
"Benar, aku akan kembali ke negara Volgrad." Arthur mengangguk.
"Tujuanku datang ke negara ini untuk bertemu bu Erika dan yang lain. Karena Deni dan yang lain tidak ada di negara ini. Jadi aku akan pergi." Kata Arthur.
"Arthur bolehkah ibu ikut denganmu ke negara Volgrad." Erika melihat Arthur.
"Tidak masalah." Arthur mengangguk. Erika tersenyum saat Arthur memperbolehkan dirinya untuk ikut pergi ke negara Volgrad.
"Tapi negara Volgrad juga tidak memiliki magic crystal." Kata Arthur.
"Tidak masalah, kita bisa mencari magic crystal bersama. Lalu setelah itu kita akan kembali ke bumi." Erika tersenyum.
"Arthur ayo kita pergi ke istana." Kata Erika melihat Arthur.
"Baiklah, aku juga ingin bertemu dengan putri Rapunsel." Arthur tersenyum. Arthur dan Erika kemudian meninggalkan restoran.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Erika berada di istana. "Arthur." Putri Rapunsel terkejut saat melihat Arthur.
"Lama tidak berjumpa putri Rapunsel." Arthur tersenyum kemudian mencium tangan Rapunsel.
"Arthur bagaimana kamu bisa kembali ke dunia ini." Rapunsel melihat Arthur.
"Arthur kemudian mulai bercerita tentang Luis yang memanggil dirinya. "Ahhh, aku tidak menyangka kamu di panggil oleh negara Volgrad." Rapunsel terkejut saat mendengar cerita Arthur.
"Arthur." Arthur melihat Edward berjalan ke arahnya.
"Salam yang mulia." Arthur membungkuk kepada Edward.
"Bagaimana bisa kamu Kembali ke dunia ini." Edward melihat Arthur. Rapunsel kemudian menceritakan bahwa Arthur telah di panggil oleh negara Volgrad.
"Aku mendengar berita bahwa negara Volgrad telah memanggil manusia dari dunia lain. Dan manusia itu mengalahkan Alexander raja negara Kaunas yang memiliki level 800. Apa manusia yang mengalahkan Alexander adalah kamu." Edward melihat Arthur.
"Benar yang mulia. Saya yang mengalahkan Alexander." Arthur mengangguk. Arthur dan raja Edward kemudian mulai mengobrol.
"Arthur, ayo kita makan bersama." Kata Edward melihat Arthur.
"Baik yang mulia." Arthur kemudian mengikuti Edward ke ruang makan.
Tidak lama kemudian Arthur dan Edward berada di ruang makan. "Ayo kita makan." Kata Edward melihat Arthur.
"Baik yang mulia." Arthur mengangguk kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Edward telah selesai makan. "Arthur jika kamu ingin istirahat. Kamu bisa istirahat di kamarmu dulu." Kata Edward.
"Terimakasih yang mulia. Tapi aku sudah memesan kamar di penginapan." Balas Arthur.
"Baiklah. Jika kamu butuh sesuatu datang saja kemari." kata Edward.
"Baik yang mulia. Jika begitu saya akan pergi." Kata Arthur berjalan pergi.
Arthur melihat Rapunsel yang berjalan ke arahnya dan bergumam. "Aktifkan skill observasi. Munculkan status Rapunsel." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Rapunsel
Usia : 24 tahun
Level : 240
Job : Mage
Ras : Manusia
Strength : 80
Agility : 80
Vitality : 80
Stamina : 80
Magic : 880
Skill : Sihir Air (S) Summoning Magic (S)
"Aktifkan skill Copy salin Job Mage Rapunsel." Gumam Arthur melihat Rapunsel.
"Anda menyalin job Mage." "Anda mendapatkan Summoning Magic (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Arthur apa kamu akan pergi." Kata Rapunsel.
"Saya akan pergi putri." Arthur mengangguk.
Rapunsel melihat Arthur dan berkata. "Arthur mengapa kamu tidak pernah bercerita. Jika kamu menguasai 4 sihir elemen."
"Tuan putri tidak pernah bertanya. Jadi saya tidak bercerita." Balas Arthur. Rapunsel terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Baiklah tuan putri. Aku akan pergi." Kata Arthur meliaht Rapunsel.
"Arthur jika nanti malam kamu memiliki waktu luang. Temani aku minum teh." Kata Rapunsel.
Arthur terkejut mendengar kata Rapunsel. "Baik tuan putri. Nanti malam saya akan menemani anda minum teh." Arthur tersenyum.
"Bagus." Rapunsel mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur meninggalkan istana. "Arthur." Arthur mendengar suara dan melihat Erika berlari ke arahnya. "Arthur mengapa kamu meninggalkanku." Kata Erika melihat Arthur.
"Aku tidak meninggalkanmu bu." Arthur tersenyum.
"Kapan kita akan pergi ke negara Volgrad." Tanya Erika.
"Lalu kamu ingin pergi kemana sekarang." Tanya Erika.
"Gereja." Kata Arthur berjalan ke arah gereja.
Tidak lama kemudian Arthur dan Erika tiba di depan gereja. Arthur kemudian masuk ke dalam gereja. "Arthur." "Tuan." Arthur melihat Fiona dan Veronica berjalan ke arahnya.
"Dia adalah Erika yang aku ceritakan kepada kalian berdua." Kata Arthur melihat Erika.
"Halo, saya Fiona maid pribadi tuan Arthur." Fiona tersenyum.
"Saya Veronica." Kata Veronica.
"Erika." Erika menjabat tangan Fiona dan Veronica.
"Arthur aku tidak menyangka kamu memiliki maid pribadi." Kata Erika melihat Arthur.
"Fiona adalah maid pribadi yang di berikan oleh ratu Eleanor untuk melayaniku. Terlebih lagi Fiona sangat cantik. Hal bodoh jika aku menolak maid cantik sepertinya." Kata Arthur. Fiona tersipu malu saat Arthur memujinya cantik. Sementara Erika terdiam saat mendengar kata Arthur.
"Arthur." Arthur melihat Lily dan Elvie berjalan ke arahnya. "Aku tidak menyangka kamu akan kembali lagi ke dunia ini." Kata Elvie melihat Arthur.
"Aku juga tidak menyangka akan di panggil dua kali ke dunia ini suster." Arthur tersenyum.
"Arthur apa kamu sudah bertemu dengan Eva." Tanya Elvie.
"Aku sudah bertemu dengan Eva." Arthur mengangguk. Arthur kemudian mulai mengobrol dengan Elvie dan yang lainnya.
"Suster Elvie, aku akan pergi ke penginapan." Kata Arthur melihat Elvie.
"Baiklah." Elvie mengangguk.
"Suster Lily aku pergi." Kata Arthur melihat Lily. Lily mengangguk dan tersenyum. Arthur kemudian keluar dari gereja di ikuti Fiona, Veronica dan Erika.
Beberapa menit kemudian Arthur telah berada di penginapan dan memesan 4 kamar. "Arthur masuk ke dalam kamar dan berbaring di kasur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 945
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 950
Agility : 950
Vitality : 950
Stamina : 950
Magic : 955
Poin : 0
Poin Skill : 79
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S)
"Aku akan mencoba sihir pemanggilan yang baru saja aku dapatkan." Kata Arthur kemudian menggambar lingkaran dan bintang di lantai.
"Summoning." Teriak Arthur menyentuh lingkaran di lantai. Namun tidak ada yang terjadi.
"Sepertinya aku tidak bisa memanggil manusia dari duniaku berasal." Kata Arthur melihat tidak ada sesuatu yang terjadi.
"Lalu bagaimana jika aku memanggil manusia yang ada di dunia ini." Kata Arthur menyentuh lingkaran di lantai dan berteriak. "Summoning."
"Singg!!!" Lingkaran bercahaya kemudian Eva muncul di depan Arthur.
"Arthur." Eva terkejut melihat Arthur di depannya.
"Sihir pemanggilanku berhasil." Kata Arthur melihat Eva yang muncul di depannya.
Arthur kemudian menceritakan bahwa dirinya baru saja melakukan sihir pemanggilan. "Ahhh. Jadi kamu bisa menggunakan sihir pemanggilan juga." Eva terkejut.
"Benar." Arthur mengangguk.
Beberapa jam kemudian Arthur keluar dari kamarnya. "Arthur kamu ingin pergi kemana." Tanya Erika melihat Arthur.
"Istana. Putri Rapunsel mengundangku minum teh." Kata Arthur keluar dari penginapan.
Beberapa menit kemudian Arthur telah berada di istana. "Aku pikir kamu tidak akan datang." Kata Rapunsel melihat Arthur.
"Tentu saja saya akan datang tuan putri. Hal bodoh jika saya menolak undangan wanita secantik anda." Arthur tersenyum.
"Kamu sungguh pandai merayu, pantas gadis kecil bernama Eva itu tergila-gila padamu." Rapunsel tersenyum.
"Ayo pergi ke taman." Kata Rapunsel melihat Arthur.
"Baik tuan putri." Arthur mengangguk. Arthur dan Rapunsel kemudian berjalan ke taman istana.
Tidak lama kemudian Arthur berada di taman istana. Arthur melihat meja yang di kelilingi lilin. "Ayo duduk." Kata Rapunsel melihat Arthur.
"Baik tuan putri." Arthur mengangguk kemudian duduk di kursi.