Ice Senior Is My Husband

Ice Senior Is My Husband
30



*Aku masih menatap nya penuh kebingungan, "padalkan lo uda punya sua eh maksud ku pacar yang tampannya mengalahkan Fais. Yaa mana mungkin lo masih mau sama Fais. Hehehe*.."


Jadi hanya karna itu, kirain apa apa loh. Dasar emang si tika hampir aja tadi keceplosan. Soal mungkin gak mungkin ya bisa jadi aku mungkin suka sama Fais, kan cinta itu ngak memandang Amfisik ***!


aku mengendus kesal begitu pula dengan Fais, Lisa dan Ali. Benar-benar gak lucu .


Oh iya, memang Fais beserta beberapa teman sekelasku sudah mengetahui hubunganku dengan kak Ari tapi sebagai pacar. Itu di karenakan aku dan kak Ari sering berangkat dan pulang bersama dan kejadian dikantin dimana kak Ari yang menyekat keringatku membuat siapa saja yang melihatnya bertanya-tanya.


Aku sik diam aja tapi lain dengan kak Ari yang mengatakan aku ini pacarnya pada teman temannya dan informasi yang didapat teman sekelas kak ari itu berubah menjadi bahan gosib para siswa-siswi yang akhirnya menyebar luas hingga ke penjuru sekolah termasuk ke kelas kami.


"Garing!! " Ketus Ali yang diangguki olehku dan Lisa.


"Terserahhh, yang penting mah hati gue puasss ngeledek lu pada. " balas Tika.


Fais menatapku dengan pandangan yang tidak ku mengerti, "Oh yaa, bagaimana hubunganmu dengan kak Ari? "


Aku tersenyum, "baikkk. "


"Baik doanggg???? "  Ini nih, kayaknya sifat kepo si Tika matematika kumat deh.


"I.i.i.iyaa baikk. Emang aku harus jawab apaan sikk ? " aku menatap Tika jengkel, kesal banget pokoknya ***!! Rumah tangga orang dikepo in, mau jadi pelakor.


Bukan pelit info sik, tapi kalau soal rumah tangga beserta hubungannya biarkan saja mereka yang menjalani yang tahu tak perlu dan tak usah diceritakan pada orang ataupun sahabat. Bukan karna tidak percaya pada sahabat tapi itu hanya salah satu cara menjaga rumah tangga aman dari yang namanya pelakor.


Menceritakan keburukan pasangan kita juga tidak boleh pada siapapun, mulut tidak ada yang tau soal menambah- nambahi cerita yang hanya menjadikannya semakin runyam. Bisa-bisa kerna kekurangan spele jadi masalah besar.


"Pelit banget sik ceritanya. " Kesal Lisa langsung membuang wajah kesamping.


Aku mengacukan bahuku. Kulanjutkan kembali untuk menyantap bakso pentol kesukaan ku.


Syuuuuurrrrrrr!!


Entah dari mana cairan kental berwarna hijau yang tidak lain adalah jus alvukat membasahi seragam sekolahku. Refleks aku berdiri dari dudukan ku lalu kulap bajuku.


"Ops. Soriii gak sengaja eh sengaja juga boleh sikk. " aku mendongak ke sumber suara yang tidak lain adalah pelaku ke jahatan yang ku terima ini, Tina. Oh si Tina mujulike ya pelakunya braninya dia .


Aku mencabik lalu memutar bola mata malas. "Maksud situ apa sik?? " Kesalku melayangkan tatapan super tajam ku.


"Huh. Gak ada sik cuma mau main-main sama cabe. " kata Tika sok tidak merasa bersalah.


"What?? Cabeee ? woi ngaca dong!! " bukan aku yang membalasnya melainkan Tika. Emosi tika memang mudah terpancing.


Jan lupa like like nya, vote dan comen yahh😉