Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
68



Selamat membaca😇


Sari menatap cemas pada orang orang didepannya. Setelah ia dan Aminah sampai di ruang tengah, tak lama Maryam serta rombongannya datang.


Sari cemas karna rombongan yang dibawa oleh neneknya tersebut adalah orang yang akan dijodohkan dengannya. Semenjak tadi ia sudah ingin mengatakan jika ia sudah bersuami, tapi selalu ada saja yang membuatnya tak jadi mengatakannya.


Sedangkan Aminah, ibu Sari sama cemasnya dengan Sari.


"Jadi nak Edo, gimana? Kamu suka kan sama cucuk saya? " Maryam bertanya dengan nada ramah.


Pria berna Edo tersebut melirik sekilas pada Sari, kemudian ia kembali melirik Maryam, "tentu, saya mau. Cucuk anda cantik. "


"Enak saja, saya ini sudah bersuami. " ujar Sari lantang, emosinya seketika naik saat rasanya ia seolah direndahkan oleh pria bernama Edo tersebut.


Galu dan Nurya, orang tua Edo langsung membelalak. Kemudian menatap Maryam protes, "apa apaan ini!! Kamu mau jodohkan anak saya dengan cucuk kamu yang sudah dipakai?! Kamu pikir keluarga kami menerima bekas!! " sarkastiknya.


Sari yang emosi langsung berdiri, "jangan asal bicara anda! Anda orang tua tapi bicara ngak ada sopan sopannya! Itu mulut disekolahin ngak sih?! "


"Berani sekali kau berbicara seperti itu pada orang tua saya! Kami ini dari keluarga terpandang dan terhormat, jadi jika masih sayang dengan keluargamu. Tolong mulutnya dijaga. "


"Eh, mau keluargamu terhormat, terjalan ditempat, ter istirahat ditempat, ter tegak gerak, kalau mulut kalian mulut sampah jangan harap orang bakalan mandang kalian tinggi. Dan asal kalian tahu,, duit kalian yang segudang itu ngak mempan sama keluarga aku. " Sari bersedekap dengan menatap angkuh pada Edo dan keluarganya.


Aminah ikut menatap keluarga Edo tersebut dengan angkuh, "yang dikatakan putri saya itu benar. Dan satu lagi, maaf saja karna rumah kami tidak menampung orang penghuni neraka seperti kalian. "


"Jadi kalian bisa pergi! Pintu keluar ada disana. " tambah Aris dengan menunjuk pintu rumah mereka.


Edo dan keluarganya menggeram marah, "keterlaluan sekali kalian!! Lihat saja,, saya jamin keluarga kalian akan hancur. Kalian akan bangkrut dan jatuh miskin. "


Sari menatap sinis pada Edo, "cih, kayak anak kecil! " desis nya.


"Diam kamu, Sari!! Kamu ini masih baru di keluarga ini, jadi kamu jangan ikut campur. " peringat Maryam dengan menatap Sari tajam.


"Jangan ikut campur?!! Heh, aku ngak bakalan ikut campur kalau ngak ada sangkut pautnya sama aku. " Sari menatap Maryam dengan sorot emosi, ia sudah bodo amat dengan fakta jika Maryam adalah ibu dari ayahnya.


"Yang sopan sama orang tua! " bentak Maryam.


"Ibu!! " bentak Aminah balik, tak tahan jika putri nya disudutkan seperti itu.


Maryam menatap Aminah gusar, "kamu neriakin saya?! Berani sekali kamu. Saya ini mertua kamu, jangan karna putri kurang ajar mu itu kamu jadi kurang ajar sama saya yah. "


"Sudahlah, kami putuskan tidak akan sudi untuk menikahkan anak kami dengan cucuk tak tahu diri mu. " Nurya menatap sinis kearah Sari kemudian ia mentap angkuh pada Maryam.


Galu bersedekap, "kami merasa sangat dipermalukan di sini. "


"Tidak, tidak seperti itu pak Budi. Maaf atas kelancangan cucuk dan menantu saya. Tapi pak, saya harap Pak Budi dan Buk Nurya masih mau menerima Sari sebagai menantu kalian. " ucap Maryam dengan ramah. Ia memanggil Galu dengan panggilan Budi karna itu nama awal dari Galu.


"Eh, nenek apa apan sik?! Aku kan udah bilang kalau aku ini udah nikah.  " Sari menatap tak suka pada Maryam.


Maryam melotot garang, "diam kamu!! "


"Ibu bagaimana sih?! Sari sudah menikah dan sekarang sedang hamil, masa ibu masih ngotot mau jodohin dia. Lagipula sekalipun putri saya belum menikah saya tidak akan sudi memberinya pada keluarga yang tak punya ahklak seperti mereka. " Aminah menarik Sari kedekatnya lalu mendekap putrunya tersebut, ia khawatir jika mertuanya tersebut nekat pada Sari.


"Janga mulut kamu, Aminah!! Jika bukan karna keluarga Rijal berhutang dengan keluarga pak Budi, saya juga ngak akan sudi dateng kesini cuma buat jodohin putri ngak tahu diuntung itu. " sarkastik Maryam.


Dengan cepat Aminah langsung menatap Maryam marah, "maksud Ibu, Sari dipaksa nikah untuk melunasi hutang Rijal ke keluarga Pak Budi?! Hina sekali keluarga ku di mata ibu!! Sari ini putri ku, meski aku tidak berkesempatan membesarkannya tapi yang paling berhak atas Sari itu bukan ibu tapi aku. "


"Sudah!! Kami juga sudah tidak minat dengan perempuan hina seperti dia. " ucap Galu tiba tiba dengan menatap Sari sinis.


"Apa?! Hina?! KELUAR!!! Keluargamu yang hina. Dasar orang kaya yang ngak tahu malu!! Sekarang kalian pergi dari rumah saya ini sebelum saya bakar hidup hidup kalian! KELUAR!! " teriak Aminah menggelegar di ruangan tersebut.


Galu dan keluarganya bahkan sampai menegug salivah, tubuh mereka sempat gemetar karna suara Aminah yang menggelegar tersebut.


"Punya telinga ngak?! " peringat Aris dengan menatap tajam Edo dan orang tuanya.


"Kalian apa apaan ini?! Ami...-- "


"Stop! Ibu juga keluar!! " potong Aminah dengan menatap nyalang pada Maryam.


"Cih, sombong sekali kalian. Putri mu itu sudah hina, hamil diluar nikah. Seharusnya kau setuju untuk menikahkannya deng...-- "


"Hei!! Telingamu kau letakkan dimana?! Saya bilang saya sudah menikah, bukan hamil di luar nikah. " bentak Sari kembali saat emosinya kembali tersulut.


Aminah langsung menenangkan Sari dengan mengelus punggung nya, ia sedikit cemas dengan kandungan Sari. Karna emosi seseorang bisa mempengaruhi kestabilan janin.


"Sari!! "


__________Like Vote Coment__________________