
Happy raeding_
____________________
Author POV
Sari menatap takjub bagian ruang tengah pada rumah baru mereka. Ia sangat menyukai desain rumah yang baru ini.
"Gimana sayang, kamu suka? " tanya Ari dengan memeluk Sari dari belakang. Dan dengan semangat Sari mengangguk kepala dengan antusias.
"Aku suka kak, rumahnya bagus banget!! " ucapnya senang.
Ari tersenyum, ia mengelus sayang kepala sang istri dengan lembut. Baginya kebahagian Sari adalah prioritas utama. Dan membuat Sari tersenyum adalah hal.yang paling menyenangkan untuk Ari.
"Ayo!! " Ari meraih tangan Sari kemudian mengajaknya untuk mengelilingi rumah baru mereka.
Sari hanya menurut saja, dan sore ini mereka habiskan hanya untuk sekedar berkeliling di rumah baru mereka.
.............
"Mereka adalah pembantu di sini dan mereka yang akan membantumu. Tapi ingat,, mereka ada karna aku tidak mau kamu terlalu lelah mengurus rumah kita. " jelas Ari pada Sari saat setelah pembantu baru mereka datang.
"Perkenalkan diri kalian. " datar Ari pada ke empat wanita didepannya.
"Anu den, nama saya Mulan. "
"Saya Arumi den. "
"Saya Lita, tuan dan nyonya. "
"Kalau saya teh Mina tuan dan nyonya. "
Sari menganggukkan kepalanya sembari melepar senyum di wajahnya. Sedangkan Ari hanya menatap keempat wanita beda usia tersebut dengan datar. Ia mengibaskan tangannya agar para pembantu barunya pergi.
"Capek? " tanya Ari lembut setelah para pembantunya pergi. Ia membelai wajah istrinya yang terlihat sedikit pucat.
Sari menganggukkan kepalanya, "iya. " ucapnya dengan nada cemberut.
Ari terkekeh, "imut nya!! " ucapnya dengan gemas.
"Ayo. " ajak Ari dengan menggandeng tangan sabg istri.
Sari hanya menurut. Namun saat mereka akan menaiki tangga Sari cepat cepat melepas genggaman Ari ditangannya.
Ari menoleh, "Kenapa? "
"Capekk!! " rengek Sari dengan mengoyangkan lengan Ari.
"Ya, maka nya kita ke kamar biar kamu istirahat. " Ari menatap Sari datar. Bukan karna marah hanya tampang Ari memang datar sejak lahir.
Sari menggembungkan pipinya, "aku capek! Aku ngak mau naik tangga!! " ucapnya mengambek. Ia mengerucutkan bibirnya sembari melipat tangan didada kemudian membuang wajah kasar ke samping.
Lagi lagi tingkah Sari hanya membiat Ari terkekeh karna gemas. Ia mengacak rambut istrinya kemudian langsung menggendong sang istri dengan bride style.
"Aaa..kakak!! " pekik Sari kaget karna Ari tiba tiba menggendongnya.
"Katanya capek!! Ya inih,, kakak gendong kamu biar ngak cape. " Ari menatap istrinya dengan keheranan. Jangan bilang jika ia salah karna menggendong istrinya.
"Tapi jangan tiba tiba juga. Aku kaget tahu!! " sebal Sari.
Ari mencium gemas Sari, masih dengan melangkah menaiki tangga.
"Istri siapa sih? " gemasnya.
Sari melototkan matanya sembari menatap Ari melogo, "istrinya siapa?!! Ya istrinya abang lah, masa istri tetangga. "
Ari tertawa pelan, ia membuka pintu kamar mereka lalu menutupnya setelah masuk. Ia kemudian meletakkan Sari ke atas pembaringan kemudian menatap Sari dengan bersedakap.
"Aku mau peluk. Sini sini sini!! " Sari merentangkan tangannya ke arah Ari.
Ari kemudian ikut berbaring di samping sang istri, kemudian ia memeluknya lalu mengusap usap kepala Sari pelan.
"Kak! "
"Humm. "
"Aku pengen ngidam! " ucap Sari sembari memainkan jari jari Ari yang memejamkan mata untuk tidur.
"Kamu pengen apa? Bilang ajah, nanti kakak usahain ada. " Ari berkata masih dengan mata yang tertutup, rasa kantuk benar benar melandanya.
"Nah itu, aku ngak pengen apa apa. Makanya aku pengen ngidam. " ucap Sari cemberut.
"Humm, besok kakak cariin kamu ngidam. " racau Ari karna kantuknya.
Sari menatap Ari kesal, yang benar saja. Memangnya ngidam itu benda makanya bisa dicari. Ini lagi suaminya, malah asikan molor. Sari kan butuh perhatian, kasih sayang. Eyakkkk!
Karna kesal Sari langsung menggigit tangan Ari dengan kuat.
"Arggg. " pekik Ari langsung bangun, bahkan rasa kantuknya hilang sekejap.
"Sari!! " geramnya kesal.
Sedangkan Sari hanya menatap Ari dengan santai, tanpa ada tampang merasa berdosa.
"Kamu ini apa apaan?! Kenapa tangan aku digigit?!! " Ari masih berkata kesal sembari menatap Sari tajam.
"Bodo! " ketus Sari kemudian menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
"Heh. " Ari mengoyangkan tubuh Sari agar istrinya itu membuka selimut nya. Namun Sari masih memilih diam dan mengabaikan Ari.
"Sar! "
Buknnya menyahut Sari malah membelakangi Ari dan hal itu membuat Ari melogo.
Woi,, Ari salah apa?! Kenapa ini kesannya Sari ngambek?! Seharusnya yang berhak kesal atau marah disini kan Ari, karna Ari lah korban dari gigitan maut sang istri.
"Sar. " Ari kali ini melembutkan suaranya. Mungkin saja Sari mengambek karna Ari tak sengaja membentaknya tadi.
"Sari sayang. " Ari bahkan memeluk Sari dari belakang dengan kaki yang menghapit kaki Sari, berharap sang istri terganggu dan mau ber bicara padanya.
"Sar. " kali ini Ari membuka sedikit selimut yang menutupi sang istri kemudian menggigit bahu Sari pelan.
Lagi lagi hasilnya sama, Sari masih diam tak menyahut.
Ari duduk, ia menggoyangkan tubuh Sari kembali, namun hasilnya nihil. Ari menyibak seluruh selimut yang menutupi Sari lalu menarik ujung rambut Sari sedikit kuat, namun lagi lagi gagal.
"Sar. " ucap Ari sedikit putus asa dengan membalik tubuh Sari dan.............------------_____.
Zonk!!!
Sari tertidur dengan gaya batu, girl and man!!
Astaga!! Ari boleh kesal ngak sih?!
Dan pada akhirnya Ari hanya mendengus sembari menatap istrinya yang tertidur dengan malas, "nih anak kalau tidur seperti batu. "
"Cik, ditinggal tidur!! " kesalnya dengan mengacak rambutnya kasar.
Ari berusaha mengotrol emosinya, ia memilih beranjak dari sana untuk mandi. Mungkin dengan itu otaknya kembali dingin, dan rasa kesal nya pada sang istri akan hilang.
Cieee... yang lagi nungguin. 😁
Okay, jan lupa vote like dan comentarnya yah!😘