
"Manusia aku akan membunuhmu." Arthur melihat Lilith melompat ke arahnya. Namum Arthur dengan mudah menghindari Lilith.
"Manusia mengapa kamu mengirimku ke dunia ini." Lilith berteriak.
"Maaf, aku telah membuatmu menjadi bahan uji coba formasi teleportasi." Kata Arthur melihat Lilith.
"Manusia cepat sembuhkan diriku." Lilith menatap Arthur.
"Baiklah." Balas Arthur kemudian menyentuh bahu Lilith. "Heal." "Singg!!!" Cahaya hijau menyelimuti tubuh Lilith.
"Aku sudah menyembuhkan lukamu. Sekarang cepat katakan seperti apa dunia ini." Kata Arthur melihat Lilith.
"Dunia ini hampir sama seperti dunia kita. Di dunia ini ada ras manusia, iblis, elf, beast human, dwarf, dragon dan monster."
"Tapi batas max level mahluk hidup di dunia ini bukan 999 melainkan 9999." Kata Lilith.
Mendengar kata Lilith Arthur berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 999 Next Level 1000 Exp
Job : Mage
Ras : Manusia
Strength : 1005
Agility : 1005
Vitality : 1005
Stamina : 1005
Magic : 1005
Poin : 0
Poin Skill : 84
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)
"Sepertinya apa yang kamu katakan benar." Kata Arthur melihat statusnya.
"Apa batas skill level di dunia ini." Tanya Arthur.
"Batas level skill di dunia ini adalah SSS. Untuk meningkatkan skill s ke level ss membutuhkan 10 poin skill. Dan untuk meningkatkan skill ss ke level SSS membutuhkan 100 poin skill." Kata Lilith.
Arthur terkejut saat mendengar kata Lilith. "Untuk mendapatkan 100 poin skill. Aku harus level up 1000 kali." Kata Arthur.
"Untuk saat ini aku akan meningkatkan level Skill Observation dan Copy." Kata Arthur menggunakan 20 poin skill untuk meningkatkan level skill Observation dan Copy.
"Skil Observation Level up." "Skill Copy Level Up." Notifikasi muncul di depan Arthur.
Arthur melihat Lilith dan bergumam. "Aktifkan skill Copy salin Job Archmage Lilith.
"Anda menyalin job Archmage." "Anda mendapatkan sihir api hitam level (SS)" Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Bagus. Aku berhasil menyalin jobnya." Gumam Arthur dengan senang.
"Manusia mengapa kamu tiba-tiba tersenyum." Lilith menatap Arthur dengan aneh.
"Aku berhasil meningkatkan level skillku." Kata Arthur.
"Baiklah, ayo kita keluar dari gua." Kata Lilith berjalan keluar dari gua. Arthur kemudian mengikuti Lilith keluar dari gua.
Saat keluar dari gua Arthur melihat serigala hijau sebesar 10 meter dengan tubuh di selimuti angin. "Hati-hati monster di hutan ini semuanya di atas level 999." Kata Lilith dengan ekspresi serius.
"Terimakasih atas peringatannya. Kali ini aku tidak akan mengulangi kesalahan keduaku lagi." Kata Arthur teringat dirinya mati di bunuh ogre.
"Black fire." Kata Arthur kemudian api hitam muncul di tangannya.
"Sejak kapan kamu menguasai api hitam." Lilith terkejut melihat Arthur menciptakan api hitam.
Arthur mengabaikan Lilith dan berkata. "Black fire ball." "Wuusshh." Api hitam kemudian membentuk bola api raksasa.
"Mati." Arthur menembakan bola api ke arah serigala hijau. "Booomm!!" Bola api meledak saat mengenai tubuh serigala hijau.
"Exp + 1.000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Ayo kita pergi dari sini." Kata Arthur berjalan pergi.
"Hei, kamu belum menjawab pertanyaanku. Sejak kapan kamu menguasai black fire." Teriak Lilith.
"Aku tidak percaya denganmu." Teriak Lilith.
"Aku tidak peduli meski kamu tidak mempercayaiku." Kata Arthur.
"Lilith apa ras manusia dan iblis di dunia ini juga bermusuhan." Tanya Arthur.
"Tidak, di dunia ini ras iblis dan manusia tidak bermusuhan." Balas Lilith.
"Oohh." Arthur terkejut dengan jawaban Lilith.
"Grrrr." Arthur melihat harimau sebesar 10 meter yang tubuhnya di selimuti api. "Menghindar." Kata Arthur melihat harimau menembakan bola api ke arahnya. "Booomm." Bola api meledak dan membakar pohon di belakang Arthur.
"Black fire." Arthur melihat Lilith mencipatakan bola api hitam. "Mati." Lilith menembakan bola api hitam ke arah harimau. "Booomm!!" Bola api meledak.
"Lilith belakangmu." Teriak Arthur melihat serigala bewarna hitam sebesar 10 meter yang muncul di belakang Lilith.
"Crasshh." Serigala hitam mencakar punggung Lilith. "Ahhhh." Lilith berteriak kesakitan.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara. "Mati!!" Arthur berteriak dan menembakan puluhan panah angin ke arah serigala hitam.
"Ceeepp." "Ceeppp." Puluhan panah angin menancap di tubuh serigala hitam. "Grrrr." Serigala hitam menatap ke arah Arthur.
"Dia masih belum mati." Arthur terkejut. "Grrrr." Serigala hitam kemudian melesat pergi.
"Manusia tolong sembuhkan aku." Kata Lilith menatap Arthur.
"Kamu beban." Kata Arthur berjalan ke arah Lilith dan menyentuh punggungnya. "Heal." "Singg!!" Cahaya hijau menyelimuti tubuh Lilith.
Tidak lama kemudian luka di punggung Lilith telah sembuh. "Serigala yang menyerangku menguasai elemen kegelapan, jadi serigala itu bisa menyatu dengan bayangan." Kata Lilith.
"Sepertinya cepat atau lambat aku akan mendapatkan sihir kegelapan." Gumam Arthur.
"Benar, bagaimana caranya kamu bisa selamat di dunia ini. Jika kamu dapat terluka dengan mudah oleh serangan monster." Kata Arthur melihat Lilith.
"Tadi aku ceroboh, jadi serigala itu dapat menyerangku." Balas Lilith.
"Aku tidak percaya dengan perkataanmu." Kata Arthur.
"Aku tidak peduli meski kamu tidak mempercayaiku." Balas Lilith.
"Berengsek, dia menyalin kata-kataku." Arthur mengutuk di pikirannya.
"Baiklah, ayo kita pergi dari hutan ini." Kata Lilith. Arthur mengangguk. Arthur dan Lilith kemudian berlari meninggalkan hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lilith sedang berlari. "Apa masih lama untuk meninggalkan hutan ini." Tanya Arthur.
"Tidak, sebentar lagi kita akan keluar dari hutan." Balas Lilith.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat dirinya telah meninggalkan hutan. "Ayo kita berpisah." Kata Lilith melihat Arthur.
"Baiklah, aku harap kamu tidak terluka lagi oleh serangan monster." Balas Arthur.
"Berengsek." Lilith mengutuk dan melesat pergi.
Tidak lama setelah berpisah dengan Lilith. Arthur melihat ogre bewarna coklat sebesar 5 meter. "Ogre." Ekspresi Arthur menjadi buruk saat melihat ogre. Arthur tidak akan pernah lupa bahwa dirinya mati di bunuh oleh ogre.
"Black fire ball." Kata Arthur kemudian bola api hitam muncul di tangannya. "Mati." Teriak Arthur menembakan bola api ke arah ogre bewarna coklat. "Booomm!!" Bola api meledak.
"Exp + 900." Melihat notifikasi yang muncul di depannya Arthur berjalan pergi. Tidak lama setelah berjalan Arthur melihat sebuah pemukiman ogre.
"Black fire ball." Kata Arthur kemudian bola api raksasa muncul di udara. "Mati!!" Teriak Arthur menembakan bola api raksasa ke arah pemukiman ogre. "Booomm!!" ledakan besar terjadi.
"Exp +900." "Exp +910." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Puluhan notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sepertinya kamu sangat membenci ogre." Arthur mendengar suara dan melihat Lilith.
"Bukankah kamu ingin berpisah dan berpertualang sendiri." Kata Arthur melihat Lilith.
"Aku tiba-tiba berubah pikiran." Balas Lilith.
"Lilith apa kamu tahu dimana tempat tinggal ogre lainnya." Kata Arthur melihat Lilith.
"Aku tahu." Balas Lilith. "Antar aku kesana. Aku akan membunuh semua ogre di dunia ini." Balas Arthur.
"Sebelum kita pergi. Lebih baik kamu menghadapinya terlebih dulu." Kata Lilith.
Arthur berbalik dan melihat Ogre bewarna coklat dengan tinggi 9 meter yang membawa sebuah kapak.
"Menarik. Kamu tidak mati setelah terkena serangan bola api ku." Kata Arthur melihat Ogre.
"Manusia matilah." Teriak Ogre menyerang Arthur.
"Oohh. Ogre di dunia ini juga bisa berbicara." Kata Arthur melompat mundur dan menghindari serangan Ogre.