
"Sepertinya Alexander mempunyai ide yang sama denganku. Dia berpikir setelah mengalahkanku. Negara Volgrad pasti akan kehilangan semangat bertarung, dan menyerah." Kata Arthur.
"Tapi mustahil baginya untuk mengalahkanku bertarung 1 vs 1." Arthur tersenyum.
"Kapan pertarungan akan di laksanakan." Tanya Arthur.
"Besok." Balas Eleanor.
Keesokan harinya Arthur sedang berada di atas benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Arthur tunjukan dirimu." Arthur mendengar suara teriakan.
"Aku ada disini." Kata Arthur melompat dari atas benteng. "Booomm!!!"
"Apa kamu Alexander." Kata Arthur melihat manusia harimau berbulu putih.
"Benar, aku adalah Alexander. Penguasa Negara Kaunas." Kata manusia harimau.
"Aku adalah Arthur manusia terkuat di negara Volgrad." Kata Arthur menatap manusia harimau.
"Manusia cukup basa-basinya. Ayo kita bertarung." Kata manusia harimau menatap Arthur.
"Baiklah." Kata Arthur memegang pedangnya. "Dimana senjatamu." Kata Arthur melihat manusia harimau.
"Aku tidak perlu senjata untuk mengalahkanmu." Kata manusia harimau melesat ke arah Arthur.
"Kamu akan kalah karena kesombonganmu." Kata Arthur mengayunkan pedangnya. Harimau putih menghindari serangan Arthur kemudian mencakar wajah Arthur.
Arthur menghindari serangan manusia harimau dan melompat mundur. "Dia lebih cepat dari dugaanku." Kata Arthur melihat manusia harimau.
"Tapi tetap saja, kamu bukan lawanku." "Menghilang." "Wuusshh." Arthur kemudian menghilang.
Harimau putih terkejut saat Arthur yang berada di depannya tiba-tiba menghilang. "Pucchhii!!" Arthur muncul di belakang harimau putih dan menusuk jantungnya.
"Apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata Arthur melihat manusia harimau.
"Manusia aku membunuhmu." Teriak manusia harimau.
"Jika begitu matilah." Kata Arthur memotong tubuh harimau putih menjadi dua. "Crasshhh."
"Hidup tuan Arthur." "Tuan Arthur adalah yang terhebat." Semua prajurit berteriak saat Arthur membunuh Alexander. Sementara ribuan beast human terkejut melihat Arthur membunuh raja mereka.
"Aku telah mengalahkan raja kalian. Apa kalian masih ingin melanjutkan perang." Kata Arthur melihat ribuan beast human.
"Tidak, kami tidak akan melanjutkan perang." Kata manusia serigala berbulu putih berjalan ke arah Arthur.
"Negara Kaunas kami ingin membuat perjanjian damai dengan negara Volgrad." Kata manusia serigala melihat Arthur.
"Luis beritahu yang mulia. Bahwa negara Kaunas ingin membuat perjanjian damai." Teriak Arthur.
"Baik. Aku akan memberitahu yang mulia." Teriak Luis yang berada di atas benteng.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Luis kembali bersama Eleanor dan beberapa prajurit. "Apa kamu ingin membuat perjanjian damai dengan negaraku." Eleanor melihat manusia serigala.
"Benar, aku ingin membuat perjanjian damai dengan negaramu." Kata manusia serigala. Eleanor dan manusia serigala kemudian mulai mengobrol.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Eleanor dan manusia serigala tanda tangan di sebuah kertas. "Dengan begini negara Kaunas dan Volgrad resmi berdamai." Kata manusia serigala.
"Manusia jika kamu memiliki waktu luang datanglah ke negara Kaunas." Manusia serigala melihat Arthur.
"Aku harap kamu menyambutku dengan baik. Ketika aku mengunjungimu negaramu." Kata Arthur melihat manusia serigala.
"Tidak perlu khawatir, aku akan menyambutmu dengan baik." Balas manusia serigala.
"Semuanya, ayo kita kembali." Teriak manusia serigala melihat ribuan human beast.
Melihat kepergian ribuan human beast Eleanor berkata. "Terimakasih Arthur. Jika tidak ada dirimu. Negara Volgrad pasti masih berperang dengan negara Kaunas."
"Perjanjian damai ini hanya sementara. Jika mereka tahu aku tidak ada di negara ini. Negara Kaunas pasti tidak akan ragu menyarang negara Volgrad." Balas Arthur. Eleanor terdiam saat mendengar kata Arthur. Dia tahu negara Kaunas takut dengan kekuatan Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana. "Tuan Arthur anda sangat luar biasa. Anda berhasil mengalahkan Alexander dan membuat takut ribuan human beast." Kata Fiona melihat Arthur.
"Alexander memiliki level yang lebih rendah dariku. Jadi wajar jika dia kalah denganku." Balas Arthur.
3 Hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Eleanor sedang mengobrol di sebuah ruangan. "Arthur apa kamu serius ingin pergi ke negara Bradfort.
"Apa kamu ingin pergi seorang diri ke negara Bradfort." Tanya Eleanor.
"Tidak, aku akan mengajak Fiona bersamaku." Balas Arthur.
Eleanor kemudian memberikan sebuah kantong kain kepada Arthur. "Di dalamnya ada 500 coin emas. Biaya menaiki kapal setiap orang adalah 10 coin emas. Seharusnya uang itu cukup untuk biaya hidup selama 5 bulan lebih." Kata Eleanor.
"Terimakasih yang mulia." kata Arthur menyimpan kantong kain ke dalam saku pakaiannya.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam kamarnya dan melihat Fiona yang membawa tas besar. "Apa kamu siap." Arthur melihat Fiona.
"Saya sudah siap tuan." Fiona mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi." Kata Arthur keluar dari kamarnya.
Arthur keluar dari istana dan melihat Luis sedang menunggunya. "Aku sudah mempersiapkan kuda terbaik untuk kalian berdua." Kata Luis menunjuk kuda putih dan kuda coklat.
"Kuda ini sangat indah." Kata Arthur menaiki kuda putih.
Melihat Fiona sudah menaiki kuda miliknya Arthur berkata. "Luis aku pergi."
"Baik. Nikmatilah petualanganmu Arthur." Luis tersenyum.
"Hiyyaaa." Arthur kemudian pergi menaiki kuda bersama Fiona.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Fiona sedang beristirahat di tepi sungai. "Fiona butuh waktu berapa lama kita akan sampai di pelabuhan." Tanya Arthur.
"Kita butuh waktu 7 hari untuk sampai di pelabuhan tuan." Balas Fiona.
"Setelah kita selesai beristirahat. Kita akan melanjutkan perjalanan." Kata Arthur melihat kudanya yang makan rumput.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Fiona sedang menunggangi kuda. "Fiona ayo kita cari tempat untuk bermalam." Kata Arthur melihat matahari mulai terbenam.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Fiona berhenti di tepi danau. "Kita akan bermalam disini." Kata Arthur turun dari kuda.
"Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian turun dari kuda.
Saat hendak mencuci muka di danau. Arthur melihat bunga merah yang familiar. "Bunga afrodisiak." Kata Fiona melihat bunga bewarna merah.
"Kamu tahu bunga itu." Arthur melihat Fiona.
"Saya mengetahuinya tuan. Bunga itu dapat meningakatkan gairah berhubungan segs." Kata Fiona dengan malu.
"Mengapa kita tidak mencoba bunga itu." Arthur tersenyum. "Ahhh." Fiona terkejut dengan kata Fiona.
Arthur memetik bunga merah kemudian memberikan bunga kepada Fiona. Saat mencium bau bunga wajah Fiona menjadi merah. "Tuan, anda sangat kejam." Kata Fiona menatap Arthur.
"Mengapa aku." Sebelum menyelesaikan perkataannya Arthur melihat Fiona mencium bibirnya. Arthur membuang bunga kemudian meremas pantat Fiona.
6 hari telah berlalu. Saat ini Arthur dan Fiona sedang berada di sebuah Pelabuhan. "Berapa biaya menitipkan kuda disini." Kata Arthur melihat pria paruh baya.
"Biaya menitipkan 1 kuda selama 1 hari adalah 100 coin perak." Balas pria paruh baya berkulit coklat.
"Aku ingin menitipkan dua kuda selama 100 hari." Kata Arthur memberikan 20 coin emas kepada pria paruh baya.
"Paidun, Paimo bawa dua kuda itu ke kandang." Kata pria paruh baya.
"Baik." Balas 2 pria kemudian membawa kuda Arthur dan Fiona ke dalam kandang.
"Jika kamu menjaga kuda kami berdua dengan baik. Kami akan memberikan 20 coin emas tambahan." Kata Arthur melihat pria paruh baya.
"Anda tidak perlu khawatir. Saya akan menjaga kuda tuan dan nona dengan baik." Pria paruh baya tersenyum.
"Bagus." Arthur mengangguk. "Fiona ayo pergi." Kata Arthur berjalan ke dermaga. "Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian mengikuti Arthur.
"Aku ingin pergi ke negara Bradfort." Kata Arthur melihat pria kurus.
"Captain ada pelanggan yang ingin pergi ke negara Bradfort." Kata pria kurus. Arthur kemudian melihat pria botak berjalan ke arahnya.