
"Aku tertarik denganmu." Balas Arthur.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan kembali ke gedung yang menjualmu sebagai budak. Dan mengatakan aku telah membebaskanmu." Kata Arthur.
Slyvia meneteskan air mata saat mendengar kata Arthur. "Terimakasih tuan." Slyvia berterimakasih.
Arthur mengangguk kemudian berjalan ke gedung tempat dirinya membeli Slyvia.
Beberapa menit kemudian Arthur kembali ke gedung tempat dirinya membeli Slyvia. "Aku telah melepaskan Slyvia budak yang baru saja aku beli." Kata Arthur melihat wanita.
"Oohh." Wanita terkejut mendengar kata Arthur.
"Bisakah kamu merobek kontrak perjanjian budak yang tadi aku tanda tangani." Kata Arthur.
"Baiklah, saya akan merobek kontrak pernjanjian budak yang anda tangani." Balas wanita.
"Bagus." Arthur mengangguk kemudian keluar dari gedung.
"Mengapa kamu masih ada disini. Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Tuan, apa anda tidak keberatan jika saya pergi bersama anda. Saat ini saya tidak memiliki tempat untuk kembali." Kata Slyvia.
"Baiklah, kamu bisa pergi bersamaku." Kata Arthur.
"Terimakasih tuan." Slyvia tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam toko senjata. "Apa yang ingin anda cari." Kata penjaga toko melihat Arthur.
"Aku ingin membeli busur." Balas Arthur.
"Tuan, apa anda juga seorang Archer." Slyvia terkejut mendengar Arthur ingin membeli busur.
"Ikuti aku." Kata penjaga toko. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti penjaga toko.
"Slyvia pilihlah busur yang kamu suka." Kata Arthur melihat puluhan busur yang berada di dalam ruangan.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Berapa harga busur ini." Kata Arthur memegang busur bewarna hitam.
"Harga busur itu 20 coin emas." Balas penjaga toko.
"Tuan, saya menyukai busur ini." Kata Slyvia melihat Arthur.
"Berapa harga busur itu." Kata Arthur melihat penjaga toko.
"Harga busur itu 10 coin emas." Balas penjaga toko. Arthur kemudian memberikan 30 coin kepada penjaga toko.
"Berapa harga 1 anak panah." Kata Arthur melihat penjaga toko.
"Harga 1 anak panah adalah 1 coin emas." Balas penjaga toko.
"Aku membeli 20 anak panah." Kata Arthur memberikan 20 coin emas kepada penjaga toko. Penjaga toko mengambil 20 anak panah kemudian memberikan anak panah ke Arthur.
"Slyvia ayo pergi." Kata Arthur keluar dari toko.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Tuan, bagaimana anda tahu jika aku seorang Archer." Slyvia melihat Arthur.
"Aku hanya menebak karena rata-rata ras elf adalah seorang Archer." Kata Arthur.
"Tuan, terimakasih sudah membelikan saya busur dan anak panah." Slyvia tersenyum. Arthur mengangguk dan berjalan ke arah gerbang kota.
"Tuan, kita ingin pergi kemana." Tanya Slyvia.
"Berburu monster." Balas Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam hutan. "Roaaarr." Arthur melihat beruang hitam sebesar 3 meter. "Mati!!" Kata Arthur menembakan panah ke arah kepala beruang.
"Ceeppp." Panah menancap di kepala beruang. "Buuukk." Beruang terjatuh ke tanah.
"Exp +100." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Ayo kita kembali ke kota." Kata Arthur melihat melihat Slyvia.
"Tuan, apa anda tidak ingin membawa mayat beruang itu. Daging dan kulit beruang bisa di jual." Kata Slyvia.
"Saat ini aku tidak kekurangan uang." Balas Arthur berjalan pergi.
"Tuan, tunggu saya." Kata Slyvia mengejar Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia telah kembali ke kota. Arthur kemudian masuk ke dalam penginapan di ikuti Slyvia. "Aku pesan 2 kamar untuk 1 hari." Kata Arthur memberikan 2 coin emas kepada pelayan penginapan.
"Tuan, lebih baik pesan satu kamar saja. Saya bisa tidur di lantai." Kata Slyvia.
"Baiklah, jika itu keinginanmu." Balas Arthur.
"Aku pesan 1 kamar untuk 2 hari." Kata Arthur melihat pelayan penginapan.
"Silakan ikuti saya." Kata pelayan penginapan. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti pelayan penginapan.
"Ini kamar anda." Pelayan penginapan membuka pintu kamar.
"Aku akan mandi." Kata Arthur masuk ke dalam kamar mandi.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Saat membasuh badannya Arthur melihat Slyvia masuk ke dalam kamar mandi. "Tuan, izinkan saya membasuh badan anda." Kata Slyvia dengan wajah merah.
"Baiklah." Balas Arthur.
Slyvia kemudian mulai membasuh badan Arthur. "Tuan, apakah saya perlu membasuh milik anda." Slyvia tersipu malu melihat milik Arthur yang berdiri.
"Kamu bisa membasuhnya." Balas Arthur. Slyvia mengangguk dengan malu kemudian mengelus milik Arthur.
"Jadi seperti ini milik pria." Kata Slyvia mengelus milik Arthur.
"Apa ini pertama kali kamu melihat *****." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Benar tuan, ini pertama kali saya melihat milik pria." Slyvia menjawab dengan malu.
"Sekarang biarkan aku membasuh tubuhmu." Kata Arthur melihat Slyvia. Slyvia tersipu malu saat mendengar Arthur akan membasuh tubuhnya.
Arthur kemudian mulai membasuh dada bulat Slyvia. "Kamu memiliki tubuh seksi dan dada yang sangat indah." Kata Arthur membasuh dada Slyvia.
"Emmm. Terimakasih atas pujiannya tuan." kata Slyvia tersipu malu.
"Ayo kita keluar." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk dengan malu. Arthur dan Slyvia kemudian keluar dari kamar mandi.
"Ahhh." Arthur membaringkan Slyvia. "Tuan, bisakah anda melakukannya dengan lembut. Ini pertama kalinya bagi saya." Kata Slyvia dengan malu.
"Baiklah, aku akan memperlakukanmu dengan lembut." Kata Arthur kemudian mencium bibir Slyvia. "Emmm." Slyvia memejamkan matanya saat Arthur mencium bibirnya.
Setelah puas mencium bibir Slyvia, Arthur kemudian menghisap dada bulat Slyvia. "Ahhhh." Slyvia mengerang saat Arthur menghisap dadanya.
Setelah puas bermain dengan dada Slyvia, Arthur kemudian menusuk milik Slyvia. "Ahhhh." Slyvia berteriak saat Arthur menusuk miliknya.
1 Jam kemudian Arthur dan Slyvia sedang berbaring di kasur dengan telanjang. "Slyvia, mengapa kamu bisa berakhir menjadi budak." Tanya Arthur meski sudah tahu jawabannya.
"Slyvia kemudian mulai menceritakan bahwa dirinya di jebak oleh temannya.
"Slvia apa kamu tidak ada rencana untuk membalas dendam terhadap temanmu." Tanya Arthur.
"Tidak tuan." Slyvia menggeleng.
"Baiklah, jika kamu tidak ingin membalas dendam." Balas Arthur. Arthur tahu dengan levelnya saat ini. Arthur tidak bisa membantu Slyvia untuk balas dendam.
8 Bulan berlalu setelah Arthur kembali lagi ke masa lalu. Saat ini Arthur sedang duduk di tepi sungai. "Sudah 8 bulan setelah aku kembali ke masa lalu. Seharunya 1 bulan lagi Steven dan yang lain akan menyerang istana raja iblis." Gumam Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 700 Nex Level Membutuhkan 701 Exp
Job : Archer
Ras : Manusia
Strength : 705
Agility : 705
Vitality : 705
Stamina : 705
Magic : 710
Poin : 0
Poin Skill : 56
Skill : Observation (S) Copy (S) Sihir Penyembuh (S) Memanah (S)
"Dengan kekuatanku saat ini. Aku tidak akan bisa menang melawan raja iblis. Jika Steven dan yang lain terbunuh. Aku akan kembali lagi ke masa lalu." Kata Arthur dengan ekspresi buruk.
"Tuan, anda sedang memikirkan apa." Slyvia menatap Arthur.
"Slyvia aku akan pergi ke negara Bradfort. Apa kamu ingin ikut denganku ke negara Bradfort." Arthur melihat Slyvia.
"Saya akan ikut anda ke negara Bradfort. Bukankah saya sudah mengatakan akan selalu pergi bersama anda." Slyvia tersenyum.
"Baiklah, jika egitu ayo pergi." Kata Arthur berjalan pergi.
"Baik." Slyvia mengangguk.
1 Bulan kemudian Arthur dan Slyvia berada di negara Bradfort. "Kalian ingin pergi kemana." Tanya Arthur melihat Steven, Deni dan semua teman sekelasnya.
"Arthur." Steven dan yang lain terkejut saat melihat Arthur.