I Copy Your Job

I Copy Your Job
71. Mati



"Buukk." Arthur melihat seorang pria menabrak dirinya.


"Hei, jika berjalanan perhatikan matamu." Teriak Arthur.


Pria berambut hitam dan wanita berbalik ungu berbalik setelah mendengar teriakan Arthur. "Sial, dia sangat cantik. Apakah dia seorang fairy." Arthur terkejut melihat kecantikan wanita berambut ungu.


"Clacckk." Arthur melihat pria berambut hitam menjentikan jarinya. "Booomm!!" Tubuh Arthur kemudian meledak.


"Beraninya seekor semut berteriak kepadaku." Kata pria berambut hitam melihat bercak darah di tanah.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di ruangan putih. "Mengapa aku berada disini." Arthur bingung.


"Apakah pria itu membunuhku." Kata Arthur mengingat pria berambut hitam yang menabrak dirinya.


"Tapi bagaimana dia bisa membunuhku." Arthur berpikir serius. "Singg!!" Arthur melihat 3 layar hologram tiba-tiba muncul di depannya.


Arthur melihat gambar dirinya sedang melihat Steven yang di bunuh raja iblis. Gambar dirinya masuk ke dalam kamar penginapan setelah bertemu Rapunsel. Dan gambar dirinya saat berhubungan badan dengan Slyvia.


Arthur kemudian menyentuh gambar dirinya melihat Steven yang di bunuh raja iblis. "Singg!!" Tubuh Arthur bersinar kemudian menghilang. Arthur membuka matanya dan terkejut melihat Steven yang tergeletak di lantai.


"Arthur cepatlah pergi dari sini." Kata Steven dengan suara serak. "Crasshh." Raja iblis memotong kepala Steven.


"Sial, manaku telah habis. Aku lupa bahwa diriku membunuh ribuan iblis seorang diri, sebelum masuk ke dalam istana." Arthur mengutuk di pikirannya.


"Wuusshh." Arthur berlari dan keluar dari istana. "Heehh. Jangan berpikir untuk melarikan diri dariku." Raja iblis menyeringai.


"Buka status." Kata Arthur dengan panik. Layar status kemudian muncul di depan Arthur.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 990 Next Level Membutuhkan 991 Exp


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 905


Agility : 905


Vitality : 905


Stamina : 905


Magic : 910


Poin : 450


Poin Skill : 81


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S)


Melihat 450 poin yang dia miliki Arthur kemudian menambahkan 450 poin ke Magic "Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.


"Oohh. Apa kamu meningkatkan statusmu." Kata raja iblis melihat tubuh Arthur yang bersinar.


Arthur mengabaikan raja iblis dan berteriak. "Fire ball." "Water arrow." "Wind blade." "Stone spear." Ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu muncul di udara.


"Mati." Teriak Arthur menembakan ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu ke arah raja iblis. "Booomm!!." "Booomm!!." Ledakan besar terjadi.


Setelah asap ledakan menghilang Arthur melihat raja iblis terbaring di tanah dengan tubuh tersisa setengah.


"Aku akan membunuhmu." Teriak raja iblis bangkit dari tanah.


"Mati." Arthur melesat ke arah raja iblis dan menebas kepalanya. "Crasshh." Kepala raja iblis terpotong dan menggelinding ke tanah.


"Exp +999." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.


Arthur masuk ke dalam istana dan melihat semua teman sekelasnya tergeletak tidak bernyawa di lantai. "Aku berterimakasih kepada kalian semua. Jika bukan karena kalian. Aku mungkin saat ini sudah mati." Kata Arthur teringat dirinya berada di ruangan putih dan melihat 4 gambar hologram.


"Mungkin di time line waktu lain saat aku meninggal dunia. Kalian semua masih hidup." Kata Arthur teringat dirinya di bunuh raja iblis.


"Sebagai rasa terimakasihku kepada kalian semua. Aku akan mengubur mayat kalian." Kata Arthur kemudian mulai menyeret mayat semua temannya keluar dari istana raja iblis.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur telah selesai mengubur mayat semua teman sekelasnya. "Baiklah, sekarang waktunya kembali ke negara Bradfort. Tapi sebelum kembali, aku akan mengambil magic crystal milik raja iblis." Kata Arthur berjalan masuk ke dalam istana.


Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam ruangan dan membuka peti. Arthur mengambil 5 magic crystal yang ada di dalam peti dan berjalan keluar dari ruangan.


3 hari kemudian Arthur kembali ke istana. "Arthur mengapa kamu kembali sendiri." Kata Romeo melihat Arthur.


"Steven dan yang lain di bunuh raja iblis." Kata Arthur. Ekspresi semua prajurit menjadi buruk saat mendengar kata Arthur.


"Aku akan ke istana." Kata Arthur berjalan ke arah istana.


Beberapa menit kemudian Arthur kembali ke istana. "Arthur dimana Steven dan yang lain." Tanya Edward.


"Steven dan yang lain di bunuh oleh raja iblis." Balas Arthur. Edward dan Rapunsel terkejut mendengar kata Arthur.


"Raja Edward dan putri Rapunsel tidak perlu khawatir. Aku sudah membunuh raja iblis." Balas Arthur.


Eksprei Edward dan Rapunsel menjadi cerah saat mendengar kata Arthur. "Putri Rapunsel. Tolong kirim aku kembali ke dunia asalku." Kata Arthur memberikan 5 magic crystal ke Rapunsel.


"Apa kamu serius ingin meninggalkan dunia ini." Tanya Rapunsel.


"Saya serius tuan putri." Arthur mengangguk.


"Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku akan menyiapkan formasi teleportasi terlebih dulu." Kata Rapunsel.


Tidak lama kemudian Rapunsel telah selesai menggambar formasi teleportasi. "Arthur berdirilah di tengah lingkaran dan magic cysrtal itu." Kata Rapunsel.


"Baik tuan putri." Arthur mengangguk kemudian berdiri di tengah lingkaran.


Melihat Arthur berada di tengah lingkaran Rapunsel kemudian mulai mengucapkan mantra. "Singg!!" lingkaran bersinar kemudian tubuh Arthur menghilang.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di tengah kota. "Aku kembali lagi ke bumi." Kata Arthur melihat gedung-gedung dan mobil.


"Hahaha. Akhirnya aku kembali ke bumi." Pria berambut hitam tertawa. "Siapa kalian berdua." Arthur terkejut melihat pria berambut hitam dan wanita berambut ungu yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Sebaiknya kamu mengenalkan dirimu terlebih dulu. Sebelum bertanya nama orang lain." Kata pria berambut hitam melihat Arthur.


"Dia berbahaya." Gumam Arthur melihat pria berambut hitam. Arthur tahu bahwa pria berambut hitam dan wanita berambut ungu adalah orang yang sama. Yang dia temui saat kembali ke bumi.


"Namaku adalah Arthur Benedict." Arthur melihat pria berambut hitam.


"Namaku adalah Graham De Lopez." Balas pria berambut hitam. "Arthur Benedict. Apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Kata pria bernama Graham melihat Arthur.


"Berengsek." Arthur mengutuk mendengar kata pria berambut hitam. "Fire ball." "Water arrow." "Wind blade." "Stone spear." Arthur berteriak kemudian ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu muncul di udara.


"Menarik, aku tidak menyangka ada seorang penyihir di bumi." Kata pria berambut hitam melihat Arthur.


"Mati." Teriak Arthur menembakan ratusan bola api, panah air, pisau angin dan tombak batu ke arah pria berambut hitam. "Booomm!!." "Booomm!!."


Setelah asap ledakan menghilang Arthur terkejut melihat pria berambut hitam dan wanita berambut ungu baik-baik saja dan tidak terluka sama sekali.


"Karena kamu sudah menyerangku. Sekarang giliranku untuk menyerangmu." Kata pria berambut hitam meludahkan air liur. "Buusshh." Air liur pria menembus kepala Arthur. "Buukk." Arthur terjatuh ke tanah tidak bernyawa.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di ruangan putih. "Aku tidak menyangka mati karena air liur." Ekspresi Arthur buruk saat mengingat pria berambut hitam meludahkan air liur kepadanya.


"Singg!!" Arthur melihat 2 layar hologram tiba-tiba muncul di depannya. Arthur melihat gambar dirinya masuk ke dalam kamar penginapan setelah bertemu Rapunsel. Dan gambar dirinya saat berhubungan badan dengan Slyvia.


Arthur kemudian menyentuh gambar dirinya masuk ke dalam kamar penginapan setelah bertemu Rapunsel. "Singg!!" Tubuh Arthur bersinar kemudian menghilang.


Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di kamar penginapan. "Saat ini Erika dan Eva tidak mati. Dan saat ini aku belum bertemu Slyvia." Kata Arthur berbaring di kamar.