Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
55



Spesial buat readers yang udah lelah hayati ngebaca yang sad. Wkwkwk.


Author POV


Ari menarik kasar Sari memasuki ruang tengah aprat mereka, ia menghempas kasar Sari ke sofa lalu memandangi istrinya tajam. Sedang Sari yang diperlakukan begitu hanya pasrah. Yah mungkin suaminya seperti ini karna merasa sudah dibohongi dan sekarang ia butuh penjelasan.


Sari mendongak menatap suaminya yang masih berdiri di depannya.


"Ak..aku bisa jelasin. " gumannya terbata karna sedikit takut, ia takut dengan suaminya yag terus menatapnya tajam.


"Menjelaskan apa, hah. " Ari menatap Sari semakin tajam. Ia berkata dengan suara rendah, namun penuh penekanan di setiap katanya.


Sari mengedip edipkan matanya, merasa suasana di aprtnya berubah jadi tegang.


"Ak..aku memang bukan anak kandung orangtuaku. Ak..aku hanya anak pungut. " Sari menundukkan kepalanya, ia takut Ari akan mengamukinya setelah mendengar fakta tersebut.


Ari mengerutkan keningnya, kemudian ia menatap datar kearah Sari yang tengah menunduk, "terus. " ucapnya singkat.


Sari mendongak, "maaf baru memberitahu kakak. Ak..aku, aku, aku tidak bermaksud berbohong, hanya saja....__"


Sari tak melanjutkan kata katanya saat melihat Ari yang semakin menatapnya tajam.


"Jadi kau tadi sudah pulang, hah?! " Ari membentak Sari.


Sari tergelonjak kemudian menatap Ari meringis, "i..iya. "


Ari menghela nafas kemudian memilih melenggang pergi, berada di dekat Sari sekarang hanya membuat nya tak bisa mengontrol emosinya dan lebih baik ia menenangkan diri dulu.


"Aku mendemgar pembicaraan kakak dengan Sera tadi. "


Ari terdiam, kemudian menoleh ke arah istrinya, "apa dengan mendengarnya bisa mengubah sesuatu?! " ketus nya.


Sari menegug salivahnya. Tak ada yang berubah, yahh, ia masih anak pungut dan akan selalu seperti itu. Yang akan berubah mungkin hanya statusnya, mungkin ia akan menjadi janda diwaktu dekat. Mungkin Ari akan melepasnya, apalagibdengan Ari yang semakin dingin dan ketus saat setelah kejadian ini. Dan sepertinya Sari tak punya pilihan lain.


"Kakak bisa memutuskannya. " ucap Sari dengan menatap Ari takut takut.


Ari mengerutkan keningnya, sepertinya ketidak warasan Sari sedang kumat.


"Maksudmu?! " datarnya sembari bersedekap.


"Kakak bisa memutuskan ingin bersamaku atau dengan Sera. "


Ari menatap Sari malas,


"Dasar bodoh!! " ucapnya kemudian kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.


Ari memasuki kamarnya kemudian membanting pintu saat menutupnya. Ia meluapkan kekesalannya pada pintu yang tak bersalah itu. Ari membaringkan tubuhnya di kasur kemudian memejamkan matanya. Sari benar benar menyulut emosinya, gadis itu benar benar membuat Ari marah.


"Ck. " Ari berdecak, emosi sangat membuatnya tak nyaman. Ia ingin mengamuki seseorang, tapi tak mungkin orang itu Sari. Bisa bisa Sari kabur lagi.


"Sialan!! " umpatnya saat masih merasakan emosi dalam dirinya.


...........


Sepeninggalan Ari, Sari menangis sesenggukan. Ia tahu Ari akan marah, ia yakin akan memilih Sera. Dan ia sudah menebak jika Ari akan membentaknya saat pulang ke sini.


Sari berhenti menangis saat ia mendengar suara__________ekhm yangΒ  mengerikan. Sari mengahapus air matanya, ia menelan salivahnya ketakutan. Dengan celingak celinguk ia menatap sekitarnya, berusaha mencari sumber suara yang benar benar membuat bulu kuduk berdiri.


Suaranya sangat dekat, itu berarti hantunya jauh darinya. Itu yang Sari tahu pasal suara hantu, semakin jauh suaranya maka semakin dekat dia dengan kita. Jadi para readers, jika mendengarkan suara seram yang membuat bulu kuduk merinding jika suaranya terasa dekat dan kuat maka bersyukurlah hantunya masih jauh, masih ada kesempatan untuk kabur. Tapi jika suaranya------de--kattt, maka langsung saja baca ayat kursi atau __..


Tiba tiba suara tertawa yang menyeramkan itu terhenti dan hal itu membuat Sari semakin dilanda ketakutan. Ia menelan salivahnya kasar, dalam hati Sari berhitung.


1


2


3


Dan------------------------------------------------.....


Run!!!!!!


Oke, lari Sari. Readers mendukung mu.


Dalam hati Sari berdoa doa agar hantu tersebut tak mengikutinya ataupun mengejarnya. Tujuan Sari sekarang adalah kamarnya, peduli setan dengan Ari yang ada didalam. Meski suaminya menyeramkan tapi masih ada nilai plud nya, tampan. Tapi kalau hantu, Sari angkat tangan.


Brakk'


Sari membantingΒ  pintu kamar dengan kuat membuat Ari yang memejamkan mata spontan menoleh. Taanpa basa basi Sari berjalan cepat ke arah tempat pembaringan dan langsung tidur dengan menyelimuti tubuhnya menyeluruh.


Ari menyingkat selimut yang menutupi tubuh istrinya sampai perut.


"Ada apa?! " tanya nya bingung. Ouh, atau jangan jangan Sari marah karna tadi Ari meninggalkannya sendiri.


Sari menatap Ari dengan air muka kebingungan. Ia harus mengatakan apa?! Bohong atau jujur?! Kalau Sari jujur takutnya Ari malah mengatainya atau mencibirnya makhluk penakut dan bodoh. Tapi kalau bohong Sari takut dosa. Ingatkan Sari jika dosanya sudah banyak dan menumpuk, jadi ia malas saja untuk menambahi dosanya.


"Ada apa? " tanya Ari kembali dengan nada kesal, karna sedari tadiΒ  istrinya hanya menatapnya dengan bengong.


Oh, lupakan jika tadi mereka sempat cekcog dan bertengkar hebat.


"Cuma mau tidur. " jawab Sari secepat kilat.


"Cuma mau tidur?! dengan membanting pintu dan lari seperti dikejar hantu? " ketus Ari dengan menatap Sari berang. Oh, ayolah tadi Ari benar benar kaget. Bayangkan saja disaat kau mau tidur dan kesadaranmu sudah hampir hilang, dan kau hampir memasuki alam mimpi. Tapi tiba tiba ada suara keras bak pesawat jatuh, pasti rasanya shock banget kan?! Nah itu yang Ari rasakan saat Sari tiba tiba datang dan membanting pintu dengan keras.


Mendengar kata hantu, Sari kembali menoleh ke kanan dan kirinya memastikan hantu kampret itu tidak mengikutinya. Parnoan pada hantu?! Jelas, Sari parnoan, takut dan ngak suka. Hantu tak terlihat, ia percaya juga hanya sekedar hoax tapi tetap saja ia takut dan merinding saat membahas atau apapun yang menyangkut dengan hantu.


"Ck, kau ini kenapa? "


Jengah- - Ari mulai jengah dengan tingkah aneh Sari. Tadi Sari membuatnya khawatir sampe mau mati sekarang kebingungan setengah mati. Aihh, Sari benar benar berniar membunuhnya.


"Ck. " Ari berdecak karna tidak mendapatkan jawaban dari Sari yang memilih diam sembari memegang selimut erat erat dan mata yang terbuka dengan menatap lurus.


Aneh! ' batin Ari dengan menatap malas Sari.


Tak! '


"Aaaaa..... hantu......... " Sari berteriak kencang, karna lampunya tiba tiba mati. Suasana benar benar mendukung ketakutan Sari, ck, ck, ck. Padahal pas Sari menangis tadi, hujan tidak turun tuh untuk ngedukung suasana hati Sari. Lah pas bagian nakut nakutin.....---


"Kak..kak...kak Ari, Kak Ari dimana?! Kak ngomong dong, gelap ini. Aku ngak bisa lihat kakak, kak Ari kok diam, kak... kakak dimana. Ihh gomong dong, beneran aku takut hantu. Oke tadi aku aku aneh juga gara gara hantu. Kak...ihhhh ngomong dong. "


Sari bahkan suda meraba raba bahkan sampe berguling guling di kasur untuk menemukan keberadaan Ari yang tak kunjung ketemu. Dan entah perasaannya saja kasur mereka terasa menjadi lebih besar dan luas berkali lipat.


"Kak.........,, kak Ari kok ngak ada sihh, jangan jangan diculik han.." kalimat Sari berhenti ketika lampu kembali menyala. Sari menganga melihat Arinya duduk disofa sebrang yang kebetulan berhadapan dengannya. Sari menegug salivahnya, ia merutuki kepanikannya yang berlebihan hanya karna hal konyol. Tapi Sari masih bersyukur, setidaknya tadi ia tak menangis karna ketakutan yang luar biasa.


Sari turun dari tempat tidurnya, lalu bergerak merapikan tempat tidur yang masih rapi, hanya saja selimutnya sedikit kusut. Heheh..bisa dibilang Sari salah tingkah.


Ari memerhatikan istrinya yang salah tingkah dengan tersenyum gelik, lalu ia berjalan ke arah istrinya yang masih menyibukkan diri.


"Jadi,, sedari tadi kamu takut. " Ia memeluk istrinya dari belakang membuat Sari menghentikan aktivitasnya.


"Jadi istriku ini takut hantu yah. " Ari meletakkan dagunya di bahu Sari lalu terkekeh geli.


"Bu..bukan se..perti itu. Ak..ak..aku tidak takut hantu. Ha..hanya kaget sa..ja tiba tiba lampu mati. " ucap Sari dengan terbata bata. Ia grogi plus deg dekan karna Ari berada dalam raudia yang sangatttttttt dekat dengannya.


Ari menautkan alisnya, karna gaya bicara istrinya yang terkesan kaku. Ia membalikkan tubuh istrinya menghadap ke arahnya lalu menatap sari tepat di matanya, " kenapa? "


Tentu saja Sari tau maksud pertanyaan Ari. Yah, apalagi kalau bukan menanyakan gaya bicaranya yang gagap bin gagu itu.


"Grogi. " spontan Sari, karna kata itulah yang tawab di otaknya. Sari membulatkan matanya saat menyadari kata yang keluar dari mulutnya.


"Bukan!! Hantu. Eh maksudku sisa sisa ketakutan tadi. " ralatnya cepat untuk memperbaiki ucapan pertamanya.


Ari tertawa kecil, jadi sang istri masih grogi jika dekat dengannya. Ah, manisnya!!


Ari berhenti terkekeh, tiba tiba ide licik muncul otaknya. Ia menyeringai saat otaknya memutar cara untuk menjahili sang istri.


"Buat anak, yuk. " ucapnya tiba tiba dengan berbisik di telinga Sari.


Seketika sari melogo kaget, "apa?!!! "


.................................


Cieee... readers ngira bakalan berantem besar besaran yah. Tapi eh tahu tahu nya....-------


Guys, readers ku yang baik hati, rajin nge like, tidak sombong dan baik hati. 😁😁😁😁😁


jangan lupa Like dan vote yahh.


Dan mari kita ramaikan kolom komentar, perang dunia ke seppuluh yuk!!! tapi di komentarπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ˆ


Oh ya, ini part terakhir terakhir yah. Mungkin tiga atau dua Part lagi, Love you senior es bakalan end. Kecewa ngak sihh?!! plis jangan yahhh!!😳😳😳


Nah, untuk itu,, untuk mengurangi kekecewaan kalian karna LYSE akan end kalian bisa mengunjungi dan membeca cerita author lainnya, ada yang udah tamat juga ada juga yang masih anget alias baru. Judulnya Couple Soulmate untuk cerita yang tamat. Dan yang masih anget judulnya Back To See Love. Author minta bantuan kalian buat nge like yahh?! makasih!!😁😁


salam kebacotan!😎


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚