
"Aku ingin pergi ke negara Bradfort." Kata Arthur melihat pria botak.
"10 coin emas untuk 1 orang." Kata pria botak. Arthur kemudian memberikan 20 coin emas kepada pria botak.
"Saat hendak berlayar aku akan memberitahu kalian berdua. Kalian berdua bisa beristirahat di penginapan yang ada di kota ini." Kata pria botak.
"Baiklah." Arthur mengangguk. "Fiona ayo kita ke penginapan." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur dan Fiona berada di dalam penginapan. "Aku ingin memesan 1 kamar untuk 1 hari." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada pelayan penginapan.
Pelayan penginapan menerima uang dan tersenyum. "Silakan ikuti saya tuan." Arthur dan Fiona kemudian mengikuti pelayan penginapan.
"Ini kamar anda tuan, jika anda butuh sesuatu silakan cari saya." Kata pelayan penginapan berjalan pergi.
"Ayo masuk." Kata Arthur masuk ke dalam kamar.
"Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar.
"Sebelum kita tidur. Ayo kita mandi terlebih dulu." Kata Arthur memeluk pinggang Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk dengan malu.
Keesokan harinya Arthur dan Fiona sedang makan di penginapan. "Kreekk." Arthur melihat pria kurus masuk ke dalam penginapan.
"Tuan, sebentar lagi kita akan berlayar." Kata pria kurus.
"Aku tahu." Balas Arthur mengigit ikan. "Apa kamu sudah makan." Arthur melihat pria kurus.
"Belum tuan." Pria kurus menggeleng.
"Jika begitu pesanlah makanan. Aku yang akan membayarnya." Kata Arthur.
"Terimakasih tuan." Pria kurus berkata dengan senang kemudian mulai memesan makanan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Fiona berada di atas kapal. "Fiona apa kamu sebelumnya pernah naik kapal." Tanya Arthur.
"Belum tuan, ini adalah pertama kali Fiona naik kapal." Balas Fiona.
"Karena ini pertama kalinya kamu naik kapal. Mungkin kamu akan mabuk laut." Kata Arthur melihat kapal mulai berlayar.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Fiona yang muntah. "Ueekkk." "Arthur memegang punggung Fiona dan berkata. "Heal." "Singg!!" cahaya hijau menyinari tubuh Fiona.
"Terimakasih tuan. Fiona tidak merasa pusing dan mual lagi." Fiona tersenyum.
"Apa anda seorang healer." Arthur melihat seorang wanita berkulit putih berusia 30an dengan rambut hitam panjang berbicara kepadanya.
"Benar, aku seorang healer. Bisakah anda menyembuhkan saya. Saya juga merasa pusing dan mual." Kata wanita berkulit putih.
"Baiklah." Arthur mengangguk kemudian memegang kepala wanita. "Heal." "Singg!!" cahaya hijau menyinari tubuh wanita berkulit putih.
"Terimakasih sudah menyembuhkanku." Wanita tersenyum kepada Arthur.
"Sudah tugas seorang healer untuk menyembuhkan seseorang yang terluka." Kata Arthur meniru kata-kata yang Lily ucapkan.
Wanita berkulit putih tersenyum saat mendengar kata Arthur.
"Perkenalkan nama saya adalah Veronica." Wanita berkulit putih mengulurkan tangannya.
"Namaku Arthur." Kata Arthur menjabat tangan Veronica.
"Arthur, aku pernah mendengar nama ini di suatu tempat." Gumam Veronica. "Ahhh. Apakah kamu Arthur dari negara Volgrad." Veronica menatap Arthur.
"Benar, aku dari negara Volgrad." Arthur mengangguk.
"Ahhhh." Veronica terkejut dengan jawaban Arthur.
"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan pahlawan Volgrad." Veronica tersenyum. Veronica telah mendengar cerita tentang Arthur yang mengalahkan Alexander raja negara Kaunas. Dan membuat negara Kaunas dan negara Volgrad berdamai.
Arthur tersenyum mendengar kata Veronica. "Arthur kamu ingin pergi kemana." Tanya Veronica.
"Negara Bradfort." Balas Arthur.
"Tujuan kita sama. Aku juga ingin pergi ke negara Bradfort." Veronica tersenyum.
"Arthur apakah alasanmu pergi ke negara Bradfort. Adalah untuk bertemu manusia dari dunia lain yang di panggil oleh negara Bradfort." Veronica melihat Arthur.
"Benar. alasanku pergi ke negara Bradfort adalah untuk bertemu manusia dari dunia lain." Kata Arthur. Arthur dan Veronica kemudian mulai mengobrol.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang makan Bersama Fiona, Veronica dan semua kru kapal. "Aku tidak menyangka bahwa anda adalah tuan Arthur yang mengalahkan Alexander raja negara Kaunas." Kata pria botak melihat Arthur.
"Levelku saat ini 940." Kata Arthur memakan daging ikan.
"Ahhh." Veronica, pria botak dan semua kru kapal terkejut saat mendengar level Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Aku akan istirahat di kabin." Kata Arthur melihat pria botak dan semua kru kapal.
"Baik tuan Arthur." Pria botak dan kru kapal menjawab dengan hormat. Arthur kemudian berjalan ke arah kabin di ikuti oleh Fiona.
"Hari ini kita tidak akan berhubungan segs." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk. Arthur naik ke atas kasur kemudian memejamkan matanya.
14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di deck kapal dan melihat kapal mulai berlabuh di dermaga. "Fiona, ayo kita turun." Kata Arthur melihat Fiona.
"Baik tuan." Fiona mengangguk. Arthur dan Fiona kemudian turun dari kapal.
"Arthur tunggu aku." Arthur melihat Veronica mengejarnya.
"Arthur apa kita akan langsung pergi ke negara Bradfort." Tanya Veronica.
"Tidak, hari ini kita akan beristirahat di kota ini. Besok pagi kita akan berangkat ke negara Bradfort." Balas Arthur.
"Baik." Veronica mengangguk.
"Tuan Arthur." Arthur melihat pria botak berjalan ke arahnya. "Tuan Arthur ayo kita pergi ke bar." Kata pria botak.
"Baiklah, aku juga sudah lama tidak minum." Arthur mengangguk.
"Veronica apa kamu ingin ikut dengan kita ke bar." Arthur melihat Veronica.
"Aku ikut." Veronica mengangguk.
"Kalau begitu ayo kita pergi." Kata Arthur berjalan pergi di ikuti Fiona, Veronica dan pria botak.
Beberapa menit kemudian Arthur, Fiona, Veronica dan pria botak masuk ke dalam bar. "Apa kalian berdua ingin minum alcohol." Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Saya ingin minum alcohol tuan." Kata Fiona.
"Aku juga ingin minum alcohol." Veronica mengangguk.
"Pelayan kami pesan 4 botol alcohol." Kata Arthur melihat pelayan Bar.
"Baik." Pelayan bar mengangguk kemudian memberikan 4 botol alcohol kepada Arthur. Arthur membuka botol kemudian menuangkan alcohol ke gelas.
"Minumlah." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk kemudian meminum alcohol. "Ahhhh. Aku tidak tahu bahwa alcohol rasanya seperti ini." Kata Veronica.
"Apa kalian berdua masih ingin minum." Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Aku masih ingin minum." Kata Fiona dan Veronica secara bersamaan. Arthur kemudian menuangkan alcohol ke gelas Fiona dan Veronica.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur melihat Fiona dan Veronica yang sedang mabuk. Arthur menyentuh kepala Fiona dan Veronica kemudian berkata. "Heal."
"Singg!!" cahaya hijau menyinari tubuh Fiona dan Veronica.
"Kalian berdua bangunlah." Kata Arthur menepuk Pundak Fiona dan Veronica. "Tuan, apa saya tertidur." Kata Fiona melihat Arthur.
"Kalian berdua mabuk. Aku baru saja menggunakan sihir penyembuhan untuk membuat kalian tersadar." Kata Arthur.
"Aku tidak menyangka akan mabuk setelah meminum 3 gelas alcohol." Kata Veronica.
"Apa kalian masih ingin minum. Aku akan menyembuhkan kalian berdua, jika kalian berdua mabuk lagi." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Tidak tuan, saya tidak ingi minum lagi." Fiona menggeleng.
"Aku ingin minum." Veronica mengangguk. Arthur kemudian menuangkan alcohol ke gelas Veronica.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Veronica mabuk lagi. Saat hendak menyembuhkan Veronica. Arthur melihat Veronica memegang tangannya. "Aku tidak terlalu mabuk, jadi kamu tidak perlu menyembuhkanku." Kata Veronica.
"Baiklah, jika itu keinginanmu." Kata Arthur.
"Tuan Arthur saya akan pergi." Kata pria botak melihat Arthur.
"Jika begitu, aku akan pergi juga." Balas Arthur.
"Apa kamu bisa berjalan." Arthur melihat Veronica.
"Tentu saja aku bisa berjalan." Veronica tersenyum kemudian berdiri. Arthur, Fiona, Veronica dan pria botak kemudian meninggalkan bar.