I Copy Your Job

I Copy Your Job
51. Dwarf



Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Arthur keluar dari restoran.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian mengikuti Arthur.


"Tuan kita akan pergi kemana." Tanya Slyvia.


"Kita akan ke toko pakaian dan membeli pakaian untukmu." Kata Arthur melihat pakaian lusuh Slyvia.


Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia masuk ke dalam toko pakaian. "Tuan, anda tidak perlu membelikan saya pakaian." Kata Slyvia.


"Jika pakaianmu sedikit lebih bagus. Aku tidak akan membelikanmu pakaian. Tapi pakaianmu sangat lusuh." Kata Arthur melihat Slyvia. Slyvia terdiam saat mendengar kata Arthur.


"Pilihlah satu pakaian yang kamu suka." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik." Slyvia mengangguk kemudian memilih pakaian.


"Tuan, saya ingin membeli ini." Kata Slyvia menunjukan pakaian kepada Arthur.


"Berapa harga pakaian itu." Kata Arthur melihat penjaga toko.


"1 coin emas." Kata penjaga toko.


"Aku akan membelinya." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada penjaga toko.


Tidak lama kemudian Arthur dan Slyvia keluar dari toko pakaian. "Kita akan kembali ke penginapan." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian berjalan ke arah penginapan.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam kamar penginapan. "Cobalah pakai pakaian yang baru kamu beli." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik." Slyvia mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak lama kemudian Slyvia keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian barunya. "Pakaian itu sangat cocok untukmu." Arthur memuji Slyvia. Slyvia tersenyum saat Arthur memujinya.


"Slyvia apa kamu tahu tempat dimana aku bisa mendapatkan magic crystal." Tanya Arthur.


"Anda bisa mendapatkan banyak magic crystal di negara Deventer tuan." Kata Slyvia.


"Butuh waktu berapa lama jika kita ingin pergi ke negara Deventer." Tanya Arthur.


"Jika kita pergi dengan menaiki kuda. Kita akan tiba ke negara Deventer dalam 7." Kata Slyvia.


"Lalu butuh waktu berapa lama jika kita ingin pergi ke negara Helmond." Tanya Arthur.


"7 hari tuan." Balas Slyvia. "Negara Sturgart ada di tengah-tengah negara Helmond dan Deventer." Balas Slyvia.


"Tuan, mengapa pengetahuan geografi anda sangat buruk." Slyvia melihat Arthur.


"Sebenarnya aku bukan berasal dari dunia ini." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Ahhh." Slyvia terkejut saat mendengar kata Arthur.


Arthur kemudian menceritakan dirinya di panggil ke dunia ini oleh pria kurus. "Ahhh, jadi pria kurus yang bersama tuan sebelumnya. Adalah penyihir yang memanggil tuan ke dunia ini." Tanya Slyvia.


"Benar, dia penyihir yang memanggilku ke dunia ini." Arthur mengangguk.


"Aku membutuhkan magic crystal untuk kembali ke dunia asalku." Kata Arthur. Slyvia terdiam saat mendengar kata Arthur.


Keesokan harinya Arthur dan Slyvia keluar dari penginapan. "Kita akan berjalan kaki ke negara Deventer. Karena saat ini uangku hanya tersisa 10 coin emas." Kata Arthur.


"Baik tuan. Slyvia juga terbiasa berjalanan kaki." Slyvia mengangguk.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di tepi sungai. "Slyvia apa kamu memakan daging ikan." Tanya Arthur.


"Tidak tuan. Saya juga tidak memakan daging ikan." Slyvia menggeleng.


"Apa kamu akan mati jika memakan daging." Kata Arthur.


"Tidak tuan." Balas Slyvia.


"Lalu mengapa kamu tidak memakan daging." Tanya Arthur.


"Kami ras elf bersahabat dengan alam dan hewan. Kami tidak tega jika harus memakan daging hewan." Kata Slyvia.


"Aku akan memakan ikan. Lalu kamu akan memakan apa." Arthur melihat Slyvia.


"Saya akan mencari tumbuhan, biji-bijian dan jamur yang bisa di makan." Slyvia tersenyum.


"Baiklah." Arthur mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur sedang membakar ikan. "Apa kamu tidak ingin mencoba memakan daging." Arthur melihat Slyvia.


"Tidak tuan." Slyvia menggeleng.


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk.


7 hari telah berlalu, saat ini Arthur dan Slyvia berada di sebuah bukit. "Tuan saat ini kita ada di negara Cantwell. Penduduk negara Cantweel adalah ras Dwarf." Kata Slyvia melihat kota di kejauhan.


"Apa ras Dwarf membenci ras manusia." Tanya Arthur.


"Tidak tuan." Slyvia menggeleng.


"Bagus, jika begitu ayo kita pergi ke kota." Kata Arthur melihat sebuah kota di kejauhan.


"Baik tuan." Slyvia mengganguk.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam kota. "Mereka seperti yang aku pikirkan." Kata Arthur melihat pria pendek dengan tinggi 1 meter.


"Hei, mengapa kamu teerus menatapku." Pria pendek melihat Arthur.


"Aku ingin bertanya dimana penginapan terdekat dari sini." Kata Arthur melihat pria pendek.


Pria pendek menatap Arthur kemudian menunjuk sebuah bangunan. "Terimakasih." Kata Arthur berjalan ke arah penginapan.


Arthur kemudian masuk ke dalam penginapan di ikuti Slyvia. "Berapa harga kamar terbaik selama 1 hari." Tanya Arthur.


"500 coin perak." Balas pelayan penginapan yang juga seorang Dwarf.


"Aku ingin menginap selama 2 hari." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Kamar anda ada di lantai atas nomor 6." Kata pelayan penginapan memberikan Arthur kunci. Arthur mengangguk kemudian naik ke lantai atas di ikuti Slyvia.


"Slyvia bukankah kamu bilang ras Dwarf tidak membenci manusia. Mengapa ada dwarf yang marah padaku. Hanya karena aku melihatnya." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Saya lupa memberitahu tuan. Bahwa Dwarf adalah ras yang pemarah." Kata Sllyvia. Arthur terdiam saat mendengar kata Slyvia.


"Ayo kita mandi. Setelah itu kita akan pergi makan." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


1 Jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam restoran. "Ini pesanan anda." Arthur melihat pelayan restoran yang seorang dwarf mengantarkan pesanan miliknya.


"Ayo kita makan." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik." Slyvia mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Slyvia telah selesai makan. "Slyvia bagaimana caranya mendapat uang dengan mudah. Saat ini uangku semakin menipis." Kata Arthur melihat 5 coin emas yang dia miliki.


"Tuan, apakah anda pernah mencuri. Dengan mencuri kita bisa mendapatkan uang dengan mudah." Kata Slyvia.


"Aku tidak pernah mencuri. Apakah ada cara lainnya." Tanya Arthur.


"Cara lainnya adalah menjadi tentara bayaran dan menyelesaikan misi. Kita akan mendapatkan imbalan jika menyelesaikan misi." Kata Slyvia.


"Apakah ada cara lainnya lagi." Tanya Arthur. Arthur tidak tertarik menjadi tentara bayaran.


"Anda tinggal mengalahkan monster. Kemudian anda bisa menjual kulit monster ke toko pakaian dan menjual daging monster ke restoran." Kata Slyvia.


"Ini bukan ide yang buruk untuk mencari uang dengan cepat." Arthur mengangguk mendengar kata Slyvia.


"Slyvia ayo kita pergi berburu monster." Kata Arthur melihat Slyvia.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur dan Slyvia kemudian keluar dari restoran.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia berada di dalam hutan. "Wooaarrr." Arthur melihat beruang hitam sebesar 3 meter.


"Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin muncul di udara. "Mati." Kata Arthur menembakan panah angin ke arah beruang hitam. "Buusshh." Panah angin menembus jantung beruang. "Buuukk." Beruang kemudian terjatuh ke tanah.


"Exp +50." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Ayo kita kembali ke kota." Kata Arthur berjalan ke arah mayat beruang hitam.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur berjalan keluar hutan dengan menyeret mayat beruang hitam.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Slyvia telah kembali ke kota. Saat masuk ke dalam kota Arthur menjadi pusat perhatian karena dirinya menyeret mayat beruang. "Kamu tunggulah disini." Kata Arthur berhenti di depan restoran.


"Baik tuan." Slyvia mengangguk. Arthur kemudian masuk ke dalam restoran.