Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
6



Author pov.


Sari masih setia menatap bayangannya dipantulan cermin, ia menatapnya dengan tatapan kosong. Bagaimana bisa dirinya yang masih berada di bangku sekolah menengah atas akan meninggalkan masa kebebasannya, yang mahasiswa saja berat melakukannya.


"Huh. " Sari menghela napas berat. Kembali ia memandangi dirinya di pantulan cermin.


Kata cantik mungkin bisa mendekskripsikan penampilannya sekarang.


Sari memakai kebaya warna putih yang dipadukan dengan rok batik berwarna perak dan heels berwarna hitam, untuk kesempurnaan penampilannya tidak lupa wajah Sari dihias make up yang terlihat natural tapi dapat mempermanis wajahnya.


"Wahhh, putri mama cantik banget. " Karin atau ibunya Sari datang menghampiri Sari. Dia tersenyum ketika melihat putrinya dengan penampilan yang sangat luar biasa sekali cantiknya.


...........


SARI POV


Aku memandangi diriku di cermin. Ouhh,, aku cantik juga ya. Oh iya ini adalah hari pernikahanku dengan kak Ari atau Aryan, tepat dihari dia membawaku ke hotel dan yang paling emezing nya ini adalah hari ulang tahunnya dan semua kejutan ini sebenarnya lebih pantas untuk nya tapi masalahnya dia sama sekali tidak terkejut malahan aku yang sama sekali ngak ulang tahun yang merasa terkejut luar biasa. Aneh yaa, siapa yang ulang tahun siapa yang kena kejutan, berupa bom kehidupan lagi.


Wow!! Skenario tuhan memang tidak ada yang tahu dan the best lah.


Ck,, sebenarnya aku hanya pura pura seneng aja sik. Yaa, dari pada aku harus larut dalam kesedihan yang tidak akan dapat berakhir jika aku masih ada dalam zonanya. Kan lebih baik senyam senyum ketawa ketiwi walau kaya orang udah gilak ajah, BODO AMAT LAH.


Huaaaaa,, Hikc..kok nasipku gini amat sik. Walau nikahnya sama idola di sekolah tapi tetap aja akunya ngak rela, masak masa bebas aku sampai disini sik.


Tapi gak papa deh,, setidaknya malaikat udah nyatat kebaikan aku alias pengorbananku di buku catatan pahalanya. Azik azikk,, pahalaku nambah.


"Wah,, putri mama cantik banget. " ucap mama yang datang entah sejak kapan. Emang aku cantik yah?! Kalau iya, aku baru nyadar. Soalnya selama ini yang aku tahu itu aku cantik pake banget.


Aku hanya membalas perkataan mama dengan senyuman manisku yang kadar glukosanya sekitar 50% an lah. Itu jenis senyum malu malu kucing yah ges.


"Yok kita keluar, ijab kabulnya sudah selesi. "


Mendengar perkataan mama membuat hatiku seperti terkena badaii ditambah akan ada badai susulan lagi, kuyakin itu.


Mama menuntunku keluar dari kamar hotel menuju lokasi ijab kabul dilaksanakan. OMG,, hellouuu itukah yang akan eh sorry maksudku itukah suami ku. Oh my good,, oh my good, subahanallah tampannya!!!


Kakiku masih terus melangka mengikuti langkah kaki dari mama, aku menudukkan kepalaku. Jujur aku takut campur malu pake degdekan yang dilengkapi dengan cemas untuk memandang langsung kak Ari yang notabe sudah sah jadi suamiku.


Mama menghentikan langkah kakinya, secara langsung aku juga menghentikan langkah kaki ku.


"Ayo! Sekaran kalian tukaran cincin. "  aku hanya menganggukkan kepalaku.


Sebelum memakaikan cincin dijari manisnya kak Ari aku memberanikan diri untuk menatapnya.


Deg'


Ini aku istigfar atau subahanallah ya? Duh, bingung aku. Tapi intinya...---


Aku degdekan,, aku degdekan, huh jantung ku, jantung ku sepertinya ingin copot dari tempatnya. Aduhai,, ternyata ditatap dari dekat kegantengan kak Ari bertambah berkali kali lipat. Duhhh,, kok suasananya tiba tiba jadi tegang?!


Dan..._______akhirnya pandangan kami bertemu. Bisa aku lihat kalau kak Ari masih memasang wajah datarnya, namun masih terlihatan tampan dan tidak membuat ketampanannya berkurang.


'Oke Sari,, kau rileks ajah. Janga gugup! Oke, semangat se!! ' sugestiku pada diri sendiri dalam batin.


Setelah pertukaran cincin selesai acara dilanjut dengan aku menyalim tangan kak Ari dan mencium punggung tangannya, dan kak Ari yang mencium keningku. Saat bibir nya menyentuh keningku disitulah dapat kembali kurasakan badai susulan. Kurasakan tubuhku menegang, hatiku bergetar hebat dan jantungku dag dig dug ser dengan kekuatan konser plus Dj. Kaki ku juga sudah lemes seperti jeli.


Kuat kan aku ya  Allah!! Amiiinn!! Dan Yeh, doa anak shaleh pasti dikabulkan.


Setelah acara demi acara selesai dan para tamu undangan sudah pulang, baru lah kami bisa istirahat. Eitccs,, jangan pikir kami akan menginap di hotel karna apa yang kalian pikirkan akan benar. Hehehee, tentu kami menginap disini gak mungkin kan kami pulang dalam keadaan kondisi tubuh yang udah minta diisi daya alias lelah banget kuadrat.


Jan lupa like komen dan vote yah😉


Ramaikan komentar guys😘


Salam BTSL.👋👋👋👋👋