara, geng's. Seru kok! Apalagi kisah Lily yang diam diam menyukai kakak seniornya dan membuatnya harus memilih antara cinta dan sahabat.
Wahh, keceplosan. Hehehheee... ok ngak papa deh, dikasi bocoran sedikit tadi.
Buat pecinta Love You Senior Es, jangan lupa di vote / suka yah. Janang lupa coment yah agar author lebih semangat lagi up nya.😊
Dan maaf karna author lama up nya.😞😞
Janji! kalau penyukanya semakin banyak dan coment nya juga banyak , author bakalan sering up.😘😘😘**