
"Ahhh. Arthur menghilang." Erika berteriak melihat Arthur yang tiba-tiba menghilang.
"Jangan bilang Arthur di panggil lagi ke dunia lain lagi." Kata Steven. Lisa dan yang lain terkejut saat mendengar kata Steven.
"Kalian tidak perlu khawatir, Arthur pasti akan kembali ke bumi." Kata Deni melihat Steven dan yang lain.
Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di ruangan dan dikelilingi beberapa pria. "Hehehe, aku berhasil memanggil manusia dari dunia lain." Pria kurus tertawa.
"Dia memiliki wajah yang tampan. Dia pasti terjual mahal di pasar budak." Pria botak tertawa.
Badan Arthur gemetar saat mendengar obrolan beberapa pria. "Bajingan. Beraninya kamu memanggilku ke dunia lain." Arthur mengutuk dan menatap beberapa pria yang mengelilingi dirinya.
"Buat dia pingsan." Kata pria kurus melihat Arthur.
"Justru aku yang akan membuat kalian pingsan." Arthur mencibir kemudian menyerang pria yang mengelilingi dirinya. "Buuukk." "Buuukk." "Uuuhh." "Uuuhh."
Pria kurus terkejut melihat Arthur mengalahkan teman-temannya yang berlevel 300 dengan mudah.
"Hei, cepat kirim aku kembali ke dunia asalku." Arthur tersenyum kepada pria kurus.
"Maaf, saya tidak bisa mengirim anda kembali ke dunia asal anda." Kata pria kurus.
"Buuuukk." Arthur memukul perut pria kurus. "Uuuhh." Pria kurus terjatuh dan memegang perutnya.
"Aku katakan sekali, cepat kirim aku ke dunia asalku." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Memerlukan magic crystal untuk mengirim anda ke dunia asal anda. Semua magic crystal yang saya miliki sudah habis untuk memanggil anda ke dunia ini." Kata pria kurus memegangi perutnya.
"Berengsek. Semua penyihir di dunia ini sungguh tidak bertanggung jawab." Arthur mengutuk mendengar kata pria kurus.
"Ada dimana aku sekarang." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Dunia ini bernama Alfheim. Di dunia ini ada 3 benua dan setiap benua di huni oleh ras Manusia, Iblis, Elf, Beast Human, Dwarf, Naga, dan monster. Saat ini kita berada di negara Sturgart." Kata pria kurus.
"Sepertinya aku berada di benua yang berbeda dari negara Bradfort dan Volgrad." Gumam Arthur.
"Benar, aku dengar tadi kalian ingin menjualku sebagai budak." Arthur melihat pria kurus.
"Temanku tadi hanya bercanda." Kata Pria kurus ketakutan. "Buuukk." Arthur memukul perut pria kurus. "Uuuhh." Pria kurus mengerang kesakitan dan memegang perutnya.
"Apa perbudakan di perbolehkan di negara ini." Tanya Arthur.
"Perbudakan di bolehkan di negara ini." Pria kurus mengangguk.
"Jika begitu, aku akan mendapatkan uang. Jika menjual kalian di pasar budak." Kata Arthur melihat kurus dan semua teman-temannya yang terbaring tidak sadarkan diri di tanah.
"Tuan, tidak akan ada yang membeli saya. Jika saya di jual sebagai budak." Kata pria kurus ketakutan. Arthur mencibir melihat pria kurus yang ketakutan.
"Berikan semua uang yang kamu punya padaku." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Baik tuan." Pria kurus mengangguk kemudian menyerahkan semua uangnya kepada Arthur.
"Kamu sangat miskin." Kata Arthur menerima 10 coin emas dari pria kurus.
"Ambil semua uang yang temanmu miliki." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Baik tuan." Pria kurus mengangguk kemudian mengambil semua uang milik temannya yang tidak sadarkan diri.
"Ini tuan." Pria kurus memberikan uang kepada Arthur.
"Semua temanmu juga sangat miskin." Kata Arthur menerima 15 coin emas dari pria kurus.
"Antar aku ke pasar budak." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Baik tuan." Pria kurus mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur tiba di pasar budak. "Mengapa mereka semua bisa menjadi budak." Kata Arthur melihat pria yang lehernya di rantai.
"Ada banyak alasan mereka menjadi budak. Salah satu alasannya mereka mempunyai hutang di bank. Dan mereka terpaksa menjual diri menjadi budak. Agar mereka bisa melunasi hutang di bank." Kata pria kurus.
"Apa di dalam gedung itu juga menjual budak." Kata Arthur melihat gedung.
"Benar, Gedung itu juga tempat menjual budak." Pria kurus mengangguk.
"Ayo masuk ke dalam gedung." Kata Arthur berjalan ke arah gedung.
"Baik." Pria kurus mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Saat masuk ke dalam gedung Arthur dan pria di sambut oleh seorang wanita berusia 30an.
"Aku ingin melihat-lihat budak." Kata Arthur.
"Baik, anda bisa melihat budak yang kami miliki." Balas wanita.
Tatapan Arthur tiba-tiba terfokus kepada wanita berkulit putih, yang memiliki telinga panjang dan rambut pirang. "Apa dia ras Elf." Tanya Arthur.
"Benar, dia adalah ras elf." Wanita mengangguk.
"Berapa harganya." Tanya Arthur.
"Harganya 100 coin emas." Balas Wanita.
"Pria kurus. Apa kamu tidak memiliki uang lagi." Arthur melihat pria kurus.
"Saya tidak memiliki uang lagi tuan." Pria kurus menggeleng.
"Apa ada budak yang seharga dibawah 25 coin emas." Tanya Arthur.
"Ada." Wanita mengangguk. Arthur dan pria kurus kemudian mengikuti wanita.
"Elf ini seharga 10 coin emas." Kata wanita menunjukan elf wanita berusia 30an dengan badan kurus dan kulit penuh luka.
"Aktifkan skill Observasi munculkan status Elf " Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Slyvia
Usia : 38 tahun
Level : 380
Job : Archer
Ras : Manusia
Strength : 450
Agility : 450
Vitality : 450
Stamina : 450
Magic : 100
Skill : Memanah (S)
"Levelnya 380 dan Jobnya adalah Archer. Skill memanahnya juga level S." Gumam Arthur melihat Status Elf bernama Slyvia.
"Aku akan membelinya." Kata Arthur melihat wanita. Pria kurus terkejut saat mendengar Arthur ingin membeli elf yang kurus.
"Baron, bawa elf itu." Kata wanita melihat pria berotot.
"Baik nona." Pria berotot yang berada di belakang wanita mengangguk.
"Silakan ikuti saya." Kata wanita melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian mengikuti wanita.
Arthur dan pria kurus kemudian masuk ke dalam ruangan. "Silakan duduk." Kata wanita melihat Arthur dan pria kurus.
"Kamu tidak perlu duduk." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Baik tuan." Pria kurus mengangguk. Arthur kemudian duduk di kursi.
"Bisakah saya menerima uangnya terlebih dulu." Kata wanita. Arthur kemudian memberikan 10 coin emas kepada wanita.
"Bolehkah saya tahu nama anda." Tanya wanita menerima 10 coin emas.
"Namaku Arthur." Kata Arthur.
"Tuan Arthur, silakan tanda tangan disini." Kata wanita memberikan kertas kepada Arthur. Arthur kemudian tanda tangan.
"Tuan Arthur, mulai saat ini Elf bernama Slyvia resmi menjadi budak anda. Anda bebas melakukan hal apa saja terhadapnya." Kata wanita melihat Arthur. Arthur mengangguk mendengar kata wanita.
"Slyvia ayo pergi dari sini." Kata Arthur keluar dari ruangan. Slyvia mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
"Tuan tunggu aku." Kata pria kurus mengejar Arthur. Arthur, Slyvia dan pria kurus berjalan keluar dari gedung.
"Pria kurus kamu bisa pergi." Kata Arthur melihat pria kurus. Pria kurus terkejut saat mendengar kata Arthur.
"Baik tuan." Pria kurus tersenyum kemudian berlari menjauh dari Arthur.
"Ikuti aku." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Baik." Slyvia mengangguk dan mengikuti Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia masuk ke dalam restoran. "Selamat datang apa yang ingin anda pesan." Kata pelayan melihat Arthur.
"Kamu ingin makan apa." Kata Arthur melihat Slyvia.
"Terserah tuan." Balas Slyvia.
"Apa kamu suka daging." Tanya Arthur.
"Kami ras elf tidak suka makan daging." Balas Slyvia.
"Apa kamu suka salad dan jamur." Tanya Arthur. Slyvia mengangguk.
"Kami pesan 2 porsi salad, 2 porsi jamur, dan minumnya the hijau" Kata Arthur melihat pelayan restoran.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Pelayan mengangguk kemudian masuk ke dalam dapur.