I Copy Your Job

I Copy Your Job
47. Membantu Veronica



Veronica melepas pantiesnya dan berkata. "Arthur kamu bisa memasukan milikmu ke dalam diriku." Arthur mengangguk kemudian menusuk pussy Veronica.


"Ahhhh." Veronica berteriak saat Arthur menusuk miliknya.


"Kamu masih virgin." Arthur pura-pura terkejut melihat darah yang mengalir dari pussy Veronica.


"Apakah kamu terkejut karena wanita berusia 33 tahun sepertiku masih virgin." Veronica tersenyum.


"Tentu saja aku terkejut." Balas Arthur berbohong.


"Suamiku tidaklah normal. Selama kita menikah dia tidak pernah menyuntuh tubuhku." Kata Veronica.


"Jika aku menjadi suamimu. Aku akan menyentuh tubuhmu setiap hari." Kata Arthur meremas dada Veronica.


"Emmm, tapi sayangnya kamu bukan suamiku." Kata Veronica melihat Arthur.


"Apa kamu mencintai suamimu." Tanya Arthur.


"Dulu aku mencintainya. Tapi sekarang aku tidak mencintainya." Veronica menggeleng.


"Mengapa kamu tidak berpisah dengannya. Jika kamu tidak mencintainya." Tanya Arthur.


"Dia akan membunuhku. Jika aku meminta berpisah dengannya." Kata Veronica menangis. Veronica kemudian mulai menceritakan tentang dirinya kepada Arthur.


"Aku akan membantumu berpisah dengan suamimu. Jadi berhentilah menangis." Kata Arthur menghapus air mata Veronica.


"Terimakasih Arthur." Veronica berhenti menangis. Arthur dan Veronica saling menatap kemudian mulai berciuman.


1 Jam kemudian Arthur melihat Veronica sedang tertidur. Arthur memakai pakaiannya kemudian keluar dari kamar.


Arthur keluar dari penginapan dan berjalan ke arah bar. "Mengapa kamu sangat lama." Kata Deni melihat Arthur masuk ke dalam bar.


"Veronica bercerita tentang masalah hidupnya. Jadi aku terpaksa menghiburnya." Balas Arthur. Deni menatap curiga kepada Arthur.


"Steven Dan yang lain. Mungkin akan tiba di pelabuhan ini 9 hari lagi." Kata Arthur melihat Deni.


"Dari pada menunggu lama di sini. Mengapa tidak ikut denganku pergi ke negara Luocius." Kata Arthur.


"Kapan kita akan pergi ke negara Luocius." Tanya Deni.


"Besok." Balas Arthur. "Ayo kita pergi ke penginapan. Aku ingin istirahat." Kata Arthur melihat Deni.


"Baiklah." Deni mengangguk. Arthur dan Deni kemudian keluar dari bar.


Arthur kemudian masuk ke dalam penginapan tempat Veronica menginap. "Kita pesan 2 kamar untuk 1 hari." Kata Arthur memberikan 2 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Baik. Silakan ikuti saya." Kata pelayan penginapan melihat Arthur dan Deni.


Keesokan harinya Veronica yang sedang tertidur terbangun. Melihat Arthur tidak ada di kamarnya Veronica mengigit bibirnya. "Sepertinya dia meninggalkanku."


"Siapa yang meninggalkanmu." Kata Arthur masuk ke dalam kamar.


"Arthur." Veronica menangis saat melihat Arthur.


"Arthur aku pikir kamu meninggalkanku." Veronica memeluk Arthur.


"Aku sudah berjanji untuk membantumu berpisah dengan suamimu. Bagaimana bisa aku meninggalkanmu." Arthur tersenyum dan menghapus air mata Veronica.


"Arthur mengapa kita tidak mandi bersama. Aku ingin merasakan mandi bersama seorang pria." Kata Veronica melihat Arthur.


"Baiklah, ayo kita mandi bersama." Balas Arthur. Veronica tersenyum mendengar Arthur setuju mandi dengannya.


Arthur dan Veronica kemudian masuk ke dalam kamar mandi. "Arthur kamu memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang bagus." Kata Veronica membasuh badan Arthur.


"Kamu juga memiliki wajah yang cantik serta tubuh yang bagus." Kata Arthur meremas dada bulat Veronica. "Emmm." Veronica mengerang saat Arthur meremas dadanya. Arthur dan Veronica saling menatap kemudian mulai berciuman.


1 Jam kemudian Arthur dan Veronica sedang berbaring telanjang di kasur. "Ayo kita pergi makan." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk. Arthur dan Veronica kemudian mulai mengenakan pakaian.


Setelah selesai berpakaian Arthur dan Veronica keluar dari kamar. "Tok." "Tok." Arthur mengetuk pintu kamar Deni.


"Sepertinya temanku tidak ada di kamar." Kata Arthur.


"Ayo kita pergi ke restoran." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk.


"Apa kamu masih kuat, untuk menghabiskan 1 ekor kepiting dan 1 cumi lagi." Balas Arthur melihat Deni.


"Tentu saja aku masih kuat." Balas Deni.


Beberapa menit kemudian Arthur, Deni dan Veronica telah selesai makan. "Ayo pergi." Kata Arthur keluar dari restoran. Deni dan Veronica kemudian mengikuti Arthur keluar dari restoran.


Arthur berjalan ke arah pria yang duduk di kereta kuda dan berkata. "Kami ingin pergi ke negara Luocius"


"30 coin emas." Kata pria melihat Arthur. Arthur kemudian memberikan 30 coin emas kepada pria.


"Kapan anda ingin pergi ke negara Luocius." Tanya pria.


"Kami ingin pergi ke negara Luocius sekarang juga." Kata Arthur.


"Baik, silakan masuk ke dalam kereta." Kata pria melihat Arthur, Deni dan Veronica.


Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam kereta di ikuti Veronica dan Deni. "Ayo berangkat." Kata Arthur melihat pria.


"Baik." Pria mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.


3 hari telah berlalu. Saat ini Arthur melihat kereta kuda masuk ke dalam sebuah kota. "Kita sudah sampai." Kata pria menghentikan kereta kuda.


Arthur, Deni dan Veronica kemudian turun dari kereta. "Veronica dimana rumahmu." Kata Arthur melihat Veronica.


"Ikuti aku." Kata Veronica berjalan pergi. Arthur dan Deni kemudian mengikuti Veronica.


Beberapa menit kemudian Veronica berhenti di depan sebuah rumah. "Ini rumahku." Kata Veronica melihat Arthur dan Deni.


"Ayo masuk." Kata Arthur membuka pintu dan masuk ke dalam rumah Veronica.


Saat masuk ke dalam rumah, Arthur mendengar suara rintihan. Arthur berjalan ke arah kamar dan membuka pintu. "Fack." Arthur mengutuk saat melihat dua pria saling berciuman dengan telanjang.


"Sial, aku tidak menyangka di dunia ini juga ada gay." Deni mengutuk saat melihat dua pria yang saling berciuman.


"Siapa kalian. Mengapa kalian masuk ke dalam rumahku." Kata pria berusia 30an dengan rambut hitam.


"Veronica." Pria berusia 30an melihat Veronica yang berdiri di belakang Arthur.


"Belamy, aku ingin kita berpisah." Kata Veronica melihat pria berusia 30an.


"Apa yang kamu katakan." Pria berusia 30an berteriak saat mendengar kata Veronica.


"Pelankan nada bicaramu. Atau aku akan membakar burungmu." Kata Arthur menciptakan api di tangannya.


Ekspresi pria menjadi buruk saat mendengar kata Arthur. "Veronica ambil surat nikah kalian." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk kemudian membuka laci. Veronica kemudian mengambil surat nikah yang berada di dalam laci.


"Kamu bisa merobek surat nikah itu." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk kemudian merobek surat nikah miliknya.


"Dengan begini kalian sudah tidak menjadi suami istri." Kata Arthur melihat Veronica dan pria berusia 30an.


"Belamy mulai saat ini kita tidak memiliki hubungan apapun." Kata Veronica keluar dari kamar. Arthur dan Deni melihat dua pria yang telanjang kemudian keluar dari kamar.


"Arthur terimakasih sudah membantuku berpisah dengan suamiku." Veronica tersenyum.


"Sekarang kamu sudah berpisah dengan suamimu. Apa kamu masih ingin pergi ke negara Bradfort." Tanya Arthur.


"Arthur apa kamu akan kembali ke dunia asalmu." Tanya Veronica.


"Benar, aku akan Kembali ke dunia asalku." Balas Arthur.


"Aku akan pergi ke negara Bradfort." Kata Veronica.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur, Deni dan Veronica berada di penginapan. "Kami pesan 3 kamar untuk 1 hari." Kata Arthur memberikan 3 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Silakan ikuti saya." Kata pelayan penginapan naik ke lantai atas. Arthur, Deni dan Veronica kemudian mengikuti pelayan penginapan.


Beberapa menit kemudian Arthur yang berada di kamarnya mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat Veronica berdiri di depan kamarnya.


"Arthur, apa aku boleh tidur bersamamu." Veronica melihat Arthur.


"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kamu boleh tidur bersamaku." Balas Arthur. Veronica tersenyum kemudian masuk ke dalam kamar Arthur.