Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
39



Bersama sahabat memang seperti itu. Kadang menangis bersama, kadang tertawa bersama dan kadang menangis serta tertawa secara bersamaan.


***********


      Setelah selesai adegan mewek nya dan legah, Sari pulang di antar oleh tika.


Ting' ting'!


"Eh, hp lo bunyi Sar! "


Sari merogok tas selempangnya. Ya, hp-nya memang benar berbunyi. Ia menekan simbol telpon berwarna hijau lalu mendekatkan hp ke telinganya.


"Halo assalamualaikum, Is. "


"Sar, lo bisa gak. bantu gue. Sekalian ajak tika deh kalau bisa. " suara di sebrang sana.


"Bantu apaan, Fais. "


"Pokoknya lo datang aja, alamatnya akan gue kirim. Cepetan nanti gue ceritain ya. "


Tut'


Sari menatap kesal pada ponselnya, berharap kekesalannya sampai ke orang yang menelponnya tadi.


"Ih, Fais ngak jelas banget sik! "


Tika menoleh sebentar pada Sari yang duduk disampingnya, "emang si Fais bilang apa, Sar. "


"Katanya dia minta tolong sama kita. Kita katanya harus cepat datang, nih alamatnya. " Sari memperlihatkan layar hpnya yang menampilkan sebuah alamat.


"Aikk, si Fais ada ada aja ya. "


Sari memnganggukkan kepalanya, setuju jika Fais memang ada ada saja.


Sari pov.


____________


        Aku tersenyum sembari menatap jalanan, mungkin mata ku sedang menatap kedepan tapi jiwaku sedang bepergian entah kemana. Aku tersenyum semakin lebar, rasanya sangat legah bisa menceritakan seluruh uneg uneg ku yang menjadi beban di hati dan pikiran ini. Aku bersyukur karna sang kuasa memberikan aku dua sahabat sahabat yang begitu perhatian, pas untyk pribadiku yang sok tegar ini.


"Sar, dah sampe. " aku tersadar dari lamunanku, kemudian menoleh pada Tika dan kesekitar. Aku turun dari mobil Tika dan berjalan ke arah taman yang dimaksud Fais. Aku mengedarkan pandanganku keseluru penjuru taman untuk menemukan Fais.


"Sar, disini. " aku menoleh kesumber suara, kulihat Fais sedang melambaikan tangannya ke arah ku. Aku berjalan kearah Fais diikuti oleh tika dibelakangku.


Ku dudukkan bokongku ke kursi kayu disamping Fais, begitu pula dengan Tika, "ada apa, Is. "


**


Author pov


    Fais berdehem, "hmm, gue mau ngomong sesuatu sama kalian. "


"Ngomong apa? " desak Tika.


Fais menoleh kearah Tika lalu mendengus sebal, "aelah, sabar!! Lagi grogi ini. "


Tika mencabik kesal, sedangkan Fais membalas gadis itu dengan menatapnya malas. Kemudian Fais kembali menatap kedua sahabatnya tersebut dengan serius, "oke, aku serius. Sebenarnya gue suka sama Lisa...-"


"What!!! " pekik Sari dan Tika secara bersamaan membuat kalimat Fais terpotong.


"Gila!! Lo serius?!! "


"Kok bisaa?!!! "


"Trus, hubangannya sama kita apa?! "


"Lo suka nya sama Lisa, kok gue yang grogi?!!! "


Fais memutar bola mata jengas, ia mendengus sembari bersedekap sambil menatap kedua gadis bertingkah bocah didepannya, "eh, serius kuda nil!! "


Sari dan Tika yang ditatap seperti itu oleh Fais menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari meyangkan cengirannya, "oke oke, lanjut Bebeb. "


"Jadi karna kita sahabatan, gue mau kalian bantu gue. Rencananya gue hari ini mau nembak eh ralat mau ngungkapin perasaan gue ke Lisa. " jelas Fais dengan raut serius.


Sari dan Tika tersenyum lebar, "pasti kita bantu lah. Sahabat cantik berwujut bidadari mu ini akan membantu Fais sang pangeran dengan senang hati. "


"Woi..!! " Sari, Tika, dan Fais spontan menoleh ke arah sumber suara.


"Hos..hous..,, maaf telat...Is, nih bunga pesanan lo. " Ali menetralkan napasnya yang ngosngosan karna habis berlari, ia menyerahkan sebuket bunga pada Fais yang diterima langsung oleh Fais.


Tika menatap Fais dengan bersedekap sembari alis yang terangkat, "jadi rencananya?! "


"Rencananya gue latihan nembak eh ngungkapin perasaan sama Sari dulu, biar gue nanti terlihat keren. " Fais kemudian menoleh pada Sari, "Sar, lo mau kan?! "


Sari tersenyum lebar kemudian mengankkukkan kepala dengan senang.


"Kalo gitu gue telpon Lisa sekarang. " Tika segera menjauh dari sana untuk menghubungi Lisa, ia menjauh agar suara Fais serta sahabatnya uang lain tak terdengar oleh Lisa nanti. Karna rencananya Tika akan sedikit membiat kebohongan agar Lisa datang menghampiri mereka.


"Tik, lo bilang sama Lisa kalau ada yang mau di omongin, soal apa kek. Intinya alasan biar dia mau datang kesini. " Kata Fais sedikit berteriak karna gadis itu sudah sedikit menjauh darinya. Tika mengajukan jompolnya sebagai respon.


"kalau gitu, gue juga mau ambil bunga mawar sama boneka di bagasi mobil gue. " setelah mengatakan itu Ali langsung pergi.


Fais menatap kepergian Ali, lalu langsung menoleh pada Sari, "kita mulai, ya. " Sari hanya mengangguk.


Fais menggenggam tangan Sari, "Umm Liss eh Sar, lo mau gak jadi pacar gue?! Gue udah suka sama lo dari kemarin kemarin, gue suka sama semua yang ada di lo, dari senyum lo, cara bicara lo, suara lo, bahkan raut wajah ngambek lo. pokoknya gue suka sama lo Sar. Gue serius sama perasaan gue ke elo. Gue gak janji buat ngebahagiain lo tapi gue usahakan gue bakalan jadi salah satu alasan lo bahagia dan tertawa lepas. Jadi,, lo mau gak jadi pacar gue?! "


"Wihhhh, romantis bangett. Jadi jawabannya...,, mau lah. Fais kan ganteng, ganteng ganteng anak Mami. Cielahh!!  "


Fais menaikkan alisnya sembari menatap Sari dengan sorot geli. Lalu mereka tertawa bersama membuat Tika dan Ali yang baru datang mengeryit. Namun mereka mengabaikannya.


"Sebentar lagi Lisa bakalan sampai". Ujar Tika.


"Lo siap siap ya Is, gue juga udah sembunyiin bunga dan bonekanya dibalik pohon bunga itu. " Ali menunjuk pohon bunga kembang sepatu yang tidak jauh dari mereka. Fais menghembus napas kasar lalu ia menganggung mantap. Karna entah kenapa perasaan gerogi menyelimuti tubuhnya yang membuatnya gemerat dan berkeringat dingin.


"Eh Fais. Fais lo gak papa kan?! Lo gak luka kan?! kata Tika lo jatoh dari motor. " Cemas Lisa yang baru datang, ia terlihat sangat khawatir  pada Fais. Padahal baru saja mereka membahasnya ia sudah nongol dengan sangat tiba tiba datang dan diluar dugaan membuat Sari,tl Tika, Fais, dan Ali sampai bengong. Mereka kira Lisa masih beberapa menit lagi sampenya tapi ini,, wah..wah..wah mereka melupakan fakta bahwa rumah Lisa dekat dengan taman ini hanya sekitar satu km an saja. Ck, suatu fakta yang mereka lupakan dan hampir membuat rencana mereka batal.


"Ih,, kok diam sik?! Gue khawatir Fais onyet!! " teriak frustasi Lisa  membuat Fais dan yabg lainnya kaget. Lalu mereka saling tatap tatapan.


Tika mendehem, "ekhmm, Lis! Fais mau ngomong sesuatu sama lo. "


"Eh, i..iya Lis. Gue mau ngomong. "


Kata Fais dengan gugup. Lisa menatap mereka satu persatu dengan bingung.


"Ngomong ajah!! " Lisa mengeryit heran, aneh saja jika melihat sahabatnya tiba tiba gugub dan ditambah Fais yang seperti salah tingkah.


"Lis, lo mau gak jadi pacar gue?! Karna sebena.._"


Lisa memotong langsung kalimat Fais, ia mengangguk antusias, "iya, gue mau. Ih,, Fais romantis banget sik!! pake acara pura pura kecelakaan. " ia tersenyum pada Fais.


Semua yang ada disana melongok kaget, luar dugaan, sungguh ini luar ekspentasi mereka.


"Hah?! Lisa sudah bilang mau, padahal kata kata romantis gue yang udah gue hafal selama satu minggu lebih belum gue lontarin. Tapi gak papa deh. " batin Fais.


"Gila!!! Kalo nembak cewek semudah begini, udah gue tembak sang pujangga dari lama tanpa pdkt an." Ali membatin sembari tersenyum congang.


"Jad.. jadi lo mau jadi pacar gue?! " Lisa hanya mengangguk. Ia tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya, "umm bunga ditangan Fais buat gue kan?! " Lisa menatap tangan Fais yang memegang sebuket bunga mawar putih.


"Oh..i..iya. Ini, " Fais langsung menyerahkannya pada Lisa yang disambut girang oleh gadis imut itu. Sari, Tika, dan Ali masih terdiam.


Tiba tiba Ali membulatkan matanya,


"waduh,, bukannya itu boneka sama bunga untuk Lisa?! " Ali menatap horor pada dua anak anak berjenis kelamin berbeda yang sedang berlari lari sambil menggenggam boneka dan bunga untuk Lisa. 100% dirinya kaget, gagal sudah rencana yang mereka susun.


Sedangkan Fais sudah menatap Ali dengan wajah masamnya. Ck, moment romantisnya sudah hilang karna sahabatnya yang pintar tapi rada **** itu.


*****************


Sari pov.


  Aku masuk ke aprt kami, terlihat sunyi dan gelap. Umm, Kak Ari mana yaa' pikir ku.


Aku berjalan menuju kamar kami, kutaruh tasku di atas meja belajar , lalu aku pergi kekamar mandi jelas untuk mandi gak mungkin bobok.


Wuh, segar banget badan ini setelah mandi. Aku berjalan menuju dapur untuk melakukan rutinitasku memasak.


Sesekali aku bersenandung disela sela aktivitas ku memasak.


"Wuh,, harumm!! " Aku membawa hasil masakanku dan meletakkannya di meja makan.


Cklek.


Aku menoleh ke arah pintu aprt. Disana kulihat Kak Ari yang baru masuk, aku melantangkan senyum dibibirku.


Aku menghampirinya, "Kak Ari baru pulang, ya? " ucapku setelah disampingnya.


Kak Ari menoleh lalu menatap ku tajam, sangat tajam. Aikk,, aku salah kah?!


"Menurut mu?! " katanya dingin. Rasa dinginnya seakan menusuk kulit ini, girl and man.


Aku menggaruk telingaku yang tidak gatal, aku salah apa sik?! kak Ari kok ketus gitu trus dingin lagi?


Aku menghela nafas pasrah, mungkin kak Ari lagi capek. Kak Ari berjalan ke arah kamar, akgohh diabaikan.


Sebenarnya sungguh diriku yang cantik nan comel ini ingin menyusulnya tapi aku takut coii, man and girl. Jika kak Ari ngamuk trus beruba jadi ultraman atau spiderman, eh maksudnya beruba jadi monster trus makan aku kan zeremmmm!!


Aku mendudukkan diriku di sofa kami, aku mulai menyalahkan tv dan mencari chenel cartoon. Mungkin kartun bisa menghilangkan kegelisahan sang bidadari ini terhadap yayang Ari.


Aku menolehkan kepalaku saat kak Ari keluar dengan kunci mobil ditangannya, "eh, kak Ari mau kemana?! "


Kak Ari terus berjalan, ia bahkan tidak merespon. Ia keluar dan menutup pintu dengan keras, menghaliskan suara yang nyaring dan kuat~ membuat diriku yang imutz ini kaget.


"ALLAhuakbar!! " aku mengelus dada, kemudian menatap pintu tersebut dengan nanar. Kaget banget, coyy!!


**Gimana para readers ku yang cantik, cakep dan tampan imutz?! patr ini ngakak lagi ngak, atau malah tengang?!


Sekedar informasi yahh, part ini ituh pertanda jika Love you senior es akan masuk ke permasalahan atau komplik. Dan sebenarnya naska Love You Senior es itu udah selesai, cuma author up satu satu ajah dulu.


oh, iya para readers tersayang jangan lupa vote dan comen yahh.


Semakin banyak vote, comen serta pembaca maka author semakin rajin up. Dan author rencananya pen buat cerita baru. Tapi bukan squel dari Love You Senior Es.


Umm, menurut Readers, genre cerita yang author mau buat apa yahh?! Fantasi, fiksi remaja, romantis, baperan, horor, atau apa?!


Comen yah para readers aku, nanti author bakalan ambil genre ceritanya dari suara terbanyak.


☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️**