
3 Bulan berlalu setelah Arthur kembali ke masa lalu. Saat ini Arthur sedang berada di dalam hutan dan bertarung dengan beruang hitam sebesar 3 meter. "Mati." Teriak Arthur menusuk kepala beruang. "Roaarr." Beruang meraung kemudian jattuh ke tanah.
"Exp +100." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 400 Nex Level Membutuhkan 401 Exp
Job : Healer
Ras : Manusia
Strength : 405
Agility : 405
Vitality : 405
Stamina : 405
Magic : 405
Poin : 5
Poin Skill : 26
Skill : Observation (S) Copy (S) Sihir Penyembuh (S)
"Aku akan menambahkan 5 poin pada Strength." Kata Arthur meningkatkan statusnya. "Singg!!" cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Dengan levelku saat ini. Seharusnya aku akan baik-baik saja jika pergi ke negara Sturgart atau Volgrad." Kata Arthur. Arthur kemudian berjalan pergi meninggalkan hutan.
Beberapa jam kemudian Arthur telah kembali ke desa. Arthur masuk ke dalam rumahnya dan duduk di atas kasur. "Negara mana yang harus aku datangi terlebih dulu. Sturgart atau Volgrad." Arthur berpikir.
"Sepertinya aku akan pergi ke negara Sturgart terlebih dulu, mungkin aku akan bertemu dengan Slyvia yang belum menjadi budak." Kata Arthur berbaring di kasur.
Keesokan harinya Arthur keluar dari rumahnya dengan membawa kantong kain yang berisi ratusan coin emas. "Arthur kamu ingin pergi kemana." Tanya Rosmila.
"Aku ingin pergi ke kota." Balas Arthur berbohong.
"Arthur bolehkah aku ikut pergi ke kota bersamamu." Tanya Rosmila.
"Tidak." Balas Arthur berjalan pergi.
14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur berada di pelabuhan. "Aku ingin pergi ke negara Sturgart." Kata Arthur melihat pria botak.
"20 coin emas." Kata pria botak. Arthur memberikan 20 coin emas kepada pria botak.
"Naiklah ke kapal, sebentar lagi kita akan berlayar." Kata pria botak.
"Baik." Arthur mengangguk kemudian menaiki kapal.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat kapal mulai berlayar. "Ini pertama kali aku menaiki kapal sendiri." Kata Arthur teringat dirinya menaiki kapal bersama Fiona dan Slyvia.
14 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berdiri di deck kapal dan melihat kapal mulai berlabuh. Arthur turun dari kapal dan berjalan ke arah pria yang duduk di atas kereta kuda. "Aku ingin pergi ke negara Sturgart." Kata Arthur melihat pria.
"100 coin emas. Butuh 7 hari perjalanan jika pergi ke negara Sturgart." Kata pria. Arthur kemudian memberikan 100 coin emas kepada pria.
"Ayo berangkat." Kata Arthur naik ke dalam kereta.
"Baik." Pria mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.
7 hari telah berlalu. Saat ini Arthur melihat kereta kuda masuk ke dalam kota. "Kita telah sampai di ibukota negara Sturgart." Kata pria menghentikan kereta kuda.
"Terimakasih." Kata Arthur turun dari kereta.
"Sebelum pergi ke pasar budak. Aku akan makan terlebih dulu." Kata Arthur berjalan ke arah restoran.
Saat masuk ke dalam restoran Arthur melihat pria kurus yang memanggil dirinya ke negara Sturgart. "Aku tidak menyangka akan bertemu dirinya disini." Arthur menyeringai.
"Selamat datang apa yang ingin anda pesan." Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya.
"Saya pesan 1 porsi ayam dan segelas air." Kata Arthur.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke arah dapur.
"Apa aku boleh duduk disini." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Tidak." Balas pria kurus.
"Apa kamu berencana memanggil manusia dari dunia lain." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku ingin memanggil manusia dari dunia lain." Pria kurus terkejut dengan kata Arthur.
"Aku tidak percaya dengan omong kosongmu." Balas pria kurus.
"Terserah kamu ingin percaya kepadaku atau tidak." Kata Arthur duduk di kursi kosong.
Arthur kemudian melihat pria kurus berjalan ke arahnya. "Apa kamu serius, aku akan bernasib sial jika memanggil manusia dari dunia lain." Tanya pria kurus.
"Benar, kamu akan di hajar oleh manusia yang kamu panggil dari dunia lain." Balas Arthur. Pria kurus terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Ini pesanan anda." Arthur melihat pelayan restoran mengantarkan makanannya.
"Apa kamu mau." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Tidak." Balas pria kurus keluar dari restoran.
"Jika dia tetap memanggil manusia dari dunia lain. Dan aku manusia yang dia panggil ke dunia ini lagi. Aku akan memotong burungnya." Gumam Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Sekarang saatnya pergi ke pasar budak." Kata Arthur keluar dari restoran.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam gedung. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Saat masuk ke dalam gedung Arthur disambut wanita berusia 30an.
"Aku ingin melihat budak elf." Kata Arthur.
"Silakan ikuti saya." Kata Wanita. Arthur kemudian mengikuti wanita.
Tatapan Arthur tiba-tiba terfokus kepada elf wanita berkulit putih, yang memiliki telinga panjang dan rambut pirang. "Berapa harga dia." Tanya Arthur.
"Harganya 100 coin emas." Kata wanita.
"Dulu aku ingat harga Slyvia adalah 10 coin emas. Apa karena dirinya tidak kurus dan kulitnya bersih tanpa luka." Kata Arthur melihat elf wanita yang tidak lain Slyvia.
"Aku akan membelinya." Kata Arthur melihat wanita.
"Baron, bawa elf itu." Kata wanita melihat pria berotot.
"Baik nona." Pria berotot yang berada di belakang wanita mengangguk.
"Silakan ikuti saya." Kata wanita melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian mengikuti wanita.
Arthur kemudian masuk ke dalam ruangan. "Silakan duduk." Kata wanita melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian duduk di kursi.
"Bisakah saya menerima uangnya terlebih dulu." Kata wanita. Arthur kemudian memberikan 100 coin emas kepada wanita.
"Bolehkah saya tahu nama anda." Tanya wanita menerima 100 coin emas.
"Namaku Arthur." Kata Arthur.
"Tuan Arthur, silakan tanda tangan disini." Kata wanita memberikan kertas kepada Arthur. Arthur kemudian tanda tangan.
"Tuan Arthur, mulai saat ini Elf bernama Slyvia resmi menjadi budak anda. Anda bebas melakukan hal apa saja terhadapnya." Kata wanita melihat Arthur.
Arthur mengangguk mendengar kata wanita. "Slyvia ayo pergi dari sini." Kata Arthur keluar dari ruangan. Slyvia mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia masuk di restoran. "Selamat datang apa yang ingin anda pesan." Kata pelayan melihat Arthur.
"Kamu ingin makan apa." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Terserah tuan." Balas Slyvia.
"Saya pesan 1 porsi salad, 1 porsi jamur, dan minumnya teh hijau" Kata Arthur melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Pelayan mengangguk kemudian masuk ke dalam dapur.
Tidak lama kemudian Arthur melihat pelayan restoran berjalan ke arahnya. "Ini pesanan anda tuan." Kata pelayan mengantar pesanan Arthur.
"Makanlah." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Apa tuan tidak makan." Tanya Slyvia.
"Tidak, aku masih kenyang." Balas Arthur.
"Jika begitu saya akan makan." Kata Slyvia.
Melihat Slyvia yang mulai makan Arthur bergumam. "Aktifkan skill Copy salin Job Archer Slyvia."
"Anda menyalin job Archer." "Anda mendapatkan skill Memanah (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Slyvia telah selesai makan. "Ayo pergi." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik." Slyvia mengangguk. Arthur kemudian keluar restoran di ikuti Slyvia.
"Ambil ini." Kata Arthur memberikan 10 coin emas kepada Slyvia.
"Kamu bisa pergi." Kata Arthur melihat Slyvia. Slyvia terkejut melihat Arthur menyuruhnya pergi.
"Apa tuan tidak tertarik denganku." Slyvia menatap Arthur.