
"Sudah 2 tahun aku meninggalkan bumi." Kata Arthur melihat usianya 20 tahun.
"Steven Dan yang lain saat ini pasti telah kembali ke bumi." Kata Arthur teringat Steven dan semua teman sekelasnya.
"Sepertinya aku harus pergi ke kota dan memotong rambutku." Kata Arthur melihat rambutnya sepanjang bahu.
3 hari telah berlalu saat ini Arthur masuk ke dalam kota dengan menaiki monster Harimau. "Tunggu di sini." Kata Arthur melompat turun dari harimau. "Wooaarr." Harimau meraung.
Arthur masuk ke dalam toko dan dan berkata. "Apa toko pakaian ini membeli monster harimau."
"Kamu datang lagi." Kata wanita paruh baya melihat Arthur.
"Benar, aku datang lagi." Arthur mengangguk.
"Aku ingin melihat monster yang kamu jual." Kata wanita paruh baya berjalan keluar toko.
"Apa kamu Beast Tamer." Kata wanita melihat monster harimau sebesar 5 meter.
"Benar, aku beast tamer." Arthur mengangguk.
Wanita paruh baya menyentuh bulu monster harimau dan berkata. "Aku akan membeli monster ini seharga 6 coin emas."
"Kamu bisa membelinya." Balas Arthur. Wanita kemudian memberikan 6 coin emas kepada Arthur.
"Apa kamu masih memberiku potongan harga." Arthur melihat wanita paruh baya.
"Aku akan memberimu potongan harga." Balas wanita paruh baya.
"Bagus." Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam toko.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur telah selesai membeli pakaian. "Sekarang saatnya potong rambut." Kata Arthur mulai mencari tempat potong rambut.
Beberapa menit kemudian Arthur masuk ke dalam sebuah bangunan. "Apa disini tempat potong rambut." Kata Arthur melihat pria paruh baya.
"Benar, disini tempat potong rambut." Balas pria paruh baya.
"Aku ingin memotong rambutku." Kata Arthur.
"Baik." Pria paruh baya mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat pria paruh baya selesai memotong rambutnya. "Ambil kembaliannya." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada pria paruh baya.
"Terimakasih." Pria paruh baya berterimakasih. Arthur mengangguk kemudian keluar dari tempat potong rambut.
"Arthur." Saat keluar dari tempat potong rambut Arthur melihat Kathrine memanggilnya.
"Ohh. Lama tidak berjumpa Kathrine." Arthur tersenyum.
"Benar, lama tidak berjumpa." Balas Kathrine.
"Apa kamu ingin pergi ke restoran." Tanya Arthur.
"Benar, aku ingin pergi ke restoran." Kathrine mengangguk.
"Jika begitu ayo kita pergi ke restoran bersama." Balas Arthur.
"Baiklah." Kathrine mengangguk. Arthur dan Kathrine kemudian berjalan ke arah restoran.
Tidak lama kemudian Arthur dan Kathrine masuk ke dalam restoran. "Selamat datang, apa yang ingin anda pesan." Arthur melihat pelayan restoran bertanya kepadanya.
"Aku pesan 1 porsi bebek dan sebotol anggur." Kata Arthur.
"Aku pesan 1 porsi daging kelinci dan segelas teh hijau." Kata Kathrine.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Balas pelayan restoran berjalan ke arah dapur.
"Arthur, aku lihat setiap 3 bulan sekali kamu datang ke kota ini." Kata Kathrine melihat Arthur.
"Benar, aku datang ke kota ini setiap 3 bulan sekali." Arthur mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya. "Ini pesanan anda." Kata pelayan restoran mengantarkan pesanan Arthur dan Kathrine.
"Kathrine ayo kita makan." Kata Arthur melihat Kathrine.
"Baik." Kathrine mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Kathrine telah selesai makan. "Arthur apa kamu akan pergi dari kota ini." Tanya Kathrine.
"Benar, besok aku akan pergi dari kota ini." Arthur mengangguk.
"Jika tidak keberatan, maukah kamu menemaniku membeli pakaian." Kata Kathrine melihat Arthur.
"Tidak masalah. Aku akan menemanimu membeli pakaian." Balas Arthur.
"Bagus." Kathrine tersenyum.
Sementara itu di tempat lain. Pria paruh baya dengan yang memiliki telinga hewan sedang duduk di sebuah kursi. "Tuan, saya melihat Kathrine sedang makan bersama seorang pria." Kata pria dengan telinga dan ekor hewan.
"Bunuh pria itu. Karena anakku mati. Tidak ada pria yang boleh hidup setelah mendekati Kathrine." Kata pria paruh baya.
"Baik tuan." Pria dengan telinga hewan mengangguk.
"Thomas, karena kamu mati. Semua pria yang mendekati Kathrine juga harus mati." Kata pria paruh baya dengan telinga hewan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di depan sebuah penginapan. "Arthur terimakasih sudah menemaniku berbelanja." Kathrine.
"Aku juga senang bisa menemanimu berbelanja." Arthur tersenyum.
"Besok sebelum kamu pergi dari kota ini. Ayo kita makan bersama." Kata Kathrine melihat Arthur.
"Baik, ayo kita makan bersama." Arthur mengangguk. Kathrine tersenyum kemudian berjalan pergi.
Melihat Kathrine yang pergi, Arthur kemudian masuk ke dalam penginapan. Saat masuk ke dalam penginapan, Arthur tidak tahu bahwa ada pria yang mengawasi dirinya dari jauh.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang tertidur di dalam kamar. "Kreekk." Jendela kamar Arthur tiba-tiba terbuka. "Mati." Kata sebuah suara.
"Water ball." Kata Arthur membuka matanya. "Bluukk." Bola air raksasa tiba-tiba muncul di depan Arthur.
"Uuuhhh." Arthur melihat pria dengan telinga hewan muncul di dalam bola air. "Aku sudah terbiasa di serang assassin. Jadi jangan berpikir assassin sepertimu dapat membunuhku." Kata Arthur melihat pria dengan telinga hewan yang berada di dalam bola air.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian 4 panah angin muncul di udara. "Mati!!" Arthur menembakan 4 panah angin ke kaki dan tangan pria dengan telinga hewan. "Buuusssh." "Buusshh." "Ahhh." 4 panah angin menembus kedua kaki dan tangan pria.
Arthur menghilangkan bola air dan berkata. "Jika kamu mengatakan siapa yang mengirimmu untuk membunuhku. Aku akan mengampuni hidupmu."
"Mati." Kata pria dengan telinga hewan kemudian menembakan jarum dari mulutnya.
"Ceeepp." Arthur melihat jarum menancap di bahunya. "Hehehe. Jarum itu mengandung racun yang sangat kuat. Kamu sebentar lagi akan mati." Pria dengan telinga hewan tertawa.
Arthur mencambut jarum dan berkata. "Heal." "Singg!!" cahaya hijau menyinari tubuh Arthur.
"Kamu seorang healer." Pria dengan telinga hewan terkejut saat melihat Arthur.
"Ahhhh." Pria dengan telinga hewan berteriak saat tubuhnya terbakar.
"Tok." "Tok." "Tuan, apa anda baik-baik saja." Arthur melihat seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Menghilang." Kata Arthur kemudian melompat dari jendela.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di luar kota. "Aku sudah membunuh Thomas. Jadi siapa yang mengirim assassin untuk membunuhku." Gumam Arthur.
"Tunggu sampai levelku mencapai 9999. Aku akan kembali lagi ke kota ini dan mencari tahu siapa yang mengirim assassin untuk membunuhku." Kata Arthur kemudian berjalan pergi.
1 Tahun telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di atas mayat monster ular. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 21 tahun
Level : 9.500 Next Level 9.501 Exp
Job : Beast Tamer
Ras : Manusia
Strength : 9505
Agility : 9505
Vitality : 9505
Stamina : 9505
Magic : 9510
Poin : 0
Poin Skill : 65
Skill : Observation (SSS) Copy (SSS) Quadruple Exp (SSS) Sihir Black Black Fire (SSS) Summoning Magic (SSS) Menjinakan Binatang (SSS) Sihir Penyembuh (SSS) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (SSS) Menghilang (SSS) Memanah (S)
"Dengan levelku sekarang. Seharusnya aku bisa mengalahkan iblis itu. Meski dia memiliki level lebih tinggi dariku." Kata Arthur melihat statusnya.
Arthur melihat langit dan berteriak. "Rocky."
"Quaaakk." Arthur melihat burung putih sebesar 5 meter turun dari langit dan mendarat di depannya.
Arthur menaiki burung putih dan berkata. "Pergi ke kota Geneva." "Quuaakk." "Wuusshh." Burung putih kemudian terbang ke langit.
2 Hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang terbang di langit dengan menaiki burung putih. "Mendarat di depan gerbang kota." Kata Arthur.
"Quuaakk." Burung putih kemudian mendarat di depan gerbang kota.
Arthur turun dari burung putih dan berkata "Pergilah."
"Quuaakk." Burung putih kemudian terbang ke langit.
"Sekarang waktunya mencari informasi tentang iblis itu." Kata Arthur masuk ke dalam kota.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang memakai jubah bewarna hitam. "Beel malam ini kamu akan mati." Kata Arthur kemudian bergumam. "Menghilang." Tubuh Arthur kemudian menghilang.
Arthur masuk ke dalam sebuah villa dan melihat iblis berkulit ungu sedang bersenang-senang dengan wanita. "Munculkan informasi Beel." Gumam Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Beel
Usia : 99 tahun
Level : 9999
Job : Archmage
Ras : Iblis
Strength : 9999
Agility : 9999
Vitality : 9999
Stamina : 9999
Magic : 9999
Skill : Black Fire (SSS) Sihir Kegelapan (SSS)
"Seperti yang dirumorkan. Dia memiliki 2 skill level SSS." Gumam Arthur melihat status iblis.
"Aktifkan skill Copy salin Job Archmage Beel." Kata Arthur melihat iblis yang sedang bersenang-senang.
"Anda menyalin job Archmage." "Anda mendapatkan skill Sihir Kegelapan (SSS)" Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Bagus. sekarang waktunya aku membunuhnya." Gumam Arthur kemudian melesat ke arah iblis.
"Crasshhh." Arthur memotong lengan kanan iblis. "Ahhhh." Iblis berteriak saat Arthur memotong lengannya.
"Mati!!" Kata Arthur memotong lengan kiri iblis. "Crasshh."
"Ahhhh." "Black fire ball." Teriak iblis kemudian bola api hitam muncul di depannya. "Mati!!" Iblis menembakan bola api ke arah Arthur. "Booomm!!" Bola api meledak dan menghancurkan kamar.
"Mati!!" Kata Arthur muncul di belakang iblis dengan badan penuh luka bakar. "Pucchhii." Arthur menusuk jantung iblis.
"Uuhh." Iblis batuk darah saat Arthur menusuk jantungnya.
"Crasshh." Arthur kemudian memotong tubuh iblis menjadi dua.
"Exp +39.996." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Uuhhuukk." Arthur batuk darah. "Jika levelku di bawah 9000 aku akan mati saat terkena serangannya." Kata Arthur mengusap darah di mulutnya.
"Tolong aku." Arthur melihat wanita yang tergeletak di lantai dengan badan hangus terbakar.
Saat hendak menyembuhkan wanita. Arthur melihat wanita menghembuskan nafas terakhirnya. "Maaf, karena diriku. Kamu juga ikut terbunuh." Kata Arthur melihat wanita yang meninggal.
Arthur menyentuh dadanya dan berkata. "Heal." "Singg!!" Cahaya hijau menyinari tubuh Arthur.
Beberapa detik kemudian semua luka bakar di tubuh Arthur menghilang. Saat hendak berjalan pergi. Arthur melihat tubuhnya bersinar.
Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di dalam gua. "Jangan bilang aku kembali lagi ke masa lalu." Arthur terkejut.
Arthur membuka statusnya dan mengutuk. "Berengsek, aku benar-benar kembali ke masa lalu."
"END!!"