I Copy Your Job

I Copy Your Job
67. Meninggalkan Negara Bradfort



"Uuhh. Serangan barusan menghabiskan semua manaku." Kata Arthur melihat puluhan iblis yang masih berdiri. "Wooaarrr." "Crasshh." Arthur menebas iblis yang melompat ke arahnya


"Sayang masuklah ke dalam rumah." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Lily mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.


"Hari ini aku akan membunuh kalian semua." Teriak Arthur kemudian berlari ke arah puluhan iblis.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang terbaring di tanah. "Hahaha aku tidak menyangka bisa mengalahkan ratusan iblis bermodal sihir air dan tehnik pedang Level S." Arthur tertawa terbahak-bahak.


"Sayang." Lily berteriak dan berjalan ke arah Arthur dengan menggendong Viola.


"Aku berhasil mengalahkan mereka semua sayang." Arthur tersenyum. Lily menangis saat mendengar kata Arthur.


"Sayang, ayo kita tinggalkan desa ini." Kata Arthur.


"Baik sayang." Lily mengangguk. Lily tahu tidak aman lagi untuk tinggal di desa. Arthur dan Lily kemudian pergi meninggalkan desa.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily berada di dalam sebuah gua. "Hari ini kita akan bermalam disini." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik saying." Lily mengangguk.


"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 770 Next Level Membutuhkan 771 Exp


Job : Swordsman


Ras : Manusia


Strength : 705


Agility : 705


Vitality : 705


Stamina : 705


Magic : 710


Poin : 350


Poin Skill : 64


Skill : Observation (S) Copy (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Penyembuh (S)


"Dalam 1 hari aku level up 120 kali." Kata Arthur melihat statusnya.


Melihat 350 poin yang dia miliki. Arthur kemudian menambahkan 70 poin pada Strength, 70 poin pada Agilty, 70 poin pada Vitality, 70 poin pada stamina dan 70 poin pada Magic.


"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


"Sayang level berapa kamu sekarang." Tanya Lily.


"Level 770." Balas Arthur.


"Ahh. Levelmu sangat tinggi sayang." Kata Lily.


"Tapi jika di bandingkan dengan raja iblis. Levelku jauh lebih rendah darinya." Kata Arthur. Lily terdiam mendengar kata Arthur. Dia tahu ratusan iblis menyerang desa karena di perintah raja iblis.


"Sayang, besok kita pergi ke ibukota." Kata Arthur.


"Ahhh. Apakah kita akan baik-baik saja pergi ke ibukota sayang." Lily khawatir.


"Tidak perlu khawatir, aku pasti akan melindungimu." Arthur tersenyum dan memegang tangan Lily.


Keesokan harinya Arthur dan Lily keluar dari gua. "Sayang, sebelum pergi ke ibukota. Ayo kita kembali ke desa terlebih dulu." kata Lily yang menggendong Viola.


"Baik sayang." Arthur mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah kembali ke desa. Arthur dan Lily kemudian masuk ke dalam rumah. "Sayang, aku akan membuat makanan." Kata Lily memberikan Viola kepada Arthur.


"Baik sayang." Arthur mengangguk.


Beberapa menit kemudian Lily telah selesai membuat makanan. "Sayang makanlah terlebih dulu." Kata Lily menggendong Viola.


"Baik sayang." Arthur mengangguk kemudian mulai makan.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily telah selesai makan. "Sayang, ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian keluar dari rumah.


Keesokan harinya Arthur dan Lily melihat kota yang hancur. "Seperti yang aku duga. Ibukota pasti akan hancur." Kata Arthur melihat bangunan yang hancur dan mayat manusia yang tergeletak di tanah.


"Aku baik-baik saja sayang." Lily mengusap mulutnya.


"Sayang, ayo kita pergi ke istana." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Lily mengangguk. Arthur dan Lily kemudian berjalan ke arah istana.


Beberapa menit kemudian Arthur berada di depan istana. Arthur membuka pintu dan masuk ke dalam istana. Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat mayat Rapunsel yang mati dengan kepala terpotong.


"Sayang, mayat siapa itu." Kata Lily menunjuk mayat yang hangus terbakar.


"Sepertinya itu mayat raja Edward." Kata Arthur.


"Sayang, aku akan mengubur mayat mereka berdua." Kata Arthur melihat mayat Rapunsel dan Edward.


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai mengubur mayat Rapunsel dan Edward. "Putri Rapunsel, Raja Edward aku berjanji akan membalaskan kematian kalian dan membunuh raja iblis." Kata Arthur melihat makam Edward dan Rapunsel. Lily meneteskan air mata saat mendengar kata Arthur.


"Oeeekk." "Oooeekk." Viola menangis. "Jika kamu bersedih. Viola juga akan bersedih sayang." Kata Arthur menghapus air mata Lily.


"Sayang ayo kita pergi ke negara Volgrad." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Lily mengangguk. Lily tahu bahwa tidak aman jika tinggal di negara Bradfort. Karena pasukan raja iblis bisa menyerang kapan saja.


Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam ruangan dan melihat ribuan coin emas di depannya. "Sayang apa yang kamu lakukan." Kata Lily melihat Arthur memasukan ratusan coin emas ke dalam kantong kain.


"Kita membutuhkan banyak uang untuk pergi ke negara Volgrad." Kata Arthur.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Lily meninggalkan istana. "Sayang, ayo kita masuk ke dalam gereja." Kata Lily.


"Baik." Arthur mengangguk. Arthur dan Lily kemudian masuk ke dalam gereja.


Saat masuk ke dalam gereja Arthur melihat tubuh Eva dan kakaknya Elvia yang tercabik. Badan Lily gemetar saat melihat tubuh Elvie dan Eva yang tercabik-cabik. "Sayang, ayo kita kubur mayat suster Elvie." Kata Lily meneteskan air mata.


"Baik." Arthur mengangguk dengan ekspresi buruk. Arthur berjalan ke arah mayat Eva dan bergumam. "Eva aku berjanji akan membalas kematianmu dan membunuh raja iblis."


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai mengubur mayat Eva dan Elvie. "Sayang, aku akan mencari kereta kuda yang masih bida di pakai. "Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Lily mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur kembali dengan menaiki kereta kuda. "Sayang, naiklah." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik." Lily mengangguk dan menaiki kereta kuda. Melihat Lily sudah naik ke dalam kereta Arthur kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.


7 hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lily berada di pelabuhan. "Kami ingin pergi ke negara Volgrad." Kata Arthur melihat pria botak.


"40 coin emas." Kata pria botak melihat Arthur dan Lily.


Arthur memberikan 40 coin emas kepada pria botak. "Naiklah ke kapal sebentar lagi kita akan berlayar." Kata pria botak.


"Sayang ayo naik." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Balas Lily kemudian menaiki kapal dengan menggendong Viola.


14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lily sedang berdiri di deck kapal. "Kreekk." Arthur melihat kapal mulai berlabuh di dermaga. "Sayang ayo kita turun." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik sayang." Balas Lily turun dari kapal.


"Sayang ayo kita ke restoran itu." Kata Arthur menunjuk Restoran.


"Baik sayang." Lily mengangguk.


Arthur dan Lily kemudian masuk ke dalam restoran. Saat masuk ke dalam restoran tatapan Arthur tertuju pada seorang wanita. "Veronica." Gumam Arthur melihat wanita berkulit putih dengan rambut hitam panjang.


"Sayang tidak ada kursi kosong sama sekali." Kata Lily melihat kursi yang penuh.


Arthur berjalan ke arah Veronica dan berkata. "Bolehkah kami berdua bergabung denganmu."


Veronica melihat Lily dan berkata. "Boleh."


"Sayang ayo duduk." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik." Lily mengangguk kemudian duduk di samping Arthur.


"Pelayan." Kata Arthur melihat seorang pria pelayan restoran. Pelayan restoran kemudian berjalan ke arah Arthur.


"Aku pesan cumi dan lobster." Kata Arthur.


"Kamu pesan apa sayang." Arthur melihat Slyvia.


"Aku pesan makanan yang sama denganmu." Kata Lily menggendong Viola.


"Kami berdua pesan 2 porsi cuma dan 2 porsi lobster. Minumnya cukup air." Kata Arthur.


"Baik. silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan berjalan ke arah dapur.