
Sari POV.
"Angkat tangan diatass!"
Suara dentuman meja yang dipukul menggema dikelas kami. Kalian pasti bisa tebak kami sedang apa? Ya, kami sedang konser besar besaran di kelas kami. Jam merdeka cuyiii alias jam kosong, sayang gak di mamfaatin.
"Oke, setelah penampilan Tika. Kita lanjut ke penampilan yang tak kalah fantastiknya. Hadirin para calon penghuni neraka eh maksudnya syurga yang terhormat, kita sambutttttt SARI YANTI SIREGARRR.." suara tepuk tangan menggema dan dilanjut dengan namaku yang dilantunkan oleh teman sekelas ku. Aku melangkah tegap dan berlagak sombong kedepan. Sampai disana, kulambaikan tanganku dan sesekali memberi mereka kissby. Fais segera memberiku sapu yang sudah kami khayalkan jadi pengeras suara dan setelah itu ia beranjak dari sana.
"Aku akan mempersembahkan lagu yang ditakuti bangsa burung, yaitu potong bebek ayam. Musikk! " Suara meja yang dipukul kembali terdengar, meja yang kami khayalkan jadi drum atau gendang juga boleh. Dan dimainkan oleh teman kami Ali, Afdi dan Monang.
"Potong." kumulai nyanyianku dengan sedikit berteriak agar seperti penyanyi rokc.
"Potong bebek ayammm, masak di wajannn nona minta uang.." kulanjutkan nyanyianku, suara dentuman meja semakin keras. Sesekali ku ngoyang ngoyangkan kakiku dan kepalaku seperti penyanyi rock.
"Angkat tangan diatas.." Teriakku seperti aku diatas panggung benaran. Dan parahnya penonton alias teman temanku melakukan apa yang perintahkan tadi,mereka juga meneriaki namaku kembali persis seperti konser asli.
"Uang..-" Belum selesai lirik laguku kulantunkan, Sandi dan Bowo yang jadi gitaris dengan menggunakan sapu lidi sebagai gitar dan sedang berada didapan bersamaku berlari terbirit birit kebangku masing masing. Dan seluruh teman temanku tiba - tiba jadi diam seribu bahasa.
Kenapa mereka, kok mendadak jadi diam itu lagi si Lisa kok geleng geleng ke samping, jelas membuatku ku mengerutkan kening.
"Kok bubar sik? " tanyaku pada semua penduduk kelas penghuni surga ini. Lah, pada diam lagi.
Apa sik si Lisa sama Tika nuduh - nuduk ke pintu. Tapi tetap saja kuputuskan menoleh ke arah pintu.
Ala mak !!!!!!
Aku membulatkan mataku. Ku teguk salivaku kasar, sapu ditanganku yang tadi ku gunakan jadi mikropon terjatuh. Ahkkk gazwat mati aku, kak Ari dkk ada disana, sejak kapan woi.
Tanpa aba - aba, aku langsung ngacir ke bangku belakang paling sudut. Langsung ku tenggelamkan wajahku ke lipatan tanganku diatas meja. Malu campur takut, gak enak banget rasanya. Kalau mau rasa enak mah es campur ajah.
Aku hanya melapalkan kata '******'
"Kenapa diam? Gak melanjutkan acara menyanyi nya ? " Kata kak ari dingin ~ tidak ada yang menjawab karna takut.
gazwatt, ku tertangkap basah. Habislah akuuuu!!
"Boleh reques ngakk ? " Tambah kak Aldi. Masih tidak ada yang mau angkat bicara, karna saat ini angkat bicara mungkin lebih berat dari pada angkat besih.
"Ada orang gak sik di kelas ini?!" aku mengangkat wajahku dan melirik se isi ruangan. Oikk, ternyata bukan aku saja yang terlihat panik yang lain juga terlihat panik. Kecuali.....
"Itu ..ka..itu ..ya..yang buat onar si si Tika, Sari, Lisa dan teman sebarisnya kak." dan sudah kuduga, si Tina simulut sampah pasti buka suara. Dan suara yang ia keluarkan semuanya tidak lain adalah kebohongan, dasar. Itu anak minta dihajar kayaknya, awas aja.
Jan lupa like like, vote dan comennya yah😉