
Eva berjalan ke tepi danau kemudian memetik bunga merah dan menciumnya. Setelah mencium bunga wajah Eva menjadi merah.
"Eva apa kamu baik-baik saja." Tanya Arthur meski sudah tahu bahwa Eva terkena efek afrodisiak.
"Arthur." Eva membuang bunga kemudian memeluk Arthur dan mencium bibir Arthur dengan agresif.
"Dia lebih agresif dari pada Lily saat terpengaruh efek afrodisiak." Gumam Arthur melihat Eva yang menjilati lehernya.
"Arthur aku sudah tidak tahan." Kata Eva melepas pakaiannya.
"Aku juga sudah tidak tahan." Kata Arthur membaringkan Eva ke tanah. "Ahhh." Eva mengerang saat Arthur menjilati dadanya.
"Dadamu sungguh besar untuk perempuan seusiamu." Kata Arthur menjilati dada Eva.
Setelah puas menghisap dada Eva, Arthur kemudian melepas panties Eva.
"Eva bibir bagian bawahmu sungguh cantik." Kata Arthur kemudian menjilati pussy Eva. "Eemmm." Eva mengerang saat Arthur menjilati miliknya.
"Eva aku sudah tidak tahan." Kata Arthur kemudian menusuk milik Eva. "Ahhh." Eva berteriak dan memeluk Arthur dengan erat.
1 Jam kemudian Arthur dan Eva berbaring di tanah dengan telanjang. "Arthur apa aku akan hamil." Kata Eva melihat Arthur.
"Aku tidak tahu." balas Arthur. "Tapi kamu tidak perlu khawatir. Jika kamu hamil, aku akan bertanggung jawab dan menikahimu." Arthur mengelus wajah Eva. Eva tersenyum bahagia saat mendengar Arthur akan menikahinya.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah kembali ke kota. "Arthur apa besok kamu akan berburu goblin lagi." Eva melihat Arthur.
"Benar, besok aku akan berburu goblin bersama teman-temanku. Jadi aku tidak bisa menemuimu." Balas Arthur.
"Baiklah." Eva mengangguk mendengar kata Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana dan berada di dalam kamarnya. "Aku tidak menyangka akan berhubungan segs dengan perempuan berusia 15 tahun." Kata Arthur mengingat dirinya berhubungan badan dengan Eva di hutan.
Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya berada di lapangan. "Arthur." Arthur mendengar suara dan melihat Eva berjalan ke arahnya. "Eva mengapa kamu kemari." kata Arthur melihat Eva.
"Ini." Eva memberikan sebuah kotak kepada Arthur. Arthur membuka kotak dan melihat berbagai makanan di dalam kotak. "Makanan itu adalah buatanku sendiri. Bukan buatan koki di cafetaria." Kata Eva melihat Arthur.
"Terimakasih Eva." Arthur tersenyum.
"Arthur mengapa kamu tidak mengenalkannya kepada kami." Kata Deni berdiri di samping Arthur.
"Dia adalah Eva kekasihku." kata Arthur memeluk pinggang Eva. Eva tersipu malu saat Arthur memeluk pinggangnya di depan semua teman-temannya.
"Ahhh." Erika dan semua perempuan terkejut saat mendengar kata Arthur.
"Arthur aku akan pergi. Sebentar lagi kelas akan dimulai." Kata Eva berlari meninggalkan lapangan.
"Arthur sejak kapan dia menjadi kekasihmu." Erika melihat Arthur.
"Sejak beberapa hari lalu." Balas Arthur. Erika mengigit bibirnya saat mendengar kata Arthur.
"Arthur bukankah dia terlalu muda untuk menjadih kekasihmu." Kata Erika melihat Arthur.
"Dia hanya lebih muda 3 tahun dariku. Jadi itu bukan masalah besar." Balas Arthur. Erika terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Apa kalian sudah siap untuk berburu goblin lagi." kata Romeo berjalan ke arah Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Kami sudah siap captain." Balas Deni dan semua teman sekelas Arthur.
"Bagus, jika begitu ayo kita pergi." Kata Romeo berjalan pergi.
"Baik." Balas Deni dan yang lain.
9 bulan telah berlalu setelah Arthur dan semua teman sekelasnya berada di dunia lain. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya berkumpul di sebuah ruangan.
"Steven apa kamu serius ingin menyerang istana raja iblis. Kita semua masih belum level max." Melody melihat Steven.
"Melody mengapa kamu begitu takut. Jika kita tidak bisa mengalahkan raja iblis. Kita semua tinggal melarikan diri." Balas Steven.
"Arthur bagaimana pendapatmu." Melody melihat Arthur.
"Lebih baik kita menyerang raja iblis ketika level kita semua max." kata Arthur melihat Steven.
"Arthur mengapa kamu begitu pengecut." Steven melihat Arthur.
"Kita akan melakukan voting. Yang setuju untuk menyerang istana raja iblis. Angkat tangan kalian." Kata Steven melihat Deni dan yang lain.
Arthur kemudian melihat semua teman sekelasnya mengangkat tangannya termasuk Erika. Hanya dirinya dan Melody yang tidak mengangkat tangan.
"Hanya kalian berdua yang tidak setuju untuk menyerang istana raja iblis." Kata Steven melihat Arthur.
"Besok kita akan pergi menyerang istana raja iblis. Kalian berdua tidak perlu ikut jika begitu takut dengan raja iblis." Kata Steven melihat Arthur dan Melody.
"Berengsek, apa aku harus memberitahunya. Bahwa dia dan yang lain terbunuh saat melawan raja iblis." Arthur mengutuk di pikirannya.
Tidak lama kemudian Arthur melihat semua teman sekelasnya keluar dari ruangan. Hanya meninggalkan dirinya dan Melody. "Arthur apa besok kamu ingin ikut pergi dengan yang lain." Tanya Melody.
Arthur menghela nafas dan berkata. "Tentu saja aku akan ikut. Bagaimana denganmu Melody."
"Aku juga akan ikut. Tidak enak jika cuma aku sendiri yang tidak pergi ke istana raja iblis." Melody tersenyum kecut. Arthur menghela nafas saat mendengar kata Melody.
"Arthur apa kamu masih bersama dengan Eva." Tanya Melody.
"Aku masih bersamanya." Balas Arthur.
"Aku iri dengan Eva, karena memiliki laki-laki sepertimu." Kata Melody berjalan keluar ruangan.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di luar akademi. "Arthur." Eva tersenyum dan berjalan ke arah Arthur.
"Eva besok aku akan pergi ke istana raja iblis." Kata Arthur melihat Eva.
"Ahhh." Eva terkejut dengan perkataan Arthur.
"Arthur jika boleh tau level berapa kamu sekarang." Tanya Eva.
"Saat ini aku level 900." Balas Arthur.
"Arthur, aku dengar raja iblis telah mencapai level max. Apa kamu akan baik-baik saja jika bertarung dengan raja iblis." Tanya Eva.
"Aku pasti akan kalah jika bertarung dengan raja iblis." Kata Arthur.
"Ahhh, jika begitu kenapa kamu ingin melawan raja iblis." Eva terkejut.
"Semua teman-temanku akan pergi melawan raja iblis. Aku akan terlihat buruk jika cuma diriku saja yang tidak pergi melawan raja iblis." Balas Arthur. Eva terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Eva ayo kita pergi ke penginapan." Arthur tersenyum dan memeluk pinggang Eva.
"Baik." Eva mengangguk dengan malu.
Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya berada di luar istana. "Arthur, Melody dengan ikutnya kalian berdua. Kemungkinan kita mengalahkan raja iblis akan meningkat." Steven tersenyum melihat Arthur dan Melody.
"Baiklah, ayo kita segera pergi." Kata Arthur melihat Steven.
"Captain Romeo. Kami akan pergi." Steven melihat Romeo.
"Aku berharap kalian berhasil mengalahkan raja iblis dan kembali dengan selamat ke istana." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Jangan khawatir captain. Kami akan kembali dengan selamat ke istana." Deni tersenyum.
2 hari kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di di depan istana raja iblis. "Apa kalian siap." Kata Steven melihat Arthur dan yang lain.
7"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kami sudah siap." Kata Deni tersenyum. Steven tersenyum kemudian membuka pintu istana.