
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia berada di sarang naga. "Ayah mereka berdua sudah mendapatkan 5 magic crystal." Kata Toothless melihat ayahnya.
"Manusia apa kamu akan pergi." Kata naga hitam sebesar 10 meter melihat Arthur.
"Kami akan pergi." Arthur mengangguk.
"Kemana kamu akan pergi." Tanya naga hitam sebesar 10 meter.
"Mungkin ke negara Helmond, tempat para elf tinggal. Aku ingin membalaskan dendam Slyvia." Balas Arthur melihat Slyvia.
"Oohh." Naga hitam sebesar 10 meter terkejut mendengar kata Arthur.
Arthur kemudian menceritakan tentang Slyvia yang di jebak oleh anak raja elf dan berakhir di jual di pasar budak.
"Sial, aku tidak menyangka anak raja elf begitu hina." Toothless marah saat mendengar cerita Arthur.
"Ayah bolehkah aku ikut dengan mereka berdua." Toothless melihat ayahnya.
"Tidak boleh, jika kamu membantu mereka berdua melawan ras elf. Hubungan ras naga dan elf akan menjadi buruk." Kata naga hitam sebesar 10 meter.
"Jika tidak ada yang ingin di tanyakan lagi. Kami berdua akan pergi." Kata Arthur melihat naga hitam sebesar 10 meter.
"Kamu bisa pergi." Balas naga hitam sebesar 10 meter. Arthur dan Slyvia kemudian berjalan pergi.
"Tuan, apa benar kita akan pergi ke negara Helmond." Tanya Slyvia.
"Benar, tapi sebelum pergi ke negara Helmond kita akan berburu monster dan meningkatkan level kita berdua." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
14 Hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Slyvia telah kembali ke negara Sturgart. "Aku tidak menyangka akan kembali lagi ke negara ini." Kata Slyvia melihat bangunan dan penduduk kota.
"Apa kamu membenci negara ini." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Tidak tuan, karena di negara ini, saya bisa bertemu dengan tuan." Slyvia tersenyum.
Arthur tersenyum kemudian masuk ke dalam toko di ikuti oleh Slyvia. "Apa yang ingin anda cari." Kata penjaga toko melihat Arthur.
"Aku ingin membeli busur." Balas Arthur.
"Ikuti aku." Kata penjaga toko. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti penjaga tokl.
"Slyvia pilihlah busur yang kamu suka." Kata Arthur melihat puluhan busur yang berada di dalam ruangan.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Tuan, saya menyukai busur ini." Kata Slyvia melihat Arthur.
"Berapa harga busur itu." Kata Arthur melihat penjaga toko.
"10 coin emas." Balas penjaga toko.
"Arthur kemudian memberikan 10 coin kepada penjaga toko.
"Berapa harga 1 anak panah." Kata Arthur melihat penjaga toko.
"1 coin emas." Balas penjaga toko.
"Aku membeli 3 anak panah." Kata Arthur memberikan 3 coin emas kepada penjaga toko. Penjaga toko mengambil 3 anak panah, kemudian memberikan anak panah ke Arthur.
"Slyvia ayo pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian keluar dari toko.
"Ayo kita pergi ke hutan dan berburu." Kata Arthur berjalan ke arah gerbang kota.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam hutan. "Grrr." Arthur melihat tiga serigala putih sebesar 1,8 meter yang berjalan ke arahnya.
"Slyvia bunuh mereka bertiga." Kata Arthur.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mulai memanah tiga serigala.
"Ceepp." Arthur melihat panah menancap di kepala serigala. "Ceeepp." "Jadi ini kemampuan memanah level S." kata Arthur melihat Slyvia membunuh dua serigala dengan mudah.
"Aauuu." Serigala meraung melihat kedua temannya terbunuh. "Ceeppp." Panah menancap di kepala serigala.
"Grrr." Arthur melihat 5 serigala putih yang berlari ke arahnya. "Tuan, aku tidak memiliki panah lagi." Kata Slyvia.
"Biar aku saja yang membunuh mereka." Balas Arthur. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian 5 panah angin muncul di udara.
"Mati." Kata Arthur menembakan 5 panah angin ke serigala. "Buusshh." "Buusshh." 5 panah angin menembus kepala serigala.
"Exp +300." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Ambil anak panahmu. Kemudian kita akan lanjut berburu." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mengambil 3 panah yang menancap di kepala serigala.
"Ayo kita pergi." Kata Arthur berjalan masuk ke dalam hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur kembali ke kota dengan menyeret mayat beruang sebesar 3 meter. "Tunggulah disini." Kata Arthur masuk ke dalam restoran.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Apa restoran ini tertarik membeli daging beruang." Kata Arthur melihat pelayan restoran.
"Aku ingin melihat terlebih dulu beruang yang kamu jual." Kata wanita paruh baya berjalan ke arah Arthur.
Arthur kemudian keluar dari restoran di ikuti wanita paruh baya. Wanita paruh baya melihat beruang kemudian memeriksa tubuh beruang. "Aku akan membeli beruang ini seharga 11 coin emas." Kata wanita paruh baya.
"Dia menawarkan harga yang lebih tinggi dari pada Dwarf." Gumam Arthur.
"Kamu bisa membelinya." Arthur mengangguk. Wanita paruh baya kemudian memberikan 11 coin emas kepada Arthur.
"Jika kamu ingin menjual daging monster. Jual saya ke restoranku." Kata wanita paruh baya.
"Baiklah." Balas Arthur.
"Slyvia ayo kita pergi." Kata Arthur berjalan pergi.
"Baik tuan." Balas Slyvia mengikuti Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam kamar penginapan. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 975
Job : Assasin
Ras : Manusia
Strength : 980
Agility : 980
Vitality : 980
Stamina : 980
Magic : 985
Poin : 0
Poin Skill : 82
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S)
"Aku tidak menyangka sudah 19 tahun." Kata Arthur melihat statusnya.
"Tuan saya sudah selesai mandi." Kata Slyvia keluar dari kamar mandi.
"Benar, aku belum menyalin Job Slyvia." Gumam Arthur melihat Slyvia.
"Aktifkan skill Copy salin Job Archer Slyvia." Gumam Arthur melihat Slyvia.
"Anda menyalin job Archer." "Anda mendapatkan skill Memanah (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Duduklah di sampingku." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian duduk di samping Arthur.
Arthur memeluk Slyvia kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Slyvia memejamkan matanya dan memeluk Arthur.
Arthur melepas handuk Slyvia kemudian meremas dadanya. "Dadamu semakin besar." Bisik Arthur di telinga Slyvia.
Slyvia tersipu malu saat mendengar kata Arthur. Arthur dan Slyvia saling menatap kemudian mulai berciuman.
14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di dalam hutan bersama Slyvia. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin muncul di depannya.
"Mati." Kata Arthur menembakan panah angin ke arah gorila. "Buusshh." Panah angin menembus kepala gorila.
"Exp +200." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin."
"Dengan begini aku level 990." Kata Arthur melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Slyvia ayo kita kembali ke kota." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur kemudian menyeret mayat gorila dan berjalan keluar dari hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur kembali ke kota dan menjual mayat gorila di restoran. "Ini." Wanita paruh baya memberikan Arthur 12 coin emas.
"Terimakasih." Kata Arthur menerima uang.
"Arthur, Slyvia masuklah ke dalam. Aku akan membuat makanan untuk kalian." Kata wanita paruh baya. Wanita paruh baya mengetahui nama Arthur. Karena setiap hari Arthur menjual mayat monster yang dia bunuh ke restoran miliknya.