
"Hari ini kita kedatangan murid baru. Namanya Arthur dia adalah manusia dari dunia lain." Kata pria tua berambut putih mengenalkan Arthur.
"Ahhh. Jadi dia salah satu manusia yang di panggil dari dunia lain." Semua murid terkejut saat mendengar kata Abraham.
"Meski Arthur tidak memiliki job sama seperti kalian semua. Tapi Arthur memiliki 2 skill level S." Kata Abraham melihat Arthur.
"Ahhh, dia memiliki 2 skill level s." Sekali lagi semua murid terkejut mendengar kata Abraham.
"Aku serahkan Arthur kepadamu." Abraham melihat pria berkacamata.
"Baik kepala sekolah." Pria berkacamata mengangguk.
"Setelah kelas berakhir datanglah ke ruanganku." Abraham melihat Arthur. "Baik kepala sekolah." Arthur mengangguk.
"Arthur duduklah disana." Kata pria berkacamata menunjuk kursi kosong.
"Baik." Arthur mengangguk kemudian duduk di kursi kosong.
"Karena kelas kita memiliki murid baru. Bapak akan menjelaskan teori tentang dasar-dasar sihir dari awal." Kata pria berkacamata.
Beberapa jam kemudian. "Baiklah, pelajaran hari ini cukup sampai disini." Kata pria berkacamata.
"Ahhh. Akhirnya selesai juga." Kata perempuan berkulit putih dan berambut coklat.
"Arthur berapa usiamu." Perempuan berambut coklat melihat Arthur.
"18 tahun." Balas Arthur.
"Kamu 3 tahun lebih tua dari kami semua." Kata perempuan berambut coklat.
"Tidak ada batasan usia untuk mencari ilmu." Balas Arthur keluar dari kelas. Semua murid di dalam kelas terkejut saat mendengar kata Arthur.
Arthur berdiri di depan ruangan kemudian mengetuk pintu. "Tok." "Tok." "Masuklah." Kata sebuah suara.
Arthur membuka pintu kemudian masuk ke dalam ruangan. "Arthur ini kunci kamarmu. Mulai hari ini kamu akan tinggal di asrama akademi." Kata Abraham.
Arthur terkejut saat mendengar kata Abraham. "Yang mulia ingin kamu tinggal di asrama akademi." Kata Abraham melihat Arthur.
"Baiklah, jika itu permintaan raja Edward." Balas Arthur.
"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. "Masuklah." Kata Abraham.
Arthur kemudian melihat wanita berkulit putih dengan rambut hitam masuk ke dalam ruangan. "Cecilia antar Arthur ke kamarnya." Kata Abraham.
"Baik kepala sekolah." Balas wanita berkulit putih yang di panggil Cecilia.
"Arthur, jika kamu lapar. Kamu bisa makan di cafetaria." Kata Abraham.
"Baik." Balas Arthur. Arthur kemudian keluar ruangan bersama Cecilia.
"Arthur aku dengar kamu memiliki 2 skill level S." Cecilia melihat Arthur.
"Benar, aku memiliki 2 skill level S." Balas Arthur.
"Jika boleh tahu seperti apa skill level s milikmu." Cecilia bertanya.
"Skill S milikku. Dapat membuat diriku melihat status orang lain." Kata Arthur.
"Skill yang luar biasa." Cecilia terkejut.
"Lalu seperti apa skill level s mu yang lain." Tanya Cecilia.
"Itu rahasia." Arthur tersenyum. Cecilia tersenyum kecut saat mendengar kata Arthur.
Tidak lama kemudian Cecilia berhenti di depan sebuah kamar. "Ini kamarmu." Cecilia melihat Arthur.
Arthur membuka pintu dan melihat kamarnya. "Tidak buruk." Kata Arthur mengangguk.
"Jika tidak ada yang ingin kamu tanyakan. Aku akan pergi." Cecilia melihat Arthur.
"Apa para murid boleh keluar saat malam hari." Tanya Arthur.
"Boleh, namun para murid harus kembali ke akademi sebelum tengah malam atau jam 12." Kata Cecilia.
"Terimakasih, sudah tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan." Kata Arthur.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi." Kata Cecilia berjalan pergi. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.
"Besok Erika dan yang lainnya mulai berburu slime di hutan. Sementara aku harus mengikuti pelajaran di akademi." Kata Arthur.
"Jika aku tidak ingin ketinggalan level dengan yang lainnya. Aku harus berburu monster pada malam hari setelah pelajaran di akademi selesai." Kata Arthur dengan serius.
Beberapa jam kemudian Arthur sedang makan di cafetaria. "Bagaimana, apa kamu menyukai makanan di sini." Kata pria berkacamata duduk di samping Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Saya akan pergi dulu." Kata Arthur melihat pria berkacamata.
"Baiklah." Pria berkacamata mengangguk. Arthur kemudian berjalan pergi meninggalkan cafetaria.
Tidak lama kemudian Arthur keluar dari akademi. "Arthur kamu ingin pergi kemana." Kata Cecilia melihat Arthur.
"Berburu slime." Balas Arthur berjalan pergi. "Mengapa kamu mengikutiku." Arthur melihat Cecilia.
"Aku khawatir kamu akan tersesat di dalam hutan saat berburu slime. Karena itu aku akan menjadi pembimbingmu." Kata Cecilia.
"Baiklah, berburu sendiri pada malam hari juga tidak menyenangkan." Balas Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah berada di dalam hutan yang terletak di dekat kota. "Kyuuu." Arthur melihat jelly bewarna biru.
"Kamu tidak membawa pedang. Bagaimana caramu untuk membunuh slime itu." Tanya Cecilia. Arthur memegang slime kemudian merobek slime menjadi dua.
"Exp + 2." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Begini caraku membunuhnya." Kata Arthur melihat Cecilia. Cecilia terdiam saat melihat cara Arthur membunuh slime.
Beberapa menit telah berlalu saat ini Arthur sedang memegang slime dan merobek slime menjadi dua.
"Exp + 2." "Level Up" "Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Apa ini pertama kali membunuh slime." Cecilia melihat Arthur.
"Ini adalah pertama kali aku membunuh slime. Memangnya kenapa." Balas Arthur.
"Kamu terlihat sudah terbiasa membunuh slime." Balas Cecilia. Arthur mengabaikan Cecilia dan masuk ke dalam hutan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Cecilia masih berada di dalam hutan. "Arthur ayo kita kembali ke asrama." Cecilia melihat Arthur.
"Baiklah, ayo kita kembali ke asrama." Balas Arthur. Arthur dan Cecilia kemudian meninggalkan hutan.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Cecilia telah meninggalkan hutan. "Apa kamu juga tinggal di asrama akademi." Arthur melihat Cecilia.
"Tidak, aku memiliki tempat tinggal sendiri yang terletak di dekat akademi." Balas Cecilia.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Cecilia telah kembali ke kota. "Ini adalah rumahku." Kata Cecilia berhenti di depan rumahnya.
"Rumahmu bagus." Kata Arthur melihat rumah Cecilia.
Cecilia tersenyum dan berkata. "Baiklah, cepat kembali ke asrama."
Arthur mengangguk dan berkata. "Terimakasih sudah menemaniku berburu." Arthur kemudian berjalan ke lokasi akademi.
Tidak lama kemudian Arthur kembali ke asrama. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 10 Next Level Membutuhkan 11 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 7
Agility : 7
Vitality : 8
Stamina : 8
Magic : 0
Poin : 50
Poin Skill : 1
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)
"Sebelumnya aku level up 15 kali saat berburu slime." Kata Arthur mengingat masa lalunya saat berburu slime dengan Erika.
"Jika aku berburu sedikit lebih lama. Seharusnya aku bisa level up 15 kali bahkan lebih." Kata Arthur.
"Baiklah, aku akan menambahkan 20 poin Pada Magic, 8 poin pada Strength, 8 poin pada Agilty, 7 poin pada Vitality, dan 7 poin pada stamina." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur. "Aku akan menyimpan poin skill untuk saat ini." Kata Arthur berbaring di kasur dan memejamkan matanya.