
"Apa restoran ini tertarik membeli daging beruang." Kata Arthur melihat pelayan restoran.
"Aku ingin melihat beruang yang kamu jual." Seorang dwarf paruh baya berjalan ke arah Arthur.
Arthur kemudian keluar dari restoran di ikuti dwarf paruh baya. Dwarf melihat beruang kemudian mulai memeriksa tubuh beruang. "Beruang ini mati tidak lebih dari 24 jam." Kata Dwarf.
"Benar, aku baru saja membunuh beruang ini beberapa jam lalu." Kata Arthur.
"Aku akan membeli beruang ini seharga 10 coin emas." Kata dwarf melihat Arthur.
"Kamu bisa membelinya." Arthur mengangguk. Dwarf kemudian memberikan 10 coin emas kepada Arthur.
"Slyvia ayo kita pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian berjalan ke arah penginapan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia masuk ke dalam penginapan. "Besok kita akan meninggalkan kota ini dan melanjutkan perjalanan." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Tuan." Slyvia menatap Arthur.
"Ada apa." Balas Arthur.
"Apa anda tidak ingin berhubungan badan." Kata Slyvia dengan malu.
"Sepertinya kamu sudah ketagihan berhubungan badan." Arthur tersentum dan mengelus pussy Slyvia.
"Emmm." Slyvia mengerang saat Arthur menyentuh miliknya. Arthur dan Slyvia saling melihat kemudian mulai berciuman.
Keesokan harinya Arthur dan Slyvia keluar dari penginapan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur berjalan ke arah gerbang kota.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
7 hari kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam hutan. "Wuusshh." "Naga." Kata Arthur melihat seekor naga sebesar 10 meter yang terbang di langit.
"Slyvia apa negara Deventer di huni oleh ras naga." Tanya Arthur.
"Benar tuan, negara Deventer di huni oleh ras naga." Slyvia mengangguk.
"Apa ras naga membenci manusia." Tanya Arthur.
"Tidak tuan, selama anda tidak mengusik mereka. Kita akan baik-baik saja." Kata Slyvia.
"Kita sudah ada di negara Deventer. Bagaimana cari kita mendapatkan magic crystal." Arthur melihat Slyvia.
"Kita akan mencari tambang magic crystal. Setelah itu kita akan mulai menambang tuan." kata Slyvia.
"Wuusshh." Arthur melihat bola api bewarna hitam melesat ke arahnya. "Slyvia menghindar." Arthur memeluk Slyvia dan menghindari bola api. "Booomm!!!" Bola api meledak.
"Slyvia bukankah kamu bilang ras naga tidak membenci manusia." Kata Arthur melihat naga bewarna hitam sebesar 1 meter yang terbang di udara.
"Mungkin akhir-akhir ini ada manusia yang menyinggung ras naga." Kata Slyvia melihat naga hitam yang terbang di langit.
"Hei, mengapa kamu menyerang kami." Arthur berteriak.
"Manusia beraninya kamu memasuki wilayah kami ras naga." Kata naga bewarna hitam.
"Suaranya seperti anak kecil." Kata Arthur mendengar suara naga bewarna hitam.
"Kami berada di sini untuk menambang magic crystal." Kata Arthur melihat naga bewarna hitam.
"Sudah aku tebak. Tujuanmu datang ke wilayah ini untuk menambang magic crystal." Kata naga bewarna hitam.
"Pergilah dari sini. Aku tidak mengizinkanmu menambang magic crystal." Kata naga bewarna hitam.
"Slyvia apa yang akan terjadi jika aku membunuhnya." Kata Arthur melihat naga hitam.
"Tuan, anda tidak boleh membunuhnya. Jika naga lain mengetahui tuan membunuh seekor naga. Tuan akan di buru oleh semua ras naga yang ada di dunia ini." Kata Slyvia. Arthur terdiam mendenga kata Slyvia.
"Bisakah kamu memberiku 5 magic crystal. Aku membutuhkan magic crystal untuk kembali ke duniaku." Kata Arthur melihat naga hitam.
Naga hitam terkejut mendengar kata Arthur. "Apa kamu berasal dari dunia lain." Naga hitam melihat Arthur.
"Benar, aku berasal dari dunia lain." Arthur mengangguk.
Naga hitam menatap Arthur. "Ikutlah denganku." kata naga hitam. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti naga hitam.
Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia berada di sarang naga. "Toothless mengapa kamu membawa manusia dan elf kemari." kata naga hitam sebesar 10 meter melihat Arthur dan Slyvia.
"Ayah, manusia ini mengatakan dirinya berasal dari dunia lain." Kata naga hitam yang di panggil Toothless.
"Oohh." Naga hitam sebesar 10 meter terkejut mendengar Arthur berasal dari dunia lain.
"Manusia bagaimana caramu membuktikan bahwa dirimu berasal dari dunia lain." Naga hitam sebesar 10 meter menatap Arthur.
"Fire ball." 'Water ball." "Wind arrow." "Stone spear." Kata Arthur kemudian bola api, bola air, panah angin dan tombak batu muncul di depan Arthur.
"Menarik, baru kali ini aku melihat manusia yang menguasai 4 sihir elemen." Kata naga hitam melihat Arthur.
"Sepertinya kamu tidak berbohong. Bahwa kamu berasal dari dunia lain." Kata naga hitam melihat Arthur.
"Manusia siapa namamu." Tanya naga hitam.
"Namaku Arthur." Balas Arthur.
"Apa elf wanita itu adalah budakmu." Naga hitam melihat Arthur.
"Benar, dia adalah Slyvia budakku. Aku membelinya di pasar budak di negara Sturgart." Kata Arthur.
"Negara Sturgart memang terkenal dengan perbudakannya." Kata naga hitam.
"Manusia berapa banyak magic crystal yang kamu butuhkan." Kata naga hitam.
"Tidak banyak, aku hanya membutuhkan 5 magic crystal." Balas Arthur.
"Toothless antar manusia itu ke tambang magic crystal." Kata naga hitam sebesar 10 meter.
"Baik ayah." Naga hitam yang di panggil Toothless mengangguk.
"Manusia ikuti aku." Kata Toothless. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti naga hitam bernama Toothless.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia berada di sebuah pertambangan. "Manusia setelah kamu mendapatkan 5 magic crystal. Kamu bisa berhenti menambang." Kata naga hitam.
"Aku tahu." Arthur mengangguk.
"Slyvia kamu tunggulah disini, biarkan aku sendiri yang menambang." Kata Arthur masuk ke dalam gua.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Manusia itu memperlakukan dirimu dengan baik." Kata naga hitam melihat Arthur.
"Benar, tuan Arthur memperlakukan diriku dengan baik." Slyvia mengangguk.
Beberapa jam kemudian Arthur keluar dari dalam gua. "Tuan apa anda berhasil mendapatkan magic crystal." Tanya Slyvia.
"Aku hanya mendapatkan 3 magic crystal." Kata Arthur.
"Hei, aku ingin melanjutkan menambang besok." Kata Arthur melihat naga hitam.
"Tidak masalah." Balas naga hitam.
"Apa kamu bisa menyediakan kami tempat untuk istirahat." Kata Arthur.
"Ikuti aku." Balas naga hitam. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti naga hitam.
"Kalian bisa beristirahat disitu." Kata naga hitam menunjuk gua.
"Terimakasih." Kata Arthur melihat naga hitam. Naga hitam mengangguk kemudian pergi.
"Slyvia ayo masuk ke dalam gua." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Keesokan harinya Arthur dan Slyvia keluar dari gua. "Apa kalian sudah makan." Kata naga hitam melihat Arthur dan Slyvia.
"Kami belum makan." Balas Arthur.
"Tunggu disini, aku akan membawakan kalian makanan." Kata naga hitam.
"Baik." Balas Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat naga hitam kembali. "Ini makanlah." Naga hitam memberikan banyak buah-buah han kepada Arthur dan Slyvia.
"Terimakasih Toothless." Slyvia tersenyum kepada naga hitam. Naga hitam mengangguk mendengar Slyvia berterima kasih kepadanya.
Tidak lama kemudian Arthur telah selesai makan. "Ayo kita ke tambang." Kata Arthur melihat naga hitam.
"Apa kamu tidak ingin menghabiskan semua buah-buahan itu." Tanya naga hitam.
"Tidak, perutku sudah penuh." Balas Arthur.
"Baiklah, ayo kita ke tambang." Balas naga hitam. Arthur, Slyvia dan naga hitam kemudian pergi ke tambang magic crystal.
"Tuan, saya akan membantu anda menambang." Kata Slyvia melihat Arthur.
"Baiklah." Arthur mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian masuk ke dalam gua dan mulai menambang magic crystal.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia keluar dari dalam gua. "Kami sudah mendapatkan 5 magic crystal." Kata Arthur melihat naga hitam.
"Ikuti aku." Balas naga hitam. Arthur dan Slyvia kemudian mengikuti naga hitam.