
"Anak kalian sungguh lucu." Kata Veronica melihat Viola. "Terimakasih." Lily tersenyum mendengar kata Veronica.
"Namanya adalah Viola. Usianya 1 bulan lebih." Kata Lily.
"Apa kalian berdua akan menaiki kapal." Tanya Veronica.
"Tidak, kami berdua baru saja tiba di pelabuhan ini." Balas Lily.
"Jika boleh tau kalian dari negara mana." Tanya Veronica.
"Kami dari negara Bradfort." Balas Lily.
"Ahh, negara Bradfort ya, aku ingin pergi ke sana." Kata Veronica. Lily terkejut mendengar Veronica ingin pergi ke negara Bradfort.
"Aku sarankan kamu tidak pergi ke negara Bradfort." Kata Lily.
"Memangnya kenapa." Veronica bingung. Lily kemudian mulai bercerita tentang pasukan iblis yang menyerang negara Bradfort. "Ahhh." Veronica terkejut mendengar kata Lily.
"Sepertinya aku harus mengurungkan niatku untuk pergi ke negara Bradfort." Kata Veronica.
"Benar, aku masih belum tahu nama kalian." Kata Veronica.
"Namaku Lily dan dia adalah Arthur suamiku." Kata Lily.
"Namaku Veronica. Lily kamu beruntung memiliki suami yang tampan seperti Arthur." Kata Veronica melihat Arthur. Lily tersenyum mendengar Veronica memuji Arthur.
"Ini pesanan anda." Arthur melihat pelayan restoran mengantarkan pesanannya.
"Sayang ayo kita makan terlebih dulu." Kata Arthur.
"Baik sayang." Lily mengangguk.
"Veronica ayo kita makan." Kata Lily.
"Baik." Veronica mengangguk dan memakan makanannya.
Beberapa menit kemudian Arthur, Lily dan Veronica telah selesai makan. "Lily kalian ingin pergi kemana." Tanya Veronica.
"Kami ingin pergi ke negara Volgrad." Balas Lily.
"Negara Volgrad ya. Akhir-akhir ini hubungan negara Volgrad dan Kaunas semakin memburuk. Aku takut tidak lama lagi negara Volgrad dan Kaunas akan berperang." Kata Veronica.
Mendengar kata Veronica Lily melihat Arthur. "Kamu tidak perlu khawatir. Negara Volgrad tidak akan kalah dengan negara Kaunas." Kata Arthur.
"Mengapa kamu begitu yakin jika negara Volgrad tidak akan kalah dengan negara Kaunas." Tanya Veronica.
"Aku hanya menebak." Balas Arthur meminum air. Veronica tersenyum kecut saat mendengar jawaban Arthur.
"Sayang ayo kita pergi ke penginapan." Kata Arthur melihat Lily.
"Veronica, kami akan pergi." Kata Lily melihat Veronica.
"Baik." Veronica mengangguk. Arthur dan Lily kemudian keluar dari restoran.
Keesokan harinya Arthur dan Lily keluar dari kamar penginapan. "Veronica." Kata Lily melihat Veronica.
"Lily." Kata Veronica melihat Lily.
"Apa kamu tetap akan pergi ke negara Bradfort." Tanya Lily.
"Tidak." Veronica menggeleng.
"Lalu kamu akan pergi kemana." Tanya Lily. Veronica melihat Arthur dan berkata.
"Aku akan pergi ke negara Volgrad." Balas Veronica.
"Ahh. Karena kamu ingin pergi ke negara Volgrad, mengapa kita tidak pergi Bersama." Kata Lily.
"Baiklah, ayo kita pergi bersama." Veronica tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur, Lily dan Veronica berada di dalam kereta kuda. "Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.
"Baik." Balas supir kereta kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.
7 hari telah berlalu. saat ini Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Apa kita sudah sampai di negara Volgrad tanya Lily." Arthur turun dari kereta dan melihat ras manusia sedang berperang dengan ras Beast human.
"Tuan, cepat naik ke dalam kereta." Supir kereta berteriak panik melihat 10 beast human yang berlari ke arahnya.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan mengalahkan mereka semua." Kata Arthur melihat 10 beast human yang berlari ke arahnya.
"Water arrow." Kata Arthur kemudian 10 panah air muncul di udara. "Mati." Kata Arthur kemudian panah air melesat ke arah 10 beast human. "Ceepp." "Ceepp." Panah air menancap di kepala 10 beast human.
"Exp +100." "Exp +150." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." 10 Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Tidak, ini adalah kesempatanku untuk level up." Balas Arthur.
"Kalian tunggulah disini." Kata Arthur berjalan ke medan perang.
"Manusia mati." Teriak manusia kadal menyerang Arthur. Arthur mengayunkan pedangnya dan memotong tubuh manusia kadal menjadi dua. "Crasshh."
"Exp +300." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Water arrow." Kata Arthur kemudian ratusan panah air muncul di udara. "Mati." Arthur berteriak kemudian ratusan panah air melesat ke arah ratusan beast human. "Ceepp." "Ceeppp." Semua prajurit manusia terkejut melihat ratusan panah air yang menancap di tubuh beast human.
"Manusia aku akan membunuhmu." Arthur melihat manusia kerbau berlari ke arahnya.
"Kamu tidak akan bisa membunuhku." Kata Arthur kemudian menebas manusia kerbau. "Crasshh." Tubuh manusia kerbau terpotong menjadi dua.
"Tooottt." "Toootttt." Arthur mendengar suara terompet. Arthur melihat semua beast human mundur. "Woooo. Kita berhasil memukul mundur pasukan beast human." Teriak seornag prajurit.
"Tuan, berkat bantuan anda. Kita bisa memukul mundur pasukan negara Kaunas." Pria berpakaian armor berbicara kepada Arthur.
"Meski aku tidak ikut campur. Pasukan negara kaunas akan segera mundur." Balas Arthur.
"Saya belum pernah melihat anda. Apa anda bukan berasal dari negara Volgrad." Tanya pria berpakaian armor.
"Benar, aku bukan dari negara Volgrad. Aku berasal dari negara Bradfort." Balas Arthur.
"Oohh." Pria berpakaian armor terkejut mendengar kata Arthur.
"Nggiikk." Arthur melihat kereta kuda yang menuju ke arahnya. "Sayang apa kamu baik-baik saja." Arthur melihat Lily dan Veronica yang keluar dari kereta kuda.
"Aku baik-baik saja sayang. Kamu tidak perlu khawatir." Arthur tersenyum dan mengelus kepala Lily.
"Jika anda butuh tempat istirahat. Anda dan istri anda bisa beristirahat di rumah saya." Kata pria berpakaian armor.
"Baiklah, kami akan beristirahat di rumahmu." Balas Arthur.
Pria berpakaian armor tersenyum dan berkata. "Silakan ikuti saya." Arthur, Lily dan Veronica kemudian mengikuti pria berpakaian armor.
Beberapa menit kemudian Arthur, Lily dan Veronica masuk ke dalam sebuah rumah. "Maaf, rumah saya tidak terlalu besar." Kata pria berpakaian armor.
"Tidak masalah, rumahku juga lebih kecil dari rumahmu." Kata Arthur.
"Silakan duduk." Kata Pria berpakaian armor. Arthur, Lily dan Veronica duduk di kursi.
"Nama saya adalah Leo." Pria berpakaian armor mengulurkan tangannya.
"Namaku Arthur. Dan dia istriku Lily." Kata Arthur menjabat tangan Leo.
"Tuan Arthur anda memiliki istri yang cantik." Leo tersenyum.
"Lalu nona ini." Leo melihat Veronica.
"Nama saya Veronica." Kata Veronica.
"Leo." Leo dan Veronica berjabat tangan.
"Tuan Arthur. Jika boleh tau anda ingin pergi kemana." Tanya Leo.
"Tujuanku adalah ke kota ini." Balas Arthur. "Oohh." Leo terkejut dengan jawaban Arthur. Arthur kemudian menceritakan bahwa negara Bradfort hancur di bawah serangan pasukan negara iblis.
"Saya mendengar rumor bahwa Raja Iblis Lucifer memiliki level 999." Kata Leo.
"Benar, dia memiliki level 999. Sementara manusia terkuat di negara Bradfort levelnya tidak mencapai 900." Kata Arthur.
"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. Leo membuka dan melihat pria gemuk berdiri di depan pintu. "Leo apa penyihir yang mengalahkan ratusan beast human ada di rumahmu." Kata pria gemuk yang tidak lain Luis.
"Benar tuan Luis. Tuan Arthur ada di rumahku." Balas Leo.
"Yang mulia ingin bertemu dengannya." Kata pria gemuk.
"Tuan Arthur, yang mulia ingin bertemu dengan anda." Kata Leo.
"Kalian berdua tunggulah disini." Kata Arthur melihat Lily dan Veronica.
"Baik sayang." "Baik." Lily dan Veronica mengangguk.
"Nona Lily, Nona Veronica jika kalian berdua Lelah. Kalian bisa istirahat di kamar. Saya dan tuan Arthur akan pergi ke istana." Kata Leo. Arthur, Leo dan Luis kemudian berjalan ke arah istana.
Beberapa menit kemudian Arthur, Leo dan Luis berada di dalam istana. "Leo kamu bisa menunggu disini." Kata Luis melihat Leo.
"Baik tuan Luis." Leo mengangguk.
"Ayo masuk." Kata Luis masuk ke dalam ruangan. Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam ruangan.