
5 Jam kemudian Arthur keluar dari istana bersama Luis. "Apakah dia manusia yang di panggil dari dunia lain."
"Aku dengar dia memiliki level 901."
"Dia terlihat sangat muda." Arthur melihat semua prajurit mulai berbicara tentang dirinya.
Arthur naik ke dalam benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Toooottt." "Tooottt." Seorang prajurit meniup terompet.
"Pasukan pemanah kalian bersiaplah." Teriak seorang pria yang memakai armor.
Melihat pasukan musuh semakin mendekat pria yang memakai armor berteriak. "Tembak." "Wuuusshh." "Wuusshh." Ratusan prajurit mulai menembakan panah mereka. "Ahhh." "Ahhhh." Arthur melihat ratusan beast human yang mati karena terkena panah.
"Wujud mereka seperti yang aku bayangkan." Kata Arthur melihat beast human yang memiliki tubuh manusia dan kepala serigala.
"Mage sekarang giliran kalian." Teriak pria yang memakai armor.
"Wuusshh." "Wuuusshh." Arthur kemudian melihat ratusan bola api, panah angin, panah air, tombak tanah muncul di udara.
"Wuusshh." "Wuusshh." Ratusan bola api, panah angin, panah air dan tombak tanah melesat ke arah ribuan beast human. "Booomm!!!." "Booomm!!." Ledakan terjadi.
"Sekarang giliranku." Kata Arthur mengangkat tangannya dan berkata. "Fire ball." "Wuusshh." Bola api muncul di tangan Arthur dan mulai membesar.
"Ahhh." Luis dan semua mage terkejut saat melihat ukuran bola api Arthur. 10x lebih besar dari pada bola api mereka.
"Mati." Kata Arthur menembakan bola api raksasa ke arah ribuan beast human. "Boooomm!!!." Ledakan besar terjadi.
"Exp + 100." "Exp +200." Arthur melihat ratusan notifikasi yang muncul di depannya.
"Ini masih belum cukup." Kata Arthur mengangkat tangannya dan berkata. "Fire ball." "Wuusshh." Bola api raksasa sekali lagi muncul di tangan Arthur.
"Mati!!." Kata Arthur menembakan bola api raksasa ke arah ribuan beast human. "Boooomm!!!." Ledakan besar terjadi.
"Exp + 500." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Exp +300." "Exp +400." Ratusan notifikasi muncul di depan Arthur.
"Tuan Arthur, apa anda masih bisa menciptakan bola api raksasa lagi." Tanya pria yang memakai armor. Pria tahu Arthur memiliki level 901.
"Aku masih bisa." Balas Arthur.
"Bagus." Pria yang memakai armor senang saat mendengar jawaban Arthur.
"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api raksasa muncul di langit.
"Ahhh. Kali ini ukurannya 2x lebih besar dari yang sebelumnya." Luis dan pria yang memakai armor terkejut dengan ukuran bola api raksasa yang di ciptakan Arthur.
"Mati!!" kata Arthur menembakan bola api raksasa ke arah ribuan beast human. "Boooomm!!!." Ledakan besar terjadi.
"Exp +450." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." "Exp +400." Ratusan notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sekarang giliran swordsman." Kata Arthur melihat ribuan Beast human yang mendekat ke arah benteng.
"Semuanya ayo kita kalahkan Beast Human. Tunjukan pada mereka bahwa ras Manusia adalah yang terkuat di dunia ini." Teriak pria yang memakai Armor.
"Bunuh beast human." "Hancurkan beast human." Teriak ribuan prajurit.
"Semuanya serang." Teriak pria yang memakai armor kemudian melompat dari benteng.
"Serang!!!." Arthur melihat ribuan prajurit berlari ke arah ribuan beast human.
"Kuuaakkk." Arthur melihat puluhan manusia burung terbang ke arahnya. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara.
"Mati!!" "Wuusshh." "Wuusshh." Puluhan panah angin melesat ke arah puluhan manusia burung. "Busshh." "Buusshh." Puluhan panah angin menembus kepala manusia burung.
"Dia terlalu kuat. Inikah kekuatan penyihir level 900 lebih." Luis terkejut melihat Arthur membunuh puluhan manusia burung dengan mudah.
"Luis aku akan turun dan membantu mereka." Kata Arthur melompat turun. "Boomm!!." Arthur mendarat di tanah.
"Bunuh manusia itu. Manusia itu yang menciptakan bola api raksasa." Teriak manusia serigala menunjuk Arthur.
"Kalian tidak akan bisa membunuhku." Arthur terseyum kemudian menebas beast human yang menyerangnya. "Crasshh." "Crasshh." "Ahhh." "Crasshh."
"Bagaimana bisa seorang penyihir ahli dalam berpedang." Semua beast human terkejut saat melihat Arthur yang membunuh puluhan ras mereka dengan mudah.
"Manusia aku akan melawanmu." Kata manusia kerbau yang memegang kapak.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin muncul di depannya. "Mati." Kata Arthur kemudian panah angin melesat ke arah manusia kerbau.
"Sihir angin seperti ini tidak akan bisa membunuhku." Kata manusia kerbau mengayunkan kapaknya.
"Crackk." Panah angin menghancurkan kapak dan menembus kepala manusia kerbau. "Buuuk." Manusia kerbau terjatuh ke tanah dengan kepala berlubang.
"Huh, mengapa mereka semua mundur." Arthur terkejut melihat semua beast human mundur.
"Woooo. Kita berhasil memukul mundur pasukan beast human." Teriak seornag prajurit. Arthur melihat semua prajurit berteriak senang melihat semua beast human yang mundur.
"Tuan Arthur, tanpa bantuanmu. Kita tidak akan bisa memukul mundur pasukan negara Kaunas." Kata pria yang memakai armor.
"Apa sebelumnya mereka pernah mundur secepat ini." Tanya Arthur.
"Tidak pernah tuan Arthur." Pria yang memakai armor menggeleng.
"Baiklah, aku akan kembali ke istana." Arthur menepuk bahu pria yang memakai armor, kemudian berjalan ke arah istana.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana. "Tuan Arthur, yang mulia ingin bertemu dengan anda." Kata Fiona melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian berjalan ke ruangan Eleanor.
Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di singgasana. "Terimakasih Arthur. Berkatmu kita bisa memukul mundur pasukan negara Kaunas." Eleanor tersenyum.
"Karena pemimpin mereka Alexander masih belum mati. Aku yakin negara Kaunas akan menyerang lagi. Jadi kamu tidak boleh terlalu senang." Kata Arthur.
"Aku tahu." Eleanor mengangguk.
"Apa kamu bertemu Alexander saat berada dalam perang." Tanya Eleanor.
"Tidak, jika aku bertemu denganya. Aku pasti akan menantangnya bertarung 1 vs 1. Seperti ide yang aku ceritakan padamu." Kata Arthur.
Sementara itu di tempat lain. Manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia, negara Volgrad memiliki manusia yang luar biasa. Manusia itu bisa menciptakan bola api raksasa dan kemampuan berpendangnya setara swordman tingkat atas." Kata manusia serigala berbulu putih.
"Katy." "Saya disini yang mulia." Manusia kucing berkulit hitam muncul di depan manusia harimau.
"Menyusuplah ke negara Volgrad dan bunuhlah manusia yang membunuh ratusan ras kita." Kata manusia harimau berbulu putih.
"Baik yang mulia." Manusia kucing mengangguk kemudian menghilang.
Saat ini Arthur sedang berada di dalam kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 940
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 905
Agility : 905
Vitality : 905
Stamina : 910
Magic : 910
Poin : 195
Poin Skill : 79
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S)
"Aku tidak menyangka akan level up 39 kali dalam satu hari." Arthur tersenyum saat melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 40 poin pada Magic, 40 poin pada Strength, 40 poin pada Agilty, 40 poin pada Vitality, dan 35 poin pada stamina."
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Tok." "Tok." "Tuan ini saya Fiona." Fiona mengetuk pintu.
"Masuklah, pintu tidak di kunci." Kata Arthur. Fiona membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Tuan, yang mulia mengundang anda untuk makan bersamanya." Kata Fiona.
"Baiklah, ayo ikut aku ke ruang makan." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk. Arthur kemudian berjalan ke ruang makan di ikuti oleh Fiona.