
"*Kalian kenapa? " tanya Sari keheranan dengan raud wajah temannya yang bahkan sudah berkeringat, ingatkan hanya sari saja yang memakan bakso dengan level pedas tinggi*.
"Makan apa? " Sari menoleh kesumber suara, seketika matanya membulat melihat makhluk yang ada di sampingnya. Sekarang ia tahu kenapa temannya tiba- tiba pucat dan menjadi patung berjamaah.
" Eh, ka kak Ari."
"Kamu makan apa sampai keringatan?" Ari mengulangi pertanyaannya, tangannya terulur untuk me nyekat keringat Sari membuat sari mematung.
Yakinlah keadaan Sari sekarang tidak baik baik saja. Jantungnya jangan tanya lagi, sudah dipastikan sedang konser dadakan .
Lain hal nya lagi dengan pengunjung kantin yang sama sama melaksanakan patung berjamaah atas pemandangan tak terduga didepan mereka.
Ari menghentika aktivitasnya melap keringat Sari,"Jawab Sari ! "
Sari beberapa kali mengerjapkan matanya, lalu menatap Ari," bakso kak. Heheheh," iaย cengengesan.
*****
Sekarang sari tengah mengerjakan PR nya, setelah tadi ia memasak untuk makan malam dan membersihkan rumah. Jangan tanya kenapa tiba tiba sari mau mengerjakan PR karna semuanya bersumber pada sang suami. Hah itulah dampak negatif memiliki suami tampan yang pintar, yaaa apalagi kalau bukan blajar keras dan bekerja keras untuk meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, kecerdasan keterampilan dan cinta tanah air. Aikkk kebabblasa,
"Ck ck ck, sudah nyontek salah lagi." Ari berdecak kagum dengan kebodohan istrinya ( hebat yah si Sari, bodoh aja suaminya sudah kagum apakabar dengan pintarrr ) lalu Ari terkekeh, ia teringan penjelasan sari tadi yang mengatakan sari dihukum karna ketahuan menyalin tugas temannya dan yang lebih parah tugasnya dengan tugas dari sumber contekannya berbeda soal. Ia tidak mengira sarinya akan semalas itu, bahkan untuk memeriksa contekan saja, ckck.
sekarang Ari sedang berada diatas kasur sedang memandangi istrinya yang tengah mengerjakan pr. Sesekali ia terkekeh melihat ekspresi istrinya yang berubah- ubah, kadang bingung, kesal, malas, marah, tidak suka, putus asah, jahil bahkan senang .
Sari begitu banyak ber ekspresi hanya karna mengerjakan satu soal MTK saja, beda dengannya yang hanya mengeluarkan dua ekspresi saja semenjak ia dilahirkan didunia ini, datar dan dingin.
Ummm, apakah ia harus belajar berekspresi pada sang istri yang telihat sangat ahli ? Baiklah, Ari pikir - pikir dulu.
"Kan waktu nya kepepet kak, jadiiii gak sempat meriksa." Sari membela diri menatap Ari dengan cengiran.
Sari membela diri bukan jadi dua yaaaa, kan sari bukan amobah.
"Kak ari gimana sik, kan..-"
Belum sempat kalimat Sari selesai Ari sudah duluan memotongnya.
"Banyak alasan kamu, udah cepat selesaikan PR mu."
Sari menekuk wajahnya, ini nih dampak negatif lain dari suami ganteng nan dingin plus datar, gak mau kalah dalam ber argumen harus menang. Satu lagi gak boleh salah yang salah mah itu selalu istri.
*******
"Tumben hari ini lo ngerjain PT, Sar? "ย ย Lisa bertanya sembari mencampur mi gorengnya dengan saos.
Yapppp, sekarang mereka sedang berada di kantin.
"Iya nih, eh tapi - tapi ada hubungan apa lo sama kak ari ? " Timpal Tika
"Ih kalian nanyak kaya wawancara ajah. Bagus dong aku ngerjain PR, aku tuh gak kayak kalian losok alias pemalas." ketus Sari lalu menyuapkan mi goreng ke mulutnya.
"Eh setan, baru sekali aja ngerjain tugas udah sok - soan, itu pun belum tentu benar." Balas Tika yang di angguki Lisa.
Sari ingin protes namun suara nya hanya sampai di udara dan langsung di tiup angin, gegara Tika duluan yang mengeluarkan suara," Tapi lo belom jawab pertanyaan gue tadi, lo kok bisa sih dekat sama kak Ari yang notabe nya cool kaya es colcol, romantisan lagi. Kalian pacaran ? "
Back lagi dengan author yang kece dan comel serta bawel ini. Klen jan lupa like like, comen dan vote yang sebanyak banyak nya yah.
Sekian, salam LYSE!๐
Yudadada, byebyebye๐๐๐๐