I Copy Your Job

I Copy Your Job
45. Mendapatkan Magic Crystal



Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana. Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di singgasana.


"Arthur apa kamu baik-baik saja." Tanya Eleanor.


"Saya baik-baik saja." Arthur mengangguk.


"Baguslah jika kamu baik-baik saja." Eleanor tersenyum.


"Apa kamu membunuh assassin yang menyerangmu." Tanya Eleanor.


"Aku membunuhnya." Balas Arthur.


"Benar, aku belum berterimakasih kepadamu. Berkatmu kita bisa memukul mundur pasukan negara Kaunas." Eleanor tersenyum.


"Jika tidak ada yang ingin anda katakan lagi. Aku akan istirahat." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Fiona antar Arthur ke kamar barunya." Kata Eleanor.


"Baik yang mulia." Kata Fiona yang berdiri di luar pintu.


"Tuan Arthur, apa anda membenci yang mulia." Tanya Fiona.


"Aku tidak membencinya." Balas Arthur.


"Lalu mengapa anda bersikap dingin kepada yang mulia." Balas Fiona. Arthur tidak menjawab pertanyaan Fiona. Melihat Arthur tidak menjawab pertanyaan. Fiona tidak bertanya lagi.


"Ini kamar baru anda tuan." Kata Fiona menunjukan kamar.


"Kamu bisa pergi." Kata Arthur melihat Fiona.


"Baik tuan." Fiona mengangguk.


Arthur masuk ke dalam kamar dan berbaring di kasur. "Jika aku kembali lagi ke masa lalu. Mungkin aku bisa menjadi gila dan membunuh semua orang." Gumam Arthur memegang kepalanya.


Keesokan harinya di negara Kaunas, manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia, Katy telah terbunuh. Dan yang membunuhnya adalah Arthur." Kata manusia serigala berbulu putih.


"Sepertinya kita terlalu meremehkan manusia bernama Arthur itu." Kata manusia harimau.


"Wolfer apa kamu punya rencana lain untuk mengalahkan negara Volgrad." Kata Harimau putih.


"Mengapa anda tidak menantang manusia bernama Arthur itu bertarung 1 vs 1 yang mulia. Jika anda berhasil membunuhnya. Negara Volgrad pasti akan kehilangan semangat bertarung." Kata manusia serigala.


"Idemu tidak buruk." Kata manusia harimau putih.


Beberapa jam kemudian. Arthur sedang berada di sebuah ruangan bersama Eleanor. "Arthur raja Alexander menantangmu untuk bertarung 1 vs 1 denganmu." Kata Eleanor membaca sebuah surat.


"Terima tantangannya. Aku akan membunuhnya di hadapan ribuan pasukannya." Kata Arthur berjalan keluar dari ruangan.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di ruang makan. "Tuan Arthur apa anda akan bertarung dengan Alexander." Tanya Fiona.


"Benar, aku akan bertarung dengan Alexander." Balas Arthur.


"Tuan Arthur Alexander memiliki level 800. Anda sebaiknya tidak boleh meremehkannya." Kata Fiona.


"Kamu tidak perlu khawatir. Levelku sekarang adalah 945." Kata Arthur mengigit daging ikan.


"Ahhhh." Fiona terkejut saat mendengar level Arthur.


Keesokan harinya Arthur sedang berada di atas benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Arthur tunjukan dirimu." Arthur mendengar suara teriakan kemudian melompat turun dari atas benteng. "Booomm!!!"


"Apa kamu Arthur manusia yang membunuh Katy." Kata manusia harimau berbulu putih menatap Arthur.


"Benar, aku Arthur yang membunuh manusia kucing jelek itu." Balas Arthur.


"Manusia hari ini aku Alexander penguasa negara Kaunas akan membunuhmu." Teriak manusia harimau.


"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api raksasa muncul di udara. "Mati." Arthur menembakan bola api raksasa ke arah manusia harimau. "Boooomm!!!" Ledakan besar terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Arthur melihat manusia harimau duduk di tanah dengan badan penuh luka bakar.


"Uhuuuk. Manusia aku tidak menyangka kamu akan menggunakan sihir." Manusia harimau batuk darah.


"Sebelum menantangku bertarung. Seharusnya kamu sudah tahu bahwa aku bisa menggunakan sihir api." Balas Arthur.


"Uhuukk. Aku menyesal sudah menantangmu bertarung." Kata manusia harimau kemudian tergeletak di tanah.


Melihat tidak ada notifikasi yang muncul di depannya. Arthur berjalan ke arah manusia harimau kemudian menusuk jantungnya.


"Exp + 800 " Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Hidup tuan Arthur." "Tuan Arthur adalah yang terhebat." Semua prajurit berteriak saat Arthur membunuh Alexander. Sementara ribuan beast human terkejut melihat Arthur membunuh raja mereka.


"Fire ball." Kata Arthur kemudian 4 bola api raksasa muncul di udara. "Mati." Kata Arthur menembakan 4 bola api raksasa ke arah ribuan beast human. "Booomm!!" ledakan besar terjadi.


"Serang!!" Ribuan prajurit berteriak dan berlari ke arah ribuan beast human.


"Berhenti, kami tidak ingin melanjutkan perang." Teriak manusia serigala berbulu putih.


"Semuanya berhenti." Teriak Arthur. Semua prajurit kemudian berhenti berlari saat mendengar teriakan Arthur.


"Negara Kaunas kami ingin membuat perjanjian damai dengan negara Volgrad." Kata manusia serigala melihat Arthur.


"Jika negara Kaunas ingin berdamai dengan negara Volgrad. Negara Kaunas harus memberikan semua magic crystal yang negara kalian miliki kepada negara Volgrad." Kata Arthur melihat manusia serigala.


"Baiklah, kami akan memberikan magic crystal kepada negara Volgrad." Kata manusia serigala.


"Babi gemuk, beritahu pada Eleanor. Bahwa negara Kaunas ingin membuat perjanjian damai." Teriak Arthur.


"Baik. Saya akan memberitahu yang mulia." Teriak Luis yang berada di atas benteng.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat Luis kembali bersama Eleanor. "Apa kamu ingin membuat perjanjian damai dengan negaraku." Eleanor melihat manusia serigala.


"Benar, aku ingin membuat perjanjian damai dengan negaramu." Kata manusia serigala.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat Eleanor dan manusia serigala tanda tangan di sebuah kertas. "Jika besok kamu tidak mengirim magic crystal. Perjanjian damai ini akan batal dan bersiaplah negaramu akan hancur." Kata Arthur melihat manusia serigala.


"Kamu tidak perlu khawatir. Besok aku akan mengirimkan semua magic crystal yang negara kami miliki." Balas manusia serigala.


"Bagus." Arthur mengangguk.


"Semuanya, ayo kembali." Teriak manusia serigala melihat ribuan human beast.


"Terimakasih Arthur. Berkat dirimu negara Volgrad bisa berdamai dengan negara Kaunas." Eleanor tersenyum kepada Arthur.


"Kamu tidak boleh terlalu senang. Jika negara Kaunas tidak memberiku magic crystal. Aku akan merobek surat perjanjian damai dan menyerang negara Kaunas." Kata Arthur berjalan pergi.


Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana. "Tuan Arthur anda sangat luar biasa. Anda berhasil mengalahkan Alexander dan membuat negara Volgrad dan Kaunas berdamai." Fiona meliha Arthur dengan tatapan kagum.


"Jika negara Kaunas tidak memberiku magic crystal. Aku akan merobek surat perjanjian damai dan menyerang kembali negara Kaunas." Kata Arthur berjalan ke dalam kamarnya.


"Ahhh." Fiona terkejut dengan jawaban Arthur.


Arthur masuk ke dalamnya dan berkata. "Buka status." Layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 970


Job : Assasin


Ras : Manusia


Strength : 950


Agility : 950


Vitality : 950


Stamina : 950


Magic : 955


Poin : 125


Poin Skill : 82


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S)


"Aku level up 25 kali." Kata Arthur melihat statusnya.


"Jika aku membunuh semua pasukan negara Kaunas. Seharusnya aku bisa mencapai level Max." Gumam Arthur.


"Aku akan menambahkan 25 poin pada Magic, 25 poin pada Strength, 25 poin pada Agilty, 25 poin pada Vitality, dan 25 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan kekuatannya.


"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


Keesokan harinya Arthur sedang berada di sebuah ruangan bersama Eleanor. "Aku tidak menyangka negara Kaunas memiliki banyak magic crystal." Arthur terkejut melihat 90 magic crystal di depannya.


"Dengan magic crystal sebanyak ini. Kami bisa mengirim kembali kamu ke dunia asalmu." Kata Eleanor melihat Arthur.


"Bisakah anda memberi saya uang. Saya ingin menjemput teman-teman saya dan membawa mereka kesini." Arthur melihat Eleanor.