
Beberapa jam kemudian Arthur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat Leo berdiri di depan rumahnya.
"Masuklah." Kata Arthur melihat Leo. Leo mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Tuan Arthur, mungkin hari ini. Adalah hari terakhir saya." Kata Leo.
"Mengapa kamu berkata seperti itu." Arthur bingung.
"Besok saya akan bertarung 1 vs 1 dengan Alexander pemimpin negara Kaunas." Kata Leo.
Arthur terkejut saat mendengar kata Leo. Karena di masa lalu Arthur lah yang selalu bertarung dengan Alexander.
"Level berapa kamu saat ini." Kata Arthur melihat Leo.
"Level saya 700." Balas Leo.
"Perbedaan levelmu dengan Alexander sangat besar." Kata Arthur.
"Kamu tidak perlu khawatir, jika kamu besok akan mati. Aku akan menyelamatkanmu." Kata Arthur menepuk bahu Alexander.
Keesokan harinya Arthur sedang berada di atas benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Siapa manusia terkuat di negara ini." Arthur mendengar suara teriakan.
"Aku adalah manusia terkuat di negara ini." Leo berteriak dan melompat dari atas benteng. "Booomm!!!"
"Sebutkan namamu." Kata manusia harimau berbulu putih.
"Namaku adalah Leo." Balas Leo.
"Leo, hari ini aku Alexander pemimpin negara Kaunas akan membunuhmu." Kata Manusia harimau.
Arthur yang sedang berada di atas benteng bergumam. "Menghilang." Tubuh Arthur kemudian menghilang.
"Mati." Teriak manusia harimau melesat ke arah Leo. "Buukk." Manusia harimau memukul perut Leo. "Uuhh." Leo terlempar sejauh 10 meter.
"Kalian para manusia lihatlah. Manusia terkuat di negara kalian tidak bisa menghindari serangan sederhanaku." Teriak manusia harimau.
"Mati." Leo berteriak dan melesat ke arah manusia harimau. Manusia harimau menghindari serangan Leo kemudian mencakar wajah Leo. "Crasshh." "Ahhh." Leo berteriak saat terkena cakaran manusia harimau.
"Manusia apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata manusia harimau melihat Leo.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu." Kata Arthur tiba-tiba muncul di belakang manusia harimau.
"Pucchhii!!" Arthur menusuk jantung manusia harimau. "Yang mulia." Semua beast human terkejut melihat Arthur tiba-tiba muncul di belakang Alexander dan menusuk jantungnya.
"Mati." Kata Arthur kemudian memotong tubuh manusia harimau menjadi dua. "Crasshh." "Semuanya serang beast human." Teriak Arthur melihat semua prajurit.
"Serang beast human." "Bunuh beast human." Teriak ribuan prajurit kemudian berlari ke arah ribuan beast human.
"Water arrow." Kata Arthur kemudian ratusan panah air muncul di udara. "Mati." Teriak Arthur menembakan ratusan panah air ke arah ratusan beast human. "Ceepp." "Ceepp."
"Exp +200." "Exp +250." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." Ratusan notifikasi muncul di depan Arthur.
"Berhenti, kami tidak ingin melanjutkan perang." Teriak manusia serigala berbulu putih.
Arthur berlari ke arah manusia serigala dan memotong kepalanya. "Crasshh." "Semuanya bunuh beast human." Teriak Arthur memegang kepala manusia serigala.
Arthur berjalan ke arah Leo yang terluka dan menyentuh wajahnya. "Heal." "Singg!!!" cahaya hijau menyelimuti tubuh Leo.
Tidak lama kemudian luka di wajah Leo telah sembuh. "Tuan Arthur terimakasih sudah menyembuhkanku." Leo berterimakasih kepada Arthur.
"Apa kamu masih bisa bertarung." Kata Arthur melihat Leo.
"Saya masih bisa bertarung." Leo mengangguk.
"Jika begitu ayo kita bunuh beast human." Kata Arthur.
"Baik tuan." Leo tersenyum.
Beberapa jam kemudian Arthur melihat perang telah berakhir. "Kita menang." Teriak seorang prajurit.
"Hidup negara Volgrad." "Hidup negara Volgrad." Semua prajurit mulai bersorak bahagia.
"Terimakasih tuan Arthur. Tanpa bantuan anda. Saat ini saya pasti sudah mati." Leo tersenyum kepada Arthur.
"Bukankah kemarin aku sudah bilang, bahwa aku akan menyelamatkanmu." Kata Arthur menepuk bahu Leo.
"Yang mulia." Semua prajurit membungkuk melihat kedatangan Eleanor.
"Tuan Arthur, saya sangat berterimakasih kepada anda. Berkat anda kami bisa memenangkan perang dan mengalahkan negara Kaunas." Eleanor berterimakasih kepada Arthur.
"Karena ratu Eleanor sudah memberi saya tempat tinggal. Sudah seharusnya saya membalas kebaikan anda." Kata Arthur.
"Eleanor tersenyum mendengar jawaban Arthur.
"Baiklah, saya akan kembali ke rumah dan istirahat." Kata Arthur berjalan pergi.
Beberapa menit kemudian Arthur kembali ke rumahnya. "Sayang. Aku dengar kamu mengalahkan Alexander pemimpin negara Kaunas." Lily melihat Arthur.
"Benar, aku mengalahkan pemimpin negara Kaunas." Kata Arthur kemudian mulai cerita.
"Ooeekk." "Oeekk." Arthur mendengar suara tangisan bayi. "Viola." Lily berlari ke arah kamar.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 900 Next Level Membutuhkan 901 Exp
Job : Swordsman
Ras : Manusia
Strength : 835
Agility : 835
Vitality : 835
Stamina : 835
Magic : 840
Poin : 350
Poin Skill : 77
Skill : Observation (S) Copy (S) Tehnik Pedang (S) Sihir Air (S) Sihir Penyembuh (S)
Setelah membunuh ratusan beast human. Aku level up 70 kali." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 70 poin pada Strength, 70 poin pada Agilty, 70 poin pada Vitality, 70 poin pada stamina dan 70 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Sayang level berapa kamu sekarang." Kata Lily keluar dari kamarnya dengan menggendong Viola.
"Levelku saat ini 900." Balas Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut dengan jawaban Arthur.
Beberapa jam kemudian Arthur yang sedang duduk di ruang tamu mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat Leo.
"Tuan Arthur, jika anda telah selesai beristirahat. Anda di suruh menemui yang mulia." Kata Leo.
"Baiklah, ayo kita pergi ke istana." Kata Arthur melihat Leo.
"Baik tuan." Leo mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di istana. Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang duduk di singgasana. "Arthur berkat bantuan anda. Negara Volgrad bisa mengalahkan negara Kaunas." Kata Eleanor melihat Arthur.
"Jika ada memiliki permintaan. Saya akan mengabulkan permintaan anda." Kata Eleanor.
"Apa yang mulia mempunyai magic crystal." Tanya Arthur.
"Kami mempunyai magic crystal." Balas Eleanor.
"Berapa banyak." Tanya Arthur.
"5 Magic crystal." Balas Eleanor.
"Aku ingin yang mulia memberiku 5 magic crystal itu padaku." Kata Arthur.
"Apa kamu serius hanya meminta magic crystal." Tanya Eleanor.
"Saya serius." Arthur mengangguk.
"Luis ambil 5 magic crystal di dalam gudang penyimpanan." Kata Eleanor.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk. Tidak lama kemudian Luis kembali dengan membawa 5 magic crystal bewarna pink.
"Ini." Kata Luis memberikan 5 magic crystal kepada Arthur.
"Benar, aku masih belum menyalin job luis." Gumam Arthur melihat Luis.
"Aktifkan skill Copy salin Job Mage Luis." Gumam Arthur melihat Luis.
"Anda menyalin job Mage." "Anda mendapatkan Summoning Magic (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Jika tidak ada yang ingin yang mulia katakan lagi. Saya akan pergi." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Kamu bisa pergi." Eleanor mengangguk. Arthur kemudian keluar dari ruangan.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke rumahnya. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan mengambar lingkaran serta bintang di lantai. "Aku akan mencoba. Apakah aku bisa mengirim kembali diriku sendiri ke bumi atau tidak." Kata Arthur menaruh 5 magic crystal di lingkaran.
Arthur mulai mengucapkan mantra dan membayangkan bumi tempat tinggalnya. "Singg!!!" lingkaran bersinar kemudian tubuh Arthur menghilang.
Arthur membuka matanya dan melihat dirinya berada di tengah kota "Bagus. aku kembali ke bumi." Arthur tersenyum melihat dirinya kembali ke bumi.
"Baiklah, pertama-tama aku akan kembali ke rumah." Kata Arthur berjalan menuju rumahnya.