
Saat masuk ke dalam ruangan Arthur melihat Eleanor yang duduk di singgasana. "Apa kamu penyihir yang membunuh ratusan beast human dengan sihir air." Eleanor melihat Arthur.
"Benar, saya yang membunuh ratusan beast human." Balas Arthur.
"Saya berterimakasih kepada anda. Karena sudah membantu prajurit kami mengalahkan ratusan beast human." Eleanor berterimakasih.
"Saya juga manusia. Saya tidak ingin melihat ras manusia di kalahkan ras lain." Kata Arthur. Eleanor tersenyum saat mendengar jawaban Arthur.
"Jika boleh tau siapa nama anda." Eleanor melihat Arthur.
"Nama saya adalah Arthur. Saya berasal dari negara Bradfort." Kata Arthur. Eleanor dan Luis terkejut mendengar Arthur dari negara Bradfort.
"Saya mendapat kabar bahwa negara Bradfort sedang berperang dengan ras iblis." Kata Eleanor.
"Tidak, lebih tepatnya ras iblis membantai negara Bradfort." Balas Arthur. Eleanor dan Luis terkejut mendengar kata Arthur.
"Apa rumor tentang raja iblis Lucifer yang memiliki level 999 itu benar." Tanya Eleanor.
"Rumor itu benar." Arthur mengangguk. Eleanor terdiam mendengar kata Arthur.
"Arthur jika kamu ingin tinggal di negara Volgrad. Kami akan memberimu rumah." Eleanor melihat Arthur.
"Jika begitu, saya tidak bisa menolak kebaikan ratu Eleanor." Balas Arthur. Eleanor tersenyum mendengar Arthur bersedia tinggal di negara Volgrad.
"Luis antarkan Arthur ke tempat tinggal barunya." Kata Eleanor melihat Luis.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk.
"Tolong ikuti saya." Kata Luis melihat Arthur. Arthur kemudian mengikuti Luis meninggalkan ruangan.
Beberapa menit kemudian Arthur masuk ke dalam sebuah rumah. "Apa anda menyukai rumah ini." Tanya Luis.
"Aku suka rumah ini." Arthur mengangguk.
"Bagus jika anda menyukainya." Luis mengangguk.
"Leo ayo pergi ke rumahmu." Kata Arthur melihat Leo.
"Baik." Leo mengangguk. Arthur dan Leo kemudian keluar dari rumah.
Tidak lama kemudian Arthur kembali ke rumah Leo. "Sayang ayo pergi dari sini. Ratu Eleanor memberiku rumah." Kata Arthur.
"Ahhh, baik sayang." Lily mengangguk.
"Veronica jika kamu mau. Kamu bisa tinggal bersama kami." Kata Arthur melihat Veronica.
"Apakah aku boleh tinggal bersama kalian." Tanya Veronica.
"Tentu saja boleh Veronica." Lily tersenyum.
"Terimakasih Lily, Arthur." Veronica tersenyum.
Tidak lama kemudian Arthur, Lily dan Veronica masuk ke dalam sebuah rumah. "Sayang, rumah ini jauh lebih bagus dari pada rumah kita saat tinggal di desa." Kata Lily.
"Benar." Arthur mengangguk.
"Di rumah ini ada tiga kamar. Veronica kamu gunakan kamar itu." Kata Arthur menunjuk sebuah kamar.
"Baik." Veronica mengangguk.
Sementara itu di tempat lain. Manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia ada seorang manusia luar biasa yang ikut campur dalam pertempuran. Manusia itu membunuh ratusan prajurit kita dengan mudah. Dan kemampuan berpendang manusia itu setara Swordman tingkat atas." Kata manusia serigala berbulu putih.
"Katy." "Saya disini yang mulia." Manusia kucing berkulit hitam muncul di depan manusia harimau.
"Menyusuplah ke negara Volgrad dan bunuhlah manusia yang membunuh ratusan ras kita." Kata manusia harimau berbulu putih.
"Baik yang mulia." Manusia kucing mengangguk kemudian menghilang.
Saat ini Arthur sedang duduk di ruang tamu. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 830 Next Level Membutuhkan 831 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 775
Agility : 775
Vitality : 775
Stamina : 775
Magic : 780
Poin : 300
Poin Skill : 70
"Tidak buruk. Aku level up 60 kali setelah membunuh ratusan beast human." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 60 poin pada Strength, 60 poin pada Agilty, 60 poin pada Vitality, 60 poin pada stamina dan 60 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Nanti malam aku akan waspada. Karena Alexander pasti menyuruh assassin untuk membunuhku." Kata Arthur dengan serius.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang tertidur di kamarnya. "Kreekk." Jendela tiba-tiba terbuka.
"Manusia mati." "Water ball." Arthur membuka matanya dan berteriak. "Blukkk." Bola air raksasa muncul di depan Arthur. "Uuuhhh." Arthur melihat manusia kucing bewarna hitam yang berada di dalam bola air raksasa.
"Aktifkan skill Copy salin Job Assasin Katy." Kata Arthur melihat manusia kucing.
"Anda menyalin job Assasin." "Anda mendapatkan skill Menghilang (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
Apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata Arthur melihat manusia kucing yang mencoba keluar dari bola air raksasa.
"Sepertinya kamu tidak mempunyai kata-kata terakhir. Jika begitu kamu akan mati di dalam air." Kata Arthur melihat manusia kucing.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Exp +280."
"Dia bertahan cukup lama." Kata Arthur kemudian melemparkan mayat manusia kucing keluar dari jendela.
Keesokan harinya Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Sayang apa kamu masih tidur. Leo mencarimu." Kata Lily mengetuk pintu.
Arthur terbangun dan membuka pintu kamarnya.
"Ada dimana Leo sekarang." Kata Arthur melihat Lily.
"Leo ada di samping rumah." Kata Lily.
Arthur kemudian berjalan keluar dari rumah. "Arthur." Leo melihat Arthur.
"Ada apa." Kata Arthur melihat Leo.
"Apa kamu yang membunuh beast human ini." Kata Leo menunjuk mayat manusia kucing.
"Benar, tadi malam dia menyerangku. Jadi aku membunuhnya." Balas Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut mendengar kata Arthur.
"Aku tidak menyangka beast human mengirim assassin untuk membunuhmu." Kata Leo melihat mayat manusia kucing.
"Arthur, aku akan membawa mayat manusia ini." Kata Leo membawa mayat manusia kucing.
"Baiklah." Arthur mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini di tempat lain. Manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia, ada kabar bahwa Katy telah meninggal. Manusia yang membunuh Katy bernama Arthur. Dia berasal dari negara Bradfort." Kata manusia serigala berbulu putih.
"Aku tidak menyangka manusia dari negara Bradfort ikut camput dalam perang negara Volgrad dan Kaunas." Kata manusia harimau berbulu putih.
"Wolfer apa kamu punya rencana lain untuk mengalahkan negara Volgrad." Kata Harimau putih.
"Mengapa anda tidak menantang manusia terkuat di negara Volgrad bertarung 1 vs 1 yang mulia. Jika anda berhasil membunuh manusia terkuat dari negara Volgrad. Negara Volgrad pasti akan kehilangan semangat bertarung." Kata manusia serigala.
"Idemu tidak buruk." Kata manusia harimau putih.
Beberapa jam kemudian. Eleanor dan Luis sedang berada di dalam sebuah ruangan. "Raja Alexander menantang bertarung manusia terkuat di kerajaan kita." Kata Eleanor membaca sebuah surat.
"Manusia terkuat di kerajaan kita saat ini adalah Leo yang mulia." Kata Luis.
"Panggil Leo kemari." kata Eleanor.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk.
Saat ini Arthur dan Leo sedang mengobrol di dalam rumahnya. "Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu.
Arthur membuka pintu dan melihat Luis. "Ada apa." Tanya Arthur.
"Apa Leo ada disini." Tanya Luis.
"Leo, Luis mencarimu." Kata Arthur.
"Ada apa tuan Luis mencari saya." Kata Leo.
"Yang mulia memanggilmu." Kata Luis.
"Baik." Leo mengangguk.
"Tuan Arthur, saya akan pergi." Leo melihat Arthur.
"Pergilah." Balas Arthur. Leo dan Luis kemudian berjalan pergi.
Beberapa menit kemudian Luis dan Leo masuk ke dalam ruangan. "Leo Alexander menantang manusia terkuat di negara kita bertarung 1 vs 1. Saat ini kamu adalah manusia yang memiliki level tertinggi di negara Volgrad. Apa kamu ingin menerima tantangan Alexander." Kata Eleanor.
"Kamu tidak masalah jika menolak tantangan bertarungnya." Kata Eleanor.
"Saya menerima tantangannya yang mulia." Leo mengangguk.
"Bagus." Eleanor mengangguk.