I Copy Your Job

I Copy Your Job
42. Kembali Ke Masa lalu III



Arthur melihat maid datang dengan membawa poci dan dua cangkir teh. Rapunsel kemudian menuangkan poci yang berisi teh ke cangkir. "Ayo minum." Kata Rapunsel melihat Arthur.


"Baik tuan putri." Arthur mengangguk kemudian meminum teh.


"Bagaimana rasa tehnya." Tanya Rapunsel.


"Enak, tapi teh ini masih belum bisa mengalahkan teh yang berasal dari duniaku." Kata Arthur.


"Jika kamu mengatakan itu. Aku semakin penasaran dengan duniamu." Kata Rapunsel meminum teh.


"Arthur bagaimana aku menurutmu." Rapunsel melihat Arthur.


"Anda adalah wanita yang cantik dan baik. Pria yang dapat menikahi anda pasti sangat beruntung." Kata Arthur meminum teh. Rapunsel tersenyum saat mendengar kata Arthur.


30 menit kemudian Rapunsel berdiri. "Terimakasih Arthur, kamu sudah mau menemaniku minum teh."


"Tidak perlu berterimakasih tuan putri. Saya senang dapat menemani anda minum teh." Arthur tersenyum.


"Jika begitu besok malam. Maukah kamu menemaniku minum teh lagi." Rapunsel melihat Arthur.


"Baik, besok malam saya akan menemani anda lagi." Arthur tersenyum. Rapunsel tersenyum mendengar jawaban Arthur.


Beberapa menit kemudian Arthur telah meninggalkan istana dan kembali ke penginapan. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan duduk di kasur. "Hari ini sungguh melelahkan." Arthur berbaring di kasur dan memejamkan matanya.


Sementara itu di tempat lain Steven dan semua teman sekelas Arthur sedang di kelilingi oleh puluhan naga. "Steven maafkan aku. Jika aku tidak membunuh seekor naga. Kita tidak akan berada di situasi seperti ini." Kata Deni tersenyum kecut.


"Tidak perlu minta maaf. Kita harus memikirkan cara bagaimana mengalahkan puluhan naga ini." Kata Steven melihat puluhan naga yang mengelilingi dirinya.


Beberapa menit kemudian Steven dan semua teman sekelas Arthur tergeletak di tanah. "Kalian adalah kelompok manusia terkuat yang pernah aku lawan." Kata naga hitam sebesar 100 meter melihat Steven dan semua teman sekelas Arthur tergeletak di tanah.


Saat ini tubuh Arthur tiba-tiba bersinar kemudian menghilang. "Bagus. Aku berhasil memanggil manusia dari dunia lain." Kata pria gemuk.


"Jangan bilang aku kembali lagi ke masa lalu." Arthur terkejut melihat pria gemuk yang ada di depannya.


"Siapa namamu." Pria gemuk yang tidak lain Luis melihat Arthur.


"Tapi mengapa aku kembali saat berada di negara Volgrad." Kata Arthur melihat pria gemuk di depannya.


"Hei, aku bertanya kepadamu." Pria gemuk melihat Arthur.


"Gendut, sebelum bertanya nama orang lain. Sebaiknya kamu mengenalkan dirimu terlebih dulu. Apa kamu pikir aku tidak berani menghajarmu." Kata Arthur melihat pria gemuk yang tidak lain Luis.


"Prajurit." Pria gemuk berteriak saat mendengar kata Arthur.


Arthur mencibir kemudian menghajar semua prajurit yang mengelilingi dirinya. "Buukk." "Buuukk." "Uuuhh." "Uuhhh." Pria gemuk terkejut melihat Arthur mengalahkan semua prajurit dengan mudah.


"Baiklah, sekarang giliranmu." Kata Arthur memukul perut Luis. "Buukk." "Uuuhh." Luis memegangi perutnya.


"Dari dulu aku sangat ingin memukulmu." Kata Arthur melihat Luis.


"Luis apa kamu berhasil memanggil manusia dari dunia lain." Arthur melihat wanita berambut pirang panjang yang tidak lain Eleanor berjalan ke arahnya.


"Apa kamu pemimpin negara ini." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Benar, aku pemimpin negara ini." Eleanor mengangguk.


"Kirim aku kembali ke dunia asalku." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Maaf, kami tidak memiliki magic crystal untuk mengirimmu kembali ke dunia asalmu." Balas Eleanor.


Arthur menghela nafas saat mendengar kata Eleanor. "Jika kamu tidak memiliki magic crystal. Aku tidak akan membantu negara yang kamu pimpin berperang dengan negara Kaunas." Kata Arthur melihat Eleanor.


Eleanor terkejut saat mendengar kata Arthur. "Bagaimana kamu bisa tahu bahwa negara yang aku pimpin akan berperang dengan negara Kaunas." Eleanor terkejut.


"Karena aku telah di panggil 2x ke dunia ini." Balas Arthur. Eleanor terkejut saat mendengar jawaban Arthur.


"Dunia ini bernama Alfhein. Di dunia ini ada 3 benua dan setiap benua di huni oleh ras Manusia, Iblis, Elf, Beast Human, Dwarf, Naga, dan monster. Sebelumnya aku di panggil di negara Bradfort dan berhasil mengalahkan raja iblis."


"Setelah mereka mengirimku kembali ke dunia tempat asalku. Babi gemuk ini memanggilku ke dunia ini sekali lagi." kata Arthur melihat Luis. Eleanor dan Luis terkejut saat mendengar cerita Arthur.


"Kamu beruntung aku bukan seorang berdarah dingin. Jika aku berdarah dingin, aku tidak akan ragu untuk membunuhmu." Kata Arthur melihat Luis. Luis terdiam saat mendengar kata Arthur.


"Eleanor aku ingin makan." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Ikuti aku." Kata Eleanor melihat Arthur. Arthur kemudian mengikuti Eleanor.


Tidak lama kemudian Arthur dan Eleanor berada di ruang makan. "Benar, aku masih belum mengetahui namamu." Eleanor melihat Arthur.


"Namaku Arthur." Balas Arthur.


"Arthur, tidak bisakah kamu membantu kami untuk berperang dengan negara Kaunas." Eleanor melihat Arthur.


"Apa imbalan yang aku dapatkan, jika aku membantumu berperang melawan negara Kaunas." Arthur melihat Eleanor.


"Aku akan mengabulkan permintaanmu. Jika kamu bersedia membantu kami berperang melawan negara Kaunas." Kata Eleanor.


"Jika begitu aku meminta untuk dikirim kembali ke dunia asalku." Kata Arthur.


"Tapi aku mendengar rumor bahwa negara Kaunas memiliki magic crystal." Kata Eleanor.


"Dulu dia tidak memberiahuku bahwa negara Kaunas memiliki magic crystal." Gumam Arthur.


"Arthur bisakah aku melihat kekuatanmu." Kata Eleanor.


"Tidak masalah, tapi aku makan terlebih dulu." Balas Arthur mengambil daging.


"Baiklah, kamu bisa makan terlebih dulu." Eleanor mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. Eleanor kemudian memberikan bola kristal kepada Arthur. Arthur kemudian menyentuh bola kristal itu.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 901


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 905


Agility : 905


Vitality : 905


Stamina : 910


Magic : 910


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S)


"Ahhh." Eleanor dan pria gemuk terkejut saat melihat status Arthur.


"Aku ingin istirahat." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Luis antar Arthur ke kamar yang sudah kita sediakan." Eleanor melihat pria gemuk.


"Baik yang mulia." Luis mengangguk.


"Silakan ikuti saya." Kata Luis melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian mengikuti Luis.


"Ini adalah kamar anda." Kata Luis membuka pintu. Arthur masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Luis terkejut saat Arthur tiba-tiba menutup pintu.


"Jika aku kembali ke masa lalu. Steven dan yang lain pasti telah terbunuh." Kata Arthur dengan serius.


"Tapi siapa yang bisa membunuh mereka semua. Level mereka semua di atas 800 dan level Steven di atas 850." Gumam Arthur. Arthur terdiam beberapa detik kemudian keluar dari kamarnya.


Saat ini Eleanor sedang berada di dalam ruangan dan duduk di sebuah singgasana. "Luis bagaimana pendapatmu tentang Arthur." Kata Eleanor melihat Luis masuk ke dalam ruangan.


"Dia sangat kuat dan berbahaya yang mulia. Sangat berbahaya untuk menjadikannya sebagai musuh." Kata Luis mengingat Arthur memukul perutnya.


"Babi gemuk dimana kamu." Eleanor mendengar suara teriakan Arthur.


"Luis pergilah, dan temui Arthur." Kata Eleanor melihat Luis.


"Baik yang mulia." Luis mengangguk kemudian keluar ruangan.


Arthur yang sedang duduk di sebuah kursi melihat Luis berjalan ke arahnya. "Mengapa anda memanggil saya." Luis melihat Arthur.


"Aktifkan skill observasi. Munculkan status Luis." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.


Nama : Luis


Usia : 28 tahun


Level : 280


Job : Mage


Ras : Manusia


Strength : 130


Agility : 130


Vitality : 130


Stamina : 130


Magic : 880


Skill : Sihir Api (S) Summoning Magic (S)