
Keesokan harinya Arthur berada di dalam gua. Arthur membuka peti dan melihat ratusan coin emas yang ada di dalam peti. "Dengan uang sebanyak ini, aku tidak perlu khawatir jika ingin pergi ke negara Volgrad dan Sturgart." Gumam Arthur menutup peti. Arthur kemudian keluar dari gua dengan membawa peti.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke rumahnya. "Saat ini levelku terlalu rendah. Setidaknya aku harus level 400 jika ingin pergi ke negara Volgrad atau Sturgart." Kata Arthur berbaring di kasur.
3 Hari kemudian Arthur sedang berada di tepi danau. Arthur melihat bunga merah di tepi danau dan bergumam. "Maaf suster. Satu-satunya jalan untuk mendapatkanmu. Hanya dengan bunga ini." Kata Arthur memetik bunga merah.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke desa. Arthur masuk ke dalam gereja dan melihat Lily sedang duduk membaca buku. "Arthur." Kata Lily melihat Arthur masuk ke dalam gereja.
"Suster apa kamu memiliki makanan." Arthur tersenyum.
"Apa kamu belum makan." Tanya Lily.
"Aku belum makan." Balas Arthur.
"Tunggu sebentar. Aku akan membuatkanmu makanan." Kata Lily masuk ke dalam ruangan.
"Kejadian ini sama seperti dulu." Gumam Arthur kemudian mengikuti Lily masuk ke dalam ruangan. Arthur duduk di kursi kemudian menaruh bunga di bawah meja.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Lily telah selesai memasak. "Aku membuatkanmu salad dan jamur." Lily tersenyum.
"Suster ayo kita makan bersama." Arthur melihat Lily.
"Baiklah, aku juga belum makan siang." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian mulai makan.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily yang terengah-engah dengan wajah merah. "Suster apa kamu baik-baik saja." Tanya Arthur.
"Aku baik-baik saja." Lily tersenyum dan mengigit bibirnya.
"Arthur lanjutkan saja makanmu. Aku ingin pergi ke kamar mandi." Kata Lily berjalan ke kamar mandi.
Arthur berdiri kemudian mengikuti Lily ke kamar mandi. "Suster Lily apa kamu masih lama. Aku tiba-tiba ingin buang air kecil." Kata Arthur mengetuk pintu kamar mandi.
"Tunggu sebentar Arthur." Kata Lily.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily keluar dari kamar mandi. "Suster Lily apa kamu baik-baik saja." Tanya Arthur memegang tangan Lily. Lily mengigit bibirnya saat Arthur memegang tangannya.
"Maafkan aku Arthur." Kata Lily memeluk Arthur kemudian mencium bibir Arthur dengan agresif.
"Suster Lily bibirmu sangat manis." Kata Arthur mencium bibir Lily. "Emmm." Lily memejamkan matanya dan mencium bibir Arthur.
"Suster Lily ayo kita pergi ke kamar." Kata Arthur menggendong Lily kemudian berjalan ke arah sebuah ruangan.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan membaringkan Lily ke kasur. "Suster Lily aku akan melepas pakaianmu." Kata Arthur melepas pakaian Lily.
"Suster Lily dadamu sungguh indah." Kata Arthur melihat dada bulat Lily. "Emmm" Lily mengerang saat Arthur menjilati dadanya.
Setelah puas bermain dengan dada Lily, Arthur kemudian melepas panties Lily. "Suster Lily aku akan menjilati milikmu." Kata Arthur menjilati pussy Lily. "Eeemm" Lily mengerang saat Arthur menjilati miliknya.
"Suster Lily, aku sudah tidak tahan." Kata Arthur kemudian menusuk pussy Lily dengan miliknya. "Ahhhh." Lily berteriak dan memeluk Arthur dengan erat.
1 Jam kemudian Arthur dan Lily berbaring di kasur dengan telanjang. "Arthur aku telah melakukan dosa besar. Sebagai seorang suster seharusnya aku menjaga kesucianku dan tidak berhubungan dengan seorang laki-laki." Lily menangis.
"Jika begitu kamu tinggal berhenti menjadi suster dan hidup bersama denganku." Kata Arthur memegang tangan Lily. Lily terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Arthur bisakah kamu keluar. Aku ingin berpakaian." Lily melihat Arthur.
"Baik, aku akan keluar." Arthur mengangguk kemudian keluar dari ruangan. Arthur mengambil bunga di bawah meja dan meremasnya.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lily keluar dari ruangan. "Arthur aku harap kamu melupakan kejadian hari ini." Kata Lily melihat Arthur.
Arthur terkejut dengan jawaban Lily. "Suster sepertinya aku tidak bisa melupakan kejadian hari ini." Balas Arthur.
Lily mengigit bibirnya saat mendengar kata Arthur. "Arthur bisakah kamu pergi." Kata Lily melihat Arthur.
"Baiklah." Arthur mengangguk kemudian keluar dari gereja.
"Semoga tuhan tidak membenci apa yang aku lakukan." Kata Lily melihat ke arah patung wanita.
Keesokan harinya Arthur berada di depan gereja. Arthur membuka pintu dan masuk ke dalam gereja. "Suster ada dimana kamu." Kata Arthur melihat gereja yang sepi.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat sebuah kertas yang ada di atas meja. "Arthur, jika kamu membaca surat ini. Aku sudah pergi meninggalkan desa. Aku harap kamu melupakan kejadian kemarin. Jangan pernah mencoba untuk mencariku." Kata Arthur membaca surat.
"Sepertinya aku terlalu terburu-buru untuk berhubungan badan dengan Lily." Kata Arthur melihat surat di tangannya.
"Jika aku kembali lagi ke masa lalu. Aku tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini." Kata Arthur menyimpan surat ke saku pakaiannya.
7 Hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang bertarung dengan gorila hitam sebesar 3 meter. Arthur melompat ke arah gorila kemudian menusuk lehernya dengan pisau. "Ceeppp." "Wooaarr." Gorila meraung saat Arthur menusuk lehernya.
"Matilah." Kata Arthur menusuk mata gorila dengan pisau. "Ceeppp." "Wooarrr." Gorila meraung.
Tidak lama kemudian Arthur melihat gorila terjatuh ke tanah dan berhenti bergerak.
"Exp +100." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." Level Up" "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Level : 100 Nex Level Membutuhkan 101 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 105
Agility : 105
Vitality : 105
Stamina : 105
Magic : 105
Poin : 5
Poin Skill : 1
Skill : Observation (E) Copy (S) Sihir Penyembuh (S)
"Aku akan menambahkan 5 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya. "Singg!!" cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Sekarang aku akan meningkatkan skill Observation." Kata Arthur menggunakan 1 poin skill untuk meningkatkan level skill Observation.
"Skill Observation Level Up." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Hunting hari ini cukup sampai disini, saatnya kembali ke desa." Kata Arthur berjalan pergi meninggalkan hutan.
Beberapa jam kemudian Arthur telah kembali ke desa dan berada di rumahnya. "Setelah Lily pergi dari desa. Hari-hariku terasa sangat membosankan." Kata Arthur berbaring di kasur.
"Apa aku perlu pergi ke kota untuk menemui yang lain." Gumam Arthur.
"Level Steven saat ini pasti lebih tinggi dariku. Karena dia memiliki Skill Double Exp. Dia pasti akan curiga karena aku mendapatkan Job Healer." Gumam Arthur.
"Untuk saat ini lebih baik aku tidak pergi ke kota." Gumam Arthur.
1 Bulan telah berlalu setelah Arthur kembali ke masa lalu. Saat ini Arthur sedang berada di hutan dan bertarung dengan ular hitam sepanjang 15 meter. "Mati." Arthur melompat dan menusuk mata ular dengan pisau.
"Ssss." Ular hitam mendesis dan menggeliat. "Mati." Arthur berteriak kemudian menusuk kepala ular berkali-kali. "Ceepp." "Ceeppp."
Tidak lama kemudian ular berhenti bergerak dan sebuah notifikasi muncul di depan Arthur.
"Exp +100." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill."
"Jika aku mempunyai skill berpedang dan sihir. Aku tidak akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membunuh ular hitam ini." Kata Arthur melihat mayat ular hitam.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Level : 200 Nex Level Membutuhkan 201 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 205
Agility : 205
Vitality : 205
Stamina : 205
Magic : 205
Poin : 5
Poin Skill : 6
Skill : Observation (S) Copy (S) Sihir Penyembuh (S)
"Aku akan menambahkan 5 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya. "Singg!!" cahaya putih menyinari tubuh Arthur.