
"*Demam kali. " Tika menyodorkan tangannya kekening Sari, gak panas kok*.
*****
Sari pov
Aku berdecik. Enak saja aku di bilang demam. Aku ini sehat, kalian aja yang gak peka.
Ya iyalah aku memilih diam dan sok imuz eh maksudku dengan stay imuz, orang kak Arinya duduk di belakang aku.
Ingat!! tepat dibelangku.
Aku memukul pelan tangan Tika, "ihh apan sik Tik, aku diam salah cerewet makin salah. Kapan benarnya coba. Lagian aku diam karna kalian ngebahas soal yang gak bermutu plus berpaedah. Baik diam. "
"Annjritt, gak berpaedah gimana. Kita mah bahas soal UTS tadi. Soal-soalnya susa atau gampang. " Lisa mengambil jedah, ia menyerup jusnya, " trusnya, kita mah pengen curhatin rasanya saat tadi ngejawab soal ujian. Mentang-mentang belajar mudah ngejawab soal, kita dibilang ngomong gak berpaedah. " Aiikkk, Lisa bicara pake rumus luas persegi panjang alias P ( panjang ) x L ( Lebar ) .
Tapi it s ok , di kalimat akhirnya enak didengar kok. Hehe, sebenarnya kami berkumpul bukan untuk ngebahas soal UTS dimana hari ini adalah hari terakhirnya. Tapi kami mau ngebahas soal penampilan kami di acara perpisahan kelas XII nanti yang waktunya cuma dua minggu lagi. Yaaa sekarang kelas XII sedang melaksanakan UN dan sayangnya kami para adek kelas yang seharusnya merasa senang karna biasanya jika UN bisa membuat kelas XII dagdigdug ser karna tegang dan takut maka biasanya para adek kelas akan happy dan senang karna ada istilah belajar dirumah alias libur. Namun ini bukan biasanya tapi luar biasa coy. Gak ada kata libur cuyy yang ada semua siswa jadi dagdigdug ser. Bagaimana tidak? kelas XII melaksanakan UN berjamah sedangkan kami melaksanakan UTS dadakan.
Uwakkkkkk hick kirain bisa free belajar.
Kembali ke tadi.
"Eh..nyet, siapa bilang si Sari blajar? " Tiba tiba alaram bahaya diotakku berbunyi.
Kupandang Tika dengan tatapan memohon, " jika Sari blajar ngapain dia nulis contekan di mejanya. " kalimat laknat itu akhirnya keluar juga. Tika melempar senyum seyam ke arahku dan habislah aku.
"Sari hebat kan. Semua jawaban yang gue kasi sama lho semua itu berasal dari Sari dan contekannya. Maka dari itu berterimakasilah pada Sari dan contekannya yang telah menolong kesulitan kita dalam menjawab soal UTS. Trima kasi banyak pahlawan kami, Sari. "
Kata katanya sungguh mengharukan sunggu membanggakan bagi diriku ini yang jadi pahlawan dadakan karna contekan. Tapi gak sekarang juga tika ngomong gitu, gak tau aja aku dilanda gelisah. Bagaimana kalau habis dari sekolah aku disidang dirumah.
Umakkkkkk tolong.
Ya ALLAH, punya teman kok gini amat sik, pada gak peka semua. Kalau kak Ari dengar gimanah ? doi alias cuami comel kan gak budeg.
"Hidup Sari! " teriak Tika tiba tiba lumayan kencang.
"hidup !!! " sahut Lisa, Fais dan Ali lumayan~alias tidak mau kalah kencang juga.
Aku mengambil jurusan curi-curi pandang pada kak Ari yang duduk dibelangku. Dapat kulihat dia memandangku walau hanya samar- samar dan firasatku berkata tidak enak, bahkan bulu kudukku sudah merinding dibuatnya. Aku menelan salivaku kasar, ku usap tenkuk ku karna merinding. Takut!!!
"Woi...Sar!! "Aku mendongak. Kulihat lisa seperti kebingungan.
"Lo kenapa sik, kok ekspresi nya kayak ketahuan nyontek sama guru ajah. Seharusnya lo itu happy dong karna gak ketahuan ngopek. " aku hanya nyengir. Siapa yang gak takut sik jika ketahuan nyontek sama pujaan hati. Image dong, dasar si Lisa.
"Oh lupakan soal tadi. Soal persembahan dari kelas kita di perpisahan nanti apa ? Kan niatnya kita mau ngebahas itu tadi tapi malah ngelenceng. " Kutatap satu persatu wajah mereka yang berubah jadi serius, syukur akhirnya masalah kopekan lewat juga.
Jan lupa like, vote, dan komennya yah😉