I Copy Your Job

I Copy Your Job
80. Mati II



"Berapa level iblis yang kita temui kemarin." Tanya Arthur.


"Levelnya 9999, dia juga memiliki 1 tambang magic crystal." Balas Lilith.


"Apa!!." Arthur terkejut mendengar level iblis yang dia temui kemarin adalah 9999.


"Jika kita bertemu dengannya lagi, jangan bilang bahwa kamu adalah kekasihku." Kata Arthur menatap Lilith.


"Apa kamu takut dengannya." Tanya Lilith.


"Bodoh, dia level 9999, sedangkan aku level 1100. Dia bisa membunuhku dengan mudah." Kata Arthur.


"Selama kamu terus bersamaku. Dia tidak akan berani membunuhmu." Kata Lilith melihat Arthur.


"Berengsek." Arthur mengutuk mendengar kata Lilith.


"Ini pesanan anda." Arthur melihat pelayan restoran mengantarkan makanannya.


"Setelah kita selesai makan. Kita akan pergi berburu." Kata Arthur melihat Lilith.


"Baiklah." Lilith mengangguk. Arthur menatap Lilith kemudian mulai makan.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Lilith telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur keluar dari restoran.


Saat keluar dari restoran Arthur terkejut saat melihat iblis berkulit ungu. "Lilith." Kata Iblis berkulit ungu melihat Lilith.


"Arthur ayo kita pergi." Kata Lilith memegang tangan Arthur.


"Sebenarnya Lilith bukan kekasihku. Lilith menyuruhku untuk berpura-pura menjadi kekasihnya." Kata Arthur melihat iblis.


"Arthur apa yang kamu katakan." Lilith terkejut.


"Lilith manusia ini sudah mengaku bahwa kalian bukan sepasang kekasih." Kata Iblis melihat Lilith.


Lilith mendengus kemudian berjalan pergi. "Jika aku adalah kamu. Aku akan mengejarnya." Kata Arthur melihat iblis.


"Kamu tidak perlu memberitahuku." Balas iblis kemudian mengejar Lilith.


"Akhirnya aku bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini." Arthur menghela nafas.


"Baiklah, sekarang waktunya pergi berburu." Kata Arthur berjalan ke arah gerbang kota.


Beberapa jam kemudian Arthur sedang bertarung dengan gorila merah sebesar 10 meter. "Wooaarrr." Gorila merah meraung dan menembakan bola api ke arah Arthur.


"Black Fire ball." Teriak Arthur menembakan bola api hitam ke arah bola api yang mengarah kepadanya. "Booomm!!" Ledakan terjadi.


Saat asap ledakan menghilang Arthur melihat tubuh gorila merah terluka. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara.


"Mati." Kata Arthur menembakan puluhan panah angin ke gorila merah. "Ceeepp." "Ceeppp." Puluhan panah angin menancap di tubuh gorilla merah.


"Exp + 3300." "Level Up." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 5 poin." Melihat notifikasi yang muncul di depannya Arthur kemudian berjalan masuk ke dalam hutan.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur melihat serigala hitam sebesar 10 meter duduk di depannya. "Sayang sekali aku hanya bisa menjinakan binatang yang levelnya lebih rendah dariku." Kata Arthur mengelus kepala serigala.


Arthur naik ke atas serigala hitam dan berkata. "Ayo pergi." "Rooaarr." Serigala hitam meraung dan melesat pergi.


Beberapa menit kemudian Arthur kembali ke dalam kota dengan menaiki serigala hitam. "Kamu tunggulah disini." Kata Arthur turun dari serigala hitam. "Wooaarrr." Serigala hitam meraung.


Arthur kemudian masuk ke dalam toko pakaian. "Apa anda tertarik membeli monster serigala lagi." Kata Arthur melihat dwarf wanita.


"Aku ingin melihat seperti apa monster serigala yang kamu jual." Balas Dwarf wanita.


Arthur dan Dwarf wanita kemudian keluar dari toko pakaian. "Apa kamu beast tamer." Kata Dwarf wanita melihat monster serigala yang masih hidup.


"Benar, aku Beast Tamer." Arthur mengangguk.


"Arthur sejak kapan kamu menjadi beast tamer." Arthur melihat Lilith yang berjalan ke arahnya.


"Aku akan membeli serigala ini seharga 11 coin emas." Kata Dwarf wanita.


"Kamu bisa membelinya." Balas Arthur.


"Wind spear." Kata Dwarf kemudian tombak angin raksasa muncul di udara. "Mati." Kata Dwarf menembakan tombak angin ke arah kepala serigala. "Buusshh." Tombak angin raksasa menembus kepala serigala.


Setelah membunuh monster serigala, Dwarf wanita kemudian memberikan 11 coin emas kepada Arthur. "Terimakasih." Arthur melihat Dwarf wanita kemudian berjalan pergi.


"Arthur kamu ingin pergi kemana." Kata Lilith mengejar Arthur.


"Restoran." Balas Arthur.


Tidak lama kemudian Arthur dan Lilith masuk ke dalam restoran. "Arthur kamu belum menjawab pertanyaanku. Sejak kapan kamu menjadi Beast tamer." Lilith menatap Arthur.


"Apa yang ingin anda pesan." Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya.


"Aku pesan 1 porsi makanan terenak di restoran ini dan sebotol anggur." Kata Arthur.


"Aku pesan 1 porsi daging kelinci dan sebotol anggur." Kata Lilith.


"Baik silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke arah dapur.


"Benar Lilith. Mengapa kamu tidak meminta magic crystal kepada iblis itu." Kata Arthur melihat Lilith.


"Bukankah sudah kubilang padamu. Aku tidak ingin berurusan dengannya." Balas Lilith.


"Ini pesanan anda." Arthur melihat pesanannya datang.


"Apa kamu sangat menyukai daging kelinci. Aku lihat kamu selalu memesan daging kelinci." Kata Arthur melihat Lilith.


"Tidak bisakah kamu diam." Kata Lilith mengigit daging. Mendengar kata Lilith Arthur tidak bertanya dan mulai makan.


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Aku menyukai daging kelinci." Kata Lilith melihat Arthur.


Arthur mengabaikan Lilith dan berjalan keluar restoran. "Apa dia marah padaku." Gumam Lilith melihat Arthur mengabaikannya.


Tidak lama kemudian Arthur masuk ke dalam penginapan. "Aku ingin menginap 1 hari lagi." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepala pelayan penginapan.


"Baik." Balas pelayan saat menerima uang dari Arthur.


Arthur masuk ke dalam kamarnya kemudian duduk di atas kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 19 tahun


Level : 1120 Next Level 1121 Exp


Job : Beast Tamer


Ras : Manusia


Strength : 1125


Agility : 1125


Vitality : 1125


Stamina : 1125


Magic : 1130


Poin : 0


Poin Skill : 77


Skill : Observation (SS) Copy (SS) Doube Exp (S) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S) Menjinakan Binatang (SS)


"Jika setiap hari aku level up 20 kali. Butuh waktu 14 bulan lebih untuk mencapai level 9999." Kata Arthur melihat statusnya.


Keesokan harinya Arthur keluar dari penginapan. "Arthur apa kamu ingin pergi berburu monster." Kata Lilith melihat Arthur. Arthur mengabaikan Lilith dan berjalan ke arah gerbang kota.


"Jangan mengikutiku. Aku tidak ingin iblis itu salah paham dengan hubungan kita." Kata Arthur melihat Lilith mengikutinya.


Lilith mengigit bibirnya saat mendengar kata Arthur. "Baiklah, mulai sekarang kamu tidak akan pernah melihatku lagi." Kata Lilith.


"Itu bagus." Arthur mengangguk kemudian berjalan pergi.


Beberapa jam kemudian Arthur berada di dalam hutan. "Mati." Kata Arthur menembakan bola api ke arah kawanan serigala. "Booomm!!!" Ledakan terjadi.


"Exp + 6000." "Level Up." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 5 poin." Melihat notifikasi yang muncul di depannya Arthur berjalan masuk ke dalam hutan.


Beberapa jam telah berlalu saat ini Arthur sedang menaiki monster serigala berkulit putih. "Berhenti." Kata Arthur melihat iblis berkuli ungu. "Rooaarrr." Serigala meraung dan berhenti berlari.


"Manusia apa kamu tahu kemana Lilith pergi." Kata iblis berkulit ungu melihat Arthur. "Aku tidak tahu." Balas Arthur.


"Jika begitu, percuma kamu untuk hidup." Kata Iblis berkulit ungu melesat ke arah Arthur.


"Berengsek. Menghilang." Teriak Arthur kemudian dirinya menghilang. "Pucchhii." Arthur melihat iblis berkulit ungu menusuk jantungnya dengan sebuah tangan.


"Matilah." Kata iblis berkulit ungu kemudian mencabut jantung Arthur. "Buukkk." Arthur terjatuh ke tanah dan mulai kehilangan kesadaran.