Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
10.



"*Ari, Renra dan Aldi. Kalian kenapa ada disini? Memangnya kalian tidak belajar." Ari dkk langsung menoleh kesumber suara lalu menganggukkan kepala .


"Hehehehe, anu pak. Ini mau belajar pak, olahraga."


"Kita mau pake lapangan pak. Tapi sepertinya udah dipake duluan tuh sama*...- "


"Itu murit saya, dan mereka tengah melaksanakan hukuman dari saya. "


Aldi dan Renra menatap ngeri pada Gultom. Entah masalah apa yang dibuat Sari dan teman temannya sehingga mereka harus mendapatkan hukuman sekejam itu, apalagi sekarang matahari sangat terik.


"Mumpung kalian disini, kalian awasi dulu yah murit - murit saya yang lagi dihukum dilapangan sana. "  Gultom menunjuk kearah lapangan yang diisi segerombolan siswa yang sedang berlari.


"Bapak tidak bisa terus mengawasinya karna harus mengajar juga di kelas mereka yang siswanya hanya tinggal beberapa orang lagi. " lanjut nya ~ yang di angguki kembali oleh Ari dkk.


"Eh pak, kalau boleh nanya emang mereka buat masalah apa, pak? " tanya Renra penasaran. Ialah penasaran, masa pelajaran kimia muritnya di lapangan.


"Mereka adalah murit yang ketahuan mencontek. Jika menconteh saya masih bisa memaklumi, tapi mereka bahkan tidak tau menahu dengan tugas yang saya beri. Mereka hanya mengkopi paste dari satu orang saja, padahal tugas mereka dengan orang yang mereka contek itu berbeda. Itu masalahnya, kalau begitu bapak permisi kekelas yah. Kalian awasi murit- murit nakal itu yah!! "


setelah menceritakan kronologi asal muasal siswa kimia yang terdampar di lapangan basket, Gultom segera berlalu karna masih ada kelas di XI IPA 4.


"Hahha..paarahhh, udah nyontek tapi masih salah, hahahahah.." Akhirnya tawa Aldi pecah setelah ia tahan saat Gultom mencerikannya tadi.


"Benar, Di. Hahahh, " Renra juga ikut tertawa terbahak bahak sedangkan Ari masih dalam mode datarnya, ia lebih memilih berjalan menuju ke lapangan.


"Eh, Ar. Tungguin kita. " Renra dan aldi menghentikan tawanya dan menyusul Ari yang sudah berjalan jauh ke arah lapangan.


.........


"Enak aja main nyala nyalahin, intropeksi diri dong. Situ juga nyontek." Balas Sari kesal,~ masih dalam ke adaan berlari yang kecepatannya setara dengan jalan kaki, mungkin karna sudah lelah.


"Jangan bacot, Tina datta toon." Teriak salah satu teman sekelas Sari yang kesal dengan Tina yang menyalah nyalahkan Sari.


"Iya nih, si Tina main salah salahin. Jangan pas nyontek aja kompaknya. Di hukumnya juga harus kompak, kita tanggung resiko bersama." Yusril bersedekap sambil menatap jengkel pada Tina. Sari dan yang lainnya menganggukkan kepala mantap, sedangkan tina hanya berdecak tidak suka.


Tiba tiba Lisa ambruk dan terkulai lemas di lapangan membuat teman temannya panik.


Tika berlari menghampirinya dan segera berjongkok di samping lisa


"Eh lisa, lo kenapa. Lissss woii sadar. Liss Lisaa, " Tika menepuk nepuk pipi Lisa dengan pelan dan terkadang mengoyang goyangkan badannya, wajah Tika menggambarkan kepanikan.


Kambek lagi bersama kebachotan author kece dan comel ini. Klen jan lupa like like nya sama vote nya yah. Vote sebanyak banyaknya, jangan lupa juga kunjungi kolom komentar, maksudnya jangan lupa ramaikan kolom komentar yahh. Mari kita sama masa sama ngebachot di sana. Tapi bachotan yang berpaedah dan tidak saling menjatuhkan yahh😉


Buat, Man teman yang suka cerita persahabatan yang bertabur kisah asmara dimasa kuliah, bisa cek karya Author yang judulnya Persahabatan dan Cinta: Couple Soulmate.


Dan, buat para readers yang suka sama cerita tentang Bos dan karyawan yang dibumbuhi kisah cinta serta permasalahan hidup dala. pernikahan. Silahkan cek karya author, judulnya Back To See Love.


Tenang!! Semua cerita author selalu ada lucu lucunya.


Okay, sekian kebachotan Author. Salam LYSE!😘


Yudadada, Byebyebye😉😉