
"Arthur kamu sudah level 700 dan kamu mendapatkan job Archer." Deni terkejut saat melihat status Arthur.
"Arthur kami ingin menyerang istana raja iblis. Apa kamu ingin ikut dengan kita. Dengan bantuanmu, peluang kita mengalahkan raja iblis akan meningkat.
"Steven berapa levelmu saat ini." Tanya Arthur.
"Levelku saat ini 850." Balas Steven.
"Level raja iblis adalah 999. Apa kamu yakin bisa mengalahkannya." Kata Arthur.
"Jika aku bertarung 1 vs 1 dengan raja iblis. Tentu saja aku akan kalah. Tapi aku tidak bertarung sendirian Arthur."
Arthur terdiam beberapa detik kemudian menghela nafas. "Baiklah, aku akan ikut bertarung melawan raja iblis." Kata Arthur. Arthur tahu bahwa Steven akan bersikeras melawan raja iblis. Meskipun Arthur melarangnya untuk bertarung.
"Benar Arthur, mengapa kamu tidak mengenalkannya kepada kami." Kata Deni melihat Slyvia.
"Dia adalah Slyvia temanku." Kata Arthur mengenalkan Slyvia.
"Nama saya adalah Slyvia." Slyvia tersenyum.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Steven melihat Arthur dan yang lain.
"Baik." Balas Deni dan yang lain. Arthur dan Slyvia kemudian pergi bersama Steven dan semua teman sekelasnya.
2 hari kemudian Arthur dan semua teman sekelasnya berada di wilayah ras iblis. "Ini adalah waktunya untuk menyalin job mereka semua." Kata Arthur melihat semua teman sekelasnya.
"Aktifkan skill Copy salin Job Hero Steven." Gumam Arthur melihat Steven.
"Anda menyalin job Hero" "Anda mendapatkan Double Exp (S) " Notifikasi muncul di depan Arthur. Arthur kemudian menyalin job semua teman sekelasnya.
"Apa kalian siap." Kata Steven melihat Arthur dan yang lain.
"Mengapa kamu masih bertanya. Tentu saja kami sudah siap." Kata Deni tersenyum. Steven tersenyum kemudian membuka pintu istana.
Saat masuk ke dalam istana Arthur melihat iblis berkulit ungu yang memiliki dua tanduk hitam sedang duduk di singgasana. "Apa kalian semua manusia yang berasal dari dunia lain." Kata Iblis melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Benar, kami semua manusia yang berasal dari dunia lain." Balas Steven.
"Fire ball." "Water spear." "Wind arrow." "Stone Spear." Arthur berteriak kemudian ratusan bola api, tombak air, panah angin dan tombak tanah muncul di udara.
"Mati!!" Arthur berteriak kemudian ratusan bola api, tombak air, panah angin dan tombak tanah melesat ke arah iblis. "Boooomm!!!." Ledakan terjadi.
"Arthur, bagaimana kamu bisa menguasai sihir 4 elemen. Bukankah Jobmu adalah Archer." Deni terkejut.
"Berengsek, Beraninya kamu menyerangku secara tiba-tiba. Aku akan membunuhmu." Kata iblis berkulit ungu yang telah kehilangan tangan kirinya.
"Sial, dia hanya kehilangan lengan kirinya. Semuanya cepat bunuh dia." Teriak Arthur.
"Wuusshh." "Ahhhh." Arthur berteriak saat dirinya terbakar api hitam.
"Arthur." "Tuan." Steven, Slyvia dan yang lain berteriak melihat Arthur yang terbakar api hitam.
"Sial, aku tidak menyangka akan mati seperti ini." Kata Arthur perlahan kehilangan kesadarannya.
Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di ruangan putih. "Ada dimana aku sekarang." Kata Arthur melihat ruangan putih.
"Singg!!" Arthur melihat 4 layar hologram tiba-tiba muncul di depannya.
"Ini." Arthur melihat gambar dirinya sedang menggendong bayi. Arthur melihat gambar dirinya sedang melihat Steven yang di bunuh raja iblis.
"Ini adalah gambar sebelum aku kembali ke masa lalu." Kata Arthur melihat gambar dirinya masuk ke dalam kamar setelah bertemu Rapunsel.
"Apa yang akan terjadi jika aku menyentuh gambar ini." Kata Arthur kemudian menyentuh gambar saat dirinya menggendong bayi.
"Singg!!" Tubuh Arthur bersinar kemudian menghilang.
Arthur membuka matanya dan terkejut melihat dirinya menggendong bayi perempuan. "Aku bingung harus mengatakan ini kembali ke masa lalu atau bukan." Kata Arthur melihat bayi perempuannya.
"Jika aku kembali ke masa saat ini. Steven dan yang lain seharusnya terbunuh oleh raja iblis." Gumam Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 650 Next Level Membutuhkan 651 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 655
Agility : 655
Vitality : 655
Stamina : 655
Magic : 660
Poin : 0
Poin Skill : 52
Skill : Observation (S) Copy (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Penyembuh (S)
"Sayang makanannya sudah siap." Kata Lily berjalan ke arah Arthur.
"Sayang aku akan menggendong Viola. Kamu makanlah dulu." kata Lily.
"Baik sayang." Arthur mengangguk kemudian menyerahkan Viola kepada Lily.
"Sayang makanmu adalah yang terbaik." Kata Arthur mengigit daging.
"Sayang jangan makan dengan berdiri." Kata Lily.
"Baik sayang." Arthur duduk di kursi kemudian mulai makan.
Sementara itu di suatu tempat iblis berkulit ungu dengan dua tanduk hitam di kepalanya sedang duduk di singgasana. "Belphegor kumpulkan semua pasukan. Kita akan pergi menyerang negara Bradfort." Kata iblis berkulit ungu.
"Baik yang mulia." Iblis gemuk mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berciuman dengan Lily. "Sayang apa kamu tidak ingin membuat bayi lagi." Kata Arthur melihat Lily.
"Ahhh, jangan dulu sayang. Tunggu Viola berusia 5 tahun baru kita membuat bayi lagi." Kata Lily.
"Baiklah." Arthur mengangguk kemudian mencium bibir Lily. "Emmm." Lily memejamkan matanya dan memeluk Arthur.
Arthur melepas pakaian Lily kemudian menghisap dadanya. "Ahhhh." Lily mengerang saat Arthur menghisap dadanya.
"Sayang berhenti. Susu itu buat Viola." Kata Lily.
"Baiklah." Balas Arthur kemudian mencium bibir Lily. "Emmm." Lily memeluk Arthur dengan erat.
2 Hari telah berlalu. Saat ini Arthur yang sedang berada di depan rumahnya. Melihat ratusan iblis yang menuju ke desa. "Fack. Apa yang aku takutkan benar-benar terjadi." Arthur mengutuk melihat ratusan iblis yang menuju ke desa.
"Ahhhh. Serangan iblis. Semuanya ayo kita lari." Rosmila berteriak melihat ratusan iblis yang menuju ke desa.
"Sayang." Lily ketakutan melihat ribuan iblis yang mendekat ke desa. "Oeekk." "Oeeekk."
"Sayang, aku akan melindungimu dan Viola." Kata Arthur melihat Lily dan bayinya.
"Wooaarrr." Arthur melihat ratusan iblis berlari ke arahnya. "Water Arrow." Kata Arthur kemudian ratusan panah air muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur kemudian ratusan panah angin melesat ke arah ratusan iblis. "Ceeppp." "Ceeppp." "Rooaar." "Rooaar." Panah air menancap di tubuh ratusan iblis.
"Exp +200." "Exp +300." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sayang tolong ambilkan pedangku." Kata Arthur melihat Lily.
"Baik sayang." Lily berlari masuk ke dalam rumah.
Melihat Lily masuk ke dalam rumahnya Arthur berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 700 Next Level Membutuhkan 701 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 655
Agility : 655
Vitality : 655
Stamina : 655
Magic : 660
Poin : 250
Poin Skill : 57
Skill : Observation (S) Copy (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Penyembuh (S)
"Aku akan menambahkan 50 poin pada Strength, 50 poin pada Agilty, 50 poin pada Vitality, 50 poin pada stamina dan 50 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Ini sayang." Lily keluar dari rumah dan memberikan pedang perak kepada Arthur.
"Terimakasih sayang." Kata Arthur.
"Wooaar." "Sayang di belakangmu." Teriak Lily melihat iblis yang melompar ke arah Arthur. Arthur berbalik dan mengayunkan pedangnya. "Crasshh." Tubuh iblis terpotong menjadi dua.
Melihat ratusan iblis yang berlari ke arahnya Arthur berkata. "Water arrow." Ratusan panah air muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur kemudian ratusan panah angin melesat ke arah ratusan iblis. "Ceeppp." "Ceeppp." "Rooaar." Ratusan panah air menancap di tubuh ratusan iblis.
"Exp +300." "Exp +400." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.