I Copy Your Job

I Copy Your Job
31. Mengalahkan Raja Iblis



Saat masuk ke dalam istana Arthur dan semua teman sekelasnya melihat iblis berkulit ungu yang memiliki dua tanduk hitam sedang duduk di singgasana.


"Apa kalian semua manusia yang berasal dari dunia lain." Kata Iblis melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.


"Benar, kami semua manusia yang berasal dari dunia lain." Balas Steven.


"Apa kalian semua datang kemari untuk membunuhku." Iblis melihat Arthur dan yang lain.


"Mengapa kamu masih bertanya. Kami disini datang untuk membunuhmu." Kata pemuda dengan gigi kelinci.


"Wuusshh." "Ahhhh." Tubuh pemuda dengan gigi kelinci tiba-tiba terbakar api hitam. "Melody padamkan api yang membakar Dicky." Teriak Steven.


"Baik." Melody mengangguk kemudian berkata. "Water ball." Bola air muncul di udara kemudian menyelimuti tubuh pemuda yang terbakar. "Ssshh!!!" Api hitam yang membakar tubuh pemuda kemudian padam.


"Bunga cepat sembuhkan Dicky." Kata Steven.


"Tidak perlu disembuhkan. Dia sudah mati." Kata iblis melihat Steven.


Tubuh perempuan berambut hitam gemetar saat memeriksa nafas dan denyut nadi pemuda dengan gigi kelinci. "Steven Dicky telah meninggal." Kata perempuan berambut hitam.


"Bajingan, aku akan membunuhmu." Teriak pemuda berkulit coklat berlari ke arah iblis.


"Joshua berhenti." Teriak Steven.


"Crasshh." Iblis mengayunkan pedangnya dan membelah tubuh Joshua menjadi dua.


"Joshua." Steven berteriak melihat temannya meninggal.


"Semuanya bersiap bertarung." Teriak Steven.


"Aku tidak perlu menyembunyikan kekuatanku saat menghadapinya." Kata Arthur melihat dua temannya terbunuh.


"Fire ball." "Water spear." "Wind arrow." "Stone Spear." Arthur berteriak kemudian ratusan bola api, tombak air, panah angin dan tombak tanah muncul di udara.


"Mati!!" Arthur berteriak kemudian ratusan bola api, tombak air, panah angin dan tombak tanah melesat ke arah iblis. "Boooomm!!!." Ledakan terjadi.


"Arthur, sejak kapan kamu bisa menguasai 4 sihir elemen." Steven dan yang lain terkejut melihat Arthur.


"Dari dulu aku sudah bisa menguasai sihir 4 elemen." Balas Arthur.


"Berengsek. Beraninya kamu melukaiku." Kata iblis berkulit ungu yang telah kehilangan sebagaian tubuhnya.


"Semuanya cepat bunuh dia." Teriak Arthur.


Mendengar teriakan Arthur Steven dan semua teman sekelasnya menyerang iblis. "Pucchii." "Crasshh." Deni menusuk jantung raja iblis dan Steven memeganggal kepala raja iblis.


"Exp +999." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Bagus. Akhirnya kita bisa mengalahkan raja iblis." Arthur tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Dicky, Joshua maafkan aku. Jika aku mendengar saran Arthur. Dan menyerang raja iblis setelah level kita semua max. Kalian berdua saat ini tidak akan mati." Steven menangis melihat dua temannya yang terbunuh. Ekspresi Deni dan yang lain menjadi buruk saat mendengar kata Steven.


"Aku akan mencari magic crystal." Kata Arthur berjalan pergi. Meninggalkan semua temannya yang berduka.


"Sial, bagaimana Arthur tidak bersedih melihat kedua temannya meninggal." Kata Lisa melihat Arthur yang pergi.


Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat sebuah kotak peti. Arthur membuka peti dan melihat 5 crystal bewarna pink.


"Apakah ini yang dinamakan magic crystal." Kata Arthur menyentuh 5 crsytal bewarna pink.


"Edward mengatakan raja iblis memiliki ratusan magic crystal. Tapi aku hanya menemukan 5 magic crystal." Kata Arthur melihat 5 crsytal bewarna pink.


"Raja iblis pasti menyembunyikan magic crystal di tempat lain." Arthur tersenyum kemudian mengambil 5 magic crystal dan masuk ke dalam ruangan lain.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang duduk di sebuah kursi dengan ekspresi buruk. "Arthur apa kamu menemukan magic crystal." Erika dan yang lain berjalan ke arah Arthur.


"Aku menemukan magic crystal." Kata Arthur menunjukan 5 magic crystal.


"Ehh, mengapa hanya ada 5. Bukankah raja Edward mengatakan raja iblis memiliki banyak crystal." Deni bingung.


"Mungkin raja iblis menyembunyikan magic crystal di suatu tempat." Kata Erika.


"Jika begitu, ayo kita berpencar dan mencari magic crystal." Kata Steven.


"Baik." Melody dan yang lain mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur melihat semua teman sekelasnya berjalan ke arahnya. "Aku tidak menemukan magic crystal lain." Kata Deni.


"Aku juga sama." Kata Lisa.


Ekspresi Steven dan yang lain menjadi buruk saat mendengar kata Erika. "Ayo kita kembali ke istana terlebih dulu dan menguburkan mayat Dicky dan Joshua." Kata Steven.


"Baik." Deni dan yang lainnya mengangguk.


3 hari kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya kembali ke istana. "Lihat, Steven dan yang lain telah kembali ke istana." Teriak prajurit yang menjaga gerbang.


Arthur kemudian melihat dirinya dan semua teman-temannya disambut oleh semua penduduk kota.


"Arthur." Arthur mendengar teriakan dan melihat Eva berlari ke arahnya.


"Eva." Kata Arthur memeluk Eva.


"Arthur, apa kalian semua berhasil mengalahkan raja iblis." Tanya Eva.


"Kami berhasil mengalahkan raja iblis." Arthur mengangguk.


Mendengar kata Arthur Eva dan semua penduduk kota bersorak bahagia. "Arthur, kita akan kembali ke istana terlebih dulu." Kata Steven melihat Arthur.


"Baiklah." Arthur mengangguk.


"Eva, ayo kita pergi ke penginapan." Bisik Arthur di telinga Eva.


"Baik." Eva mengangguk dengan malu.


Beberapa jam kemudian Arthur telah kembali ke istana. "Arthur apa kamu ingin kembali ke bumi." Tanya Steven.


"Tentu saja aku ingin kembali ke bumi." Balas Arthur.


"Jika begitu, putri Rapunsel akan mengirimmu kembali ke bumi." Balas Steven.


"Ehhh." Arthur terkejut dengan kata Steven.


"Aku dan teman-teman yang lain. Telah mendiskusikan untuk mengirim kamu kembali ke bumi." Kata Steven.


"Kalian melakukan diskusi tanpa aku." Kata Arthur melihat Steven dan yang lain.


"Kamu sibuk bersenang-senang dengan kekasihmu. Jadi kami terpaksa melakukan diskusi tanpamu." Kata Erika.


Arthur tersenyum kecut saat mendengar kata Erika. "Baiklah, kapan putri Rapunsel akan mengirimku kembali ke bumi." Kata Arthur.


"Aku akan mengirimmu ke bumi sekarang juga." Kata Rapunsel berjalan ke arah Arthur bersama ayahnya raja Edward.


"Yang mulia, putri Rapunsel." Kata Arthur memberi salam.


"Arthur terimakasih sudah mengalahkan raja iblis." Edward tersenyum.


"Aku hanya memberikan sedikit luka kepada raja iblis. Yang mengambil nyawa raja iblis adalah Steven dan yang lain." Kata Arthur.


Edward tersenyum saat mendengar kata Arthur. Steven dan yang lain telah menceritakan bahwa Arthur memberikan luka parah kepada raja iblis.


"Arthur ayo ikuti aku. Aku sudah menyiapkan formasi teleportasi." Kata Rapunsel.


"Baik tuan putri." Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti Rapunsel.


"Berdirilah di tengah lingkaran dan magic cysrtal itu." Kata Rapunsel.


"Baik tuan putri." Arthur mengangguk kemudian berdiri di tengah lingkaran lingkaran.


"Arthur katakan kepada orang tua kami. Bahwa kami baik-baik saja." kata Steven.


"Tentu, lalu bagaimana dengan orang tua Dicky dan Joshua. Apa aku harus mengatakan bahwa mereka berdua telah mati." Balas Arthur. Steven dan yang lain terdiam saat mendengar kata Arthur.


Melihat Steven dan yang lain terdiam Arthur berkata. "Putri Rapunsel, kirim aku kembali ke bumi."


"Baik." Rapunsel mengangguk kemudian mulai mengucapkan mantra. "Singg!!" lingkaran bersinar kemudian tubuh Arthur menghilang.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di tengah kota "Hahaha. Akhirnya aku kembali ke bumi." Kata Arthur melihat bangunan dan mobil.


"Singg!!." Tubuh Arthur tiba-tiba bersinar kemudian menghilang.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di ruangan dan dikelilingi prajurit. "Bagus. Aku berhasil memanggil manusia dari dunia lain." Kata pria gemuk.


Mendengar kata pria gemuk tubuh Arthur tiba-tiba gemetar. "Bajingan, beraninya kamu memanggilku ke dunia lain." Arthur berteriak.


"Prajurit." Pria gemuk berteriak melihat Arthur yang hendak memberontak.


"Berengsek, jangan berpikir bahwa aku mudah di tindas." Arthur mengutuk kemudian menyerang semua prajurit. "Buukk." "Buukk." "Uuhh." "Uuhh."