I Copy Your Job

I Copy Your Job
24. Akademi



"Uhukk. Kalian semua tolong ikuti aku." Kata pria tua berambut putih panjang yang memegang tongkat.


"Arthur mengapa kamu diam saja. Ayo kita ikuti pria tua itu." Kata Deni menepuk bahu Arthur.


"Ehh. Baik." Arthur mengangguk kemudian mengikuti pria tua berambut putih panjang.


"Lihatlah bola kristal ini. Sekarang aku ingin kalian semua berbaris dan menyentuhnya satu persatu." Kata pria tua berambut putih Panjang.


"Bola kristal ini adalah peralatan sihir. Bola ini akan memindai dan menampilkan status kalian." Kata pria tua berambut putih panjang.


Arthur kemudian melihat satu persatu teman sekelasnya menyentuh bola kristal. "Arthur sekarang giliranmu." Kata Deni melihat Arthur. Arthur berjalan ke depan dan menyentuh bola kristal.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 0


Job : -


Ras : Manusia


Strength : 7


Agility : 7


Vitality : 8


Stamina : 8


Magic : 0


Skill : Observation (S) Copy (S)


"Ahhh. Arthur tidak memiliki job." Kata Lisa.


"Meski tidak memiliki Job Arthur mempunyai dua skill level S." Kata perempuan berambut hitam.


"Baiklah, kalian semua ikuti aku." Kata pria tua berambut putih panjang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti pria tua berambut putih panjang.


"Rapunsel antarkan mereka semua ke kamar." Pria paruh baya melihat perempuan berambut pirang.


"Baik." Perempuan berambut pirang mengangguk.


"Semuanya tolong ikuti aku." Kata perempuan berambut pirang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti perempuan berambut pirang.


Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam kamar. "Aku tidak menyangka akan Kembali lagi ke masa lalu." Kata Arthur berbaring di kasur.


"Sepertinya alasanku kembali ke masa lalu. Karena semua teman sekelasku terbunuh saat melawan raja iblis." Arthur mengingat Steven dan semua teman sekelasnya yang di bunuh oleh raja iblis Lucifer.


"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. Arthur berjalan membuka pintu dan melihat seorang prajurit.


"Yang mulia ingin berbicara kepada anda." Kata Prajurit.


"Baiklah, antar aku menemui rajamu." Kata Arthur.


Tidak lama kemudian Arthur masuk ke dalam sebuah ruangan. "Arthur memberi hormat kepada yang mulia." Kata Arthur membungkuk.


Pria paruh baya tersenyum saat melihat sikap Arthur. "Duduklah." Kata pria paruh baya berambut pirang melihat Arthur.


"Baik yang mulia." Arthur mengangguk kemudian duduk di kursi.


"Arthur aku dengar kamu memiliki 2 skill level S meski tidak memiliki job." Kata pria paruh baya melihat Arthur.


"Benar yang mulia. Saya memiliki 2 skill level S meski tidak memiliki job." Arthur mengangguk.


"Arthur aku ingin kamu masuk ke dalam sebuah akademi dan mempelajari tehnik berpedang serta sihir." Kata pria paruh baya.


Arthur terkejut saat mendengar kata pria paruh baya. Arthur ingat dulu pria paruh baya memberinya dua pilihan. Namun saat ini Arthur di suruh untuk masuk ke dalam sebuah akademi.


"Baiklah yang mulia. saya akan masuk ke dalam akademi." Kata Arthur.


"Bagus. Kamu bisa kembali ke kamarmu untuk istirahat. Besok pagi Rapunsel akan mengantarmu ke akademi." Kata pria paruh baya.


"Baik yang mulia." Arthur mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Melihat Arthur yang keluar dari ruangan pria paruh baya menghela nafas. "Sayang sekali dia tidak memiliki job."


Saat ini Arthur telah kembali ke kamarnya. "Kali ini aku tidak akan membiarkan semua teman sekelasku mati oleh raja iblis. Aku sudah bosan kembali ke masa lalu." Kata Arthur dengan serius.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Arthur ayo kita makan."


Arthur terbangun dan membuka pintu. "Arthur ayo kita makan." Kata Erika.


"Baik." Arthur mengangguk kemudian mengikuti Erika.


Tidak lama kemudian Arthur berada di sebuah ruangan dan melihat teman-temannya sedang makan. "Arthur aku dengar dari yang mulia kamu akan masuk ke akademi dan mempelajari tehnik pedang serta sihir." Kata Steven melihat Arthur.


"Benar, besok aku akan masuk ke dalam akademi." Balas Arthur.


"Arthur aku harap saat berada di akademi kamu tidak akan membuat masalah." Kata Erika melihat Arthur.


"Tenang saja, aku tidak akan membuat masalah." Balas Arthur mengigit daging.


"Aktifkan skill Copy salin Job Swordman Deni." Gumam Arthur melihat Deni.


"Anda menyalin job Swordsman"


"Anda mendapatkan Tehnik Pedang C." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Aktifkan skill Copy salin job Mage Melody." Gumam Arthur melihat Melody.


"Anda menyalin job Mage"


"Anda mendapatkan sihir Air level C." Notifikasi muncul di depan Arthur.


Arthur kemudian mulai menyalin Job semua teman sekelasnya.


Tidak lama kemudian Arthur telah selesai menyalin Job semua teman sekelasnya. "Makanan disini sangat enak." Kata Deni menepuk perutnya.


"Apa kalian suka dengan makanan yang kami berikan." Kata Rapunsel masuk ke dalam ruang makan.


"Kami sangat menyukai makanan yang anda berikan tuan putri." Deni tersenyum.


"Tuan putri terimakasih sudah memberikan kami kamar yang bagus dan makanan yang lezat." Erika berterimakasih kepada Rapunsel.


"Karena kerajaan kami memanggil kalian semua ke dunia ini. Sudah sewajarnya bagi kami untuk memberikan fasilitas terbaik dan makanan terbaik untuk kalian semua." Rapunsel tersenyum. Steven dan semua teman sekelas Arthur tersenyum saat mendengar kata Rapunsel.


"Baiklah, nikmati makan malam kalian." Rapunsel tersenyum kemudian keluar dari ruang makan.


"Aku akan kembali ke kamar." Kata Arthur berjalan ke arah kamarnya.


Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 0


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 7


Agility : 7


Vitality : 8


Stamina : 8


Magic : 0


Poin : 0


Poin Skill : 0


Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)


"Statusku telah kembali seperti dulu." Kata Arthur melihat statusnya.


"Meski aku masuk ke dalam akademi. Levelku harus lebih tinggi dari yang lain. Akan jadi masalah, jika mereka semua bisa melihat semua skill yang aku punya." Kata Arthur dengan serius.


Keesokan harinya Arthur sedang berjalan bersama Rapunsel. "Putri Rapunsel." "Putri." Arthur melihat semua penduduk membungkuk dan memberi hormat ketika bertemu Rapunsel.


"Arthur ayo masuk." Kata Rapunsel masuk ke sebuah gedung.


"Baik putri." Arthur mengangguk kemudian mengikuti Rapunsel masuk ke dalam gedung.


"Putri Rapunsel." Kata pria tua berambut putih panjang melihat Rapunsel.


"Tuan Abraham, saya mendapat perintah dari ayah. Untuk mengantar Arthur ke akademi." Kata Rapunsel.


"Saya sudah tahu, yang mulia telah memberitahuku, bahwa Arthur akan masuk ke dalam akademi." Kata pria tua berambut putih panjang yang di panggil Abraham.


"Tuan Abraham saya menitipkan Arthur pada anda mulai sekarang." Kata Rapunsel.


"Baik, kamu bisa menyerahkan Arthur kepadaku." Abraham mengangguk.


"Arthur aku pergi." Kata Rapunsel berjalan pergi.


"Baik tuan putri." Balas Arthur.


"Arthur ikuti aku." Kata Abraham.


"Baik tuan Abraham." Arthur mengangguk.


"Ayo masuk." Kata Abraham masuk kedalam ruangan.


"Baik." Arthur mengangguk dan masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk ke dalam ruangan, Arthur melihat 15 laki-laki dan 15 perempuan yang berada di dalam kelas. "Ahh, kepala sekolah." Kata pria berkacamata melihat Abraham masuk ke dalam ruangan.