Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
16



"*Memang berapa orang yang akan tampil ngedance di kelas ini ? Jika orangnya sudah ada biar sekalian didaftar aja sekarang " Tanya kak Renra ramah tak seperti temannya si suami tembok. Mungkin semangat kak Renra mulai meninggi untuk menyampaikan amanah alias imformasinya, amarah yang bersemanyam di raganya juga sudah mulai meredah*.


"umm aku, Ali, Fais, Wulan, Bowo dan Wina kak. " Tina menyelipkan rambutnya, berusaha terlihat manis dan menggemaskan. Tapi menurut aku yah, dia itu lebih terlihat seperti monyet yang ngeseliiiiiiin banget!!


"Enak ajah maen ngikutin gue. Ogah akunya. Gak kak, gak minat tampil ama saudara kunti yang nyinyir. " bantah fais tak terima.


"Gue juga ogah. Cari yang lain ajah." ketus bowo .


"Gue apalagi. Ogah..kalau mau tampil mah kita tampil sama Sari ajah, bukan sama lo. "  Ali sedikit marah dan kesal. Tapi Alhamdulillahhhh semua berpihak pada ku, syukur ya ALLAH. Ini mah rezeki anak shaleh berteman dengan anak shaleh juga. Hehehee l,


"Diam! " bentak kak ari. Aikk, kalau marah kak Ari serem juga ya, wajah aja udah berubah warna jadi merah. Bukan berubah jadi ultraman atau powerenger yah.


Kelas kami kembali diam," kembali ku ingatkan, kami datang kesini bukan untuk mendengar pertengkaran kalian. Kelas kalian lebih onar dari kelas lainnya padahal kelas kalian adalah kelas IPA yang notabe kelas paling nyaman dan aman tapi nyatanya kelas kalian lebih ribut dari pada kelas IPS." kali ini kak Ari benar benar sangat marah, eihh tapi kalau dilihat lihat saat marah kak Ari tetap tampan yah.


Aku menopang dagu, menatap betapa tampan dan kerennya kak Ari saat marah. Bibirku tertarik untuk tersenyum, terbius oleh ketampanan seoran Ari didepan sana. Benar benar tampan, tanpa cela.


Tunggu!! Apa yang aku lakuiin?!


Aikk, anjritt otakku sudah terkontamidasi. Oh kepalaku, engkau ini kenapa sik. Mungkinkah kau sudah gesrek.


Ku geleng - gelengkan kepalaku sesekali ke pukul pelan. Bisa bisa nya disaat seperti ini otak ku memikirkan hal seperti tadi, pake acara topang dagu segala lagi.


Lalu aku menatap ke arah Tika disampingku dan menyikutnya. Ck, dasar Tika, suami ku masih dalam mode marah udah brani buat ulah.


Tika melototkan matanya padaku dan menggelengkan kepalanya, lalu menggerakkan mulutnya membentuk kata ' lo **** ' .


Aku mengeryit, masa sih gue? Kalau aku pasti kak Ari bilang ' Sari kamu kenapa ? ' secara dia tau siapa nama aku dan tadi kak Ari bertanya dengan kesan tidak mengenal orang yang ia tanya. Jadi bukan aku.


Tapi aku menjadi ragu pada teoriku tadi ketika kulihat teman sekelasku kini tengah menatap ke arahku.


Dan dengan ragu aku menatap kak Ari yang juga tengah menatapku," akuuuu kak? " tunjukku pada diri sendiri.


Kak Ari hanya menaikkan alisnya. Aduhh bilang apa ya? Otak ayo bekerjaaaa.


"Tadi eungg tadi ada nyamuk kak. I iiya kak nyamuk." cengirku bodoh. Aiss, aku merutuki kebodohanku sendiri, benar benar bodoh. Kak Ari kembali mengangkat alisnya setelah itu menatap kak Renra.


"Kalau begitu kami pergi, untuk pendaftaran bisa dilakukan mulai sekarang hingga minggu depan." Setelah itu kak Ari dkk cabut dari kelas kami.


Dan bersamaan dengan terdengarnya helaan nafas legah dari seisi kelas.


Jan lupa like like nya, Komen dan vote yang banyak yahh😉😉😉