I Copy Your Job

I Copy Your Job
38. Veronica



"Ayo kita pergi ke penginapan." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.


"Baik." Balas Fiona. Arthur, Fiona dan Veronica kemudian berjalan ke arah penginapan.


Tidak lama kemudian Arthur, Fiona dan Veronica berada di dalam penginapan. "Kita pesan 2 kamar." Kata Arthur memberikan 2 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Silakan ikuti saya tuan." Kata pelayan penginapan. Arthur, Fiona dan Veronica kemudian mengikuti pelayan penginapan.


"Ini 2 kamar yang anda pesan tuan." Kata pelayan penginapan membuka 2 pintu kamar. "Uuuhh." Arthur melihat Veronica jatuh di lantai.


"Fiona kamu masuklah ke dalam kamar. Aku akan membawa Veronica masuk ke dalam kamarnya." Kata Arthur merangkul Veronica.


"Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar. Arthur kemudian masuk ke dalam dengan merangkul Veronica.


"Arthur tutup pintunya." Kata Veronica melihat Arthur. Arthur mendengarkan permintaan Veronica dan menutup pintu.


"Arthur bagaimana aku menurutmu." Veronica melihat Arthur.


"Kamu sangat cantik untuk wanita seusiamu." Balas Arthur melihat wajah Veronica dan bibirnya yang merah. Veronica tersenyum saat Arthur memujinya cantik.


"Arthur apa kamu tertarik dengan wanita yang lebih dewasa denganmu." Veronica melihat Arthur.


"Jika itu kamu, aku tertarik." Balas Arthur.


Veronica tersenyum kemudian berkata. "Arthur cium aku."


Arthur membaringkan Veronica ke kasur kemudian mencium bibirnya. Veronica melepas pakaiannya dan berkata. "Arthur hisap dadaku." Arthur mengangguk kemudian menjilati dada Veronica.


"Emmm." Veronica mengerang saat Arthur menjilati dadanya. Veronica melepas pantiesnya dan berkata. "Arthur kamu bisa memasukan milikmu ke dalam diriku." Arthur mengangguk kemudian menusuk pussy Veronica. "Ahhhh." Veronica berteriak saat Arthur menusuk miliknya.


"Kamu masih virgin." Arthur terkejut melihat darah yang mengalir dari pussy Veronica.


"Apakah kamu terkejut karena wanita berusia 30an sepertiku masih virgin." Veronica tersenyum.


"Tentu saja aku terkejut." Balas Arthur.


"Suamiku tidak normal. Selama kita menikah dia tidak pernah menyuntuh tubuhku." Kata Veronica.


Arthur terkejut mendengar kata Veronica. "Apakah suamimu suka dengan sesama jenis." Tanya Arthur.


"Bagaimana kamu bisa tahu suamiku suka dengan sesama jenis." Veronica terkejut.


"Karena di duniaku juga banyak pria seperti suamimu." Balas Arthur.


"Suamiku menikahi diriku. Hanya untuk menyembunyikan dirinya yang suka dengan sesama jenis." Kata Veronica meneteskan air mata.


"Mengapa kamu tidak berpisah dengannya." Arthur bingung.


"Dia akan membunuhku. Jika aku meminta berpisah dengannya." Veronica menangis. Veronica kemudian mulai menceritakan bahwa dirinya melarikan diri saat suaminya sedang tertidur.


"Saat kita kembali ke negaramu. Aku akan meminta suamimu untuk berpisah denganmu." Kata Arthur mengusap air mata Veronica.


"Hiks." "Hiks." "Terimakasih Arthur." Veronica menangis dan memeluk Arthur. Arthur dan Veronica saling menatap kemudian mulai berciuman.


1 Jam kemudian Arthur dan Veronica sedang berbaring telanjang di Kasur. "Arthur berapa usiamu saat ini." Tanya Veronica.


"Usiaku 18 tahun." Balas Arthur.


"Kamu 15 tahun lebih muda dariku." Kata Veronica melihat Arthur.


"Perbedaan usia tidak terlalu penting bagiku." Kata Arthur mengelus dada Veronica.


"Emmm. Arthur apa kamu ingin melakukannya lagi." Tanya Veronica.


"Jika kamu tidak keberatan. Ayo kita lakukan ronde ke 2." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik. Ayo kita lakukan ronde ke 2." Veronica tersenyum. Arthur dan Veronica kemudian mulai berciuman.


Keesokan harinya Arthur terbangun dan melihat Veronica yang berada di sampingnya. "Selamat pagi Arthur." Veronica tersenyum.


"Selamat pagi Veronica." Balas Arthur. "Pakai bajumu. Lalu kita akan pergi makan." Kata Arthur melihat Veronica.


"Arthur, mengapa kita tidak mandi terlebih dulu." Kata Veronica melihat Arthur.


"Oohh. Apa kamu ingin mandi bersamaku." Balas Arthur. Veronica mengangguk.


"Baiklah, ayo kita mandi bersama." Arthur tersenyum. Arthur dan Veronica kemudian berjalan ke kamar mandi.


"Biarkan aku membasuh badanmu." Kata Veronica.


"Arthur tubuhmu sungguh bagus." Kata Veronica berbisik di telinga Arthur.


"Arthur mengapa kamu hanya diam. Basuhlah tubuhku juga." Kata Veronica melihat Arthur.


"Baiklah." Arthur mengangguk kemudian membasuh perut Veronica. "Emmm." Veronica mengerang saat Arthur membasuh perutnya dengan lembut. Arthur dan Veronica saling melihat kemudian mulai berciuman.


1 Jam kemudian Arthur dan Veronica sedang berbaring di kasur dengan telanjang. "Pakai bajumu. Lalu kita akan pergi makan." Kata Arthur melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk. Arthur dan Veronica kemudian mulai mengenakan pakaian.


Setelah selesai berpakaian Arthur dan Fiona keluar dari kamar. "Tuan." Arthur melihat Fiona yang berdiri di depan pintu.


"Fiona ayo kita pergi makan." Kata Arthur.


"Baik tuan." Fiona mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur, Fiona dan Veronica berada di dalam restoran. "Tuan, apa tadi malam anda tidur dengan nyenyak." Fiona melihat Arthur.


Veronica tersipu malu saat mendengar kata Fiona. "Tadi malam aku tidur dengan nyenyak." Balas Arthur.


"Ini pesanan anda." Arthur melihat pelayan restoran mengantarkan pesanan makanannya.


"Baiklah, ayo kita makan." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.


"Baik tuan." Fiona mengangguk. "Baik." Veronica mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur, Fiona dan Veronica telah selesai makan. "Ayo pergi." Kata Arthur keluar dari restoran. Fiona dan Veronica kemudian mengikuti Arthur keluar dari restoran.


Arthur berjalan ke arah pria paruh baya yang duduk di kereta kuda dan berkata. "Kami ingin pergi ke negara Bradfort."


"100 coin emas. Jarak dari sini dan negara Bradfort sangat jauh." Kata pria paruh baya melihat Arthur.


Arthur kemudian memberikan 100 coin emas kepada pria paruh baya. Mata pria paruh baya menjadi cerah saat mendapat uang dari Arthur. "Tuan, kapan anda ingin pergi ke negara Bradfort." Tanya pria paruh baya.


"Kami ingin pergi ke negara Bradfort sekarang juga." Balas Arthur.


"Baik, silakan tuan dan nona masuk ke dalam kereta." Pria paruh baya tersenyum.


Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam kereta di ikuti Fiona dan Veronica. "Ayo berangkat." Kata Arthur melihat pria paruh baya.


"Baik tuan." Pria paruh baya mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.


Beberapa jam kemudian Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Tuan, ada puluhan goblin yang menghadang jalan." Kata pria paruh baya.


Arthur turun dari kereta dan melihat puluhan goblin yang berjalan ke arahnya. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara.


"Mati." Arthur menembakan puluhan panah angin ke arah puluhan goblin. "Buusshh." "Buusshh." "Waaaa." Puluhan panah angin menembus kepala goblin.


"Tuan anda sungguh luar biasa." Pria paruh baya terkejut melihat Arthur yang mengalahkan puluhan goblin dengan mudah.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Arthur naik ke dalam kereta.


"Baik tuan." Pria paruh baya mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikk." Kuda berlari dan menarik kereta.


7 hari telah berlalu. Saat ini Arthur sedang berada di dalam kereta kuda. "Berhenti." Kata Arthur saat melihat sebuah desa. "Nggiiikk." Pria paruh baya kemudian menghentikan kereta.


"Kita turun disini." Kata Arthur keluar dari kereta. Fiona dan Veronica kemudian keluar dari kereta.


"Kamu bisa pergi." Kata Arthur melihat pria paruh baya.


"Baik tuan." Pria paruh baya mengangguk kemudian mencambuk kuda.


"Siapa kalian." Arthur melihat seorang wanita berusia 30an yang memiliki kulit kuning dan rambut hitam panjang berjalan ke arahnya.


"Aku Arthur." Balas Arthur.


"Ahhh. Apa anda Arthur yang mengalahkan raja iblis." Wanita berusia 30an yang tidak lain Rosmila terkejut.


"Benar, aku Arthur yang mengalahkan raja iblis." Arthur mengangguk.


Fiona dan Veronica terkejut saat mendengar jawaban Arthur. "Bisakah kamu memberikan kami bertiga tempat istirahat. Kami bertiga kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh." Arthur melihat Rosmila.


"Saya bisa memberikan anda tempat istirahat." Rosmila mengangguk.


"Bagus." Arthur mengangguk. Arthur, Fiona dan Veronica kemudian mengikuti Rosmila.