I Copy Your Job

I Copy Your Job
35. Menyalin Job Assasin



Tidak lama kemudian Arthur tiba di ruang makan. "Arthur ayo kita makan Bersama." Eleanor tersenyum kepada Arthur.


"Baik." Arthur mengangguk kemudian duduk di samping Eleanor.


"Fiona apa kamu sudah makan." Tanya Arthur.


"Belum tuan." Balas Fiona.


"Duduklah di sampingku. Ayo kita makan bersama." Kata Arthur.


"Ahhh." Fiona terkejut dengan jawaban Arthur.


"Fiona kamu bisa makan bersama kita." Kata Eleanor.


"Baik yang mulia." Fiona mengangguk kemudian duduk di samping Arthur.


"Fiona apakah kamu senang bisa makan bersama ratu Eleanor." Arthur melihat Fiona.


"Saya sangat senang sekali tuan." Fiona tersenyum.


"Baiklah, ayo kita makan." Kata Eleanor mengambil daging.


"Baik yang mulia." Fiona mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Yang mulia saya akan kembali ke kamar." Kata Arthur melihat Eleanor.


"Baiklah." Eleanor mengangguk. Arthur kemudian berjalan pergi di ikuti oleh Fiona.


Tidak lama kemudian Arthur masuk ke kamarnya. "Hari ini aku akan tidur sendiri." Kata Arthur melihat Fiona.


"Baik tuan." Fiona mengangguk kemudian berjalan pergi. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini manusia kucing berbulu hitam sedang berada di luar istana. "Menghilang." Kata manusia kucing kemudian dirinya menghilang.


Saat ini Arthur sedang tidur di kamarnya. "Kreekk." Jendela kamar Arthur tiba-tiba terbuka. "Matilah." Kata sebuah suara. "Ceeppp." Pisau menancap di jantung Arthur. "Ahhhh." Arthur terbangun dan berteriak.


"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api muncul di dalam ruangan. "Meledak." Teriak Arthur. "Booomm!!." Bola api meledak dan menghancurkan ruangan.


"Ahhh." Arthur mendengar suara teriakan. Arthur memegang jantungnya dan berkata. "Heal." "Singg." Cahaya hijau menyinari tubuh Arthur.


Tidak lama kemudian semua luka di tubuh Arthur sembuh. "Arthur ada apa." Arthur melihat Luis dan beberapa prajurit masuk ke dalam kamarnya.


"Ada assassin yang menyerangku." Kata Arthur dengan ekspresi buruk. Luis dan semua prajurit terkejut saat mendengar kata Arthur.


"Aku akan mencari assassin itu. Dia pasti terluka setelah terkena ledakan bola api." Kata Arthur melompat dari jendela.


"Kalian semua cari assassin yang menyerang Arthur." Teriak Luis.


"Baik." Semua prajurit mengangguk.


"Aku telah menusuk jantungnya. Seharusnya sekarang dia sudah mati." Kata manusia kucing berbulu hitam.


"Sayang skali, tapi aku masih belum mati." Kata Arthur muncul di belakang manusia kucing.


"Wuusshh." Manusia kucing secara reflek menyerang Arthur. Arthur menghindari serangan manusia kucing kemudian memukul perutnya. "Uuhh." Manusia kucing mengerang kesakitan.


"Aktifkan skill Observasi munculkan status manusia kucing." Kata Arthur melihat manusia kucing. Layar status kemudian muncul di depan Arthur.


Nama : Katy


Usia : 28 tahun


Level : 280


Job : Assasin


Ras : Beast Human


Strength : 280


Agility : 360


Vitality : 280


Stamina : 280


Magic : 200


Skill : Menghilang (S)


"Jobnya adalah Assasin. Dia juga memiliki skill menghilang level S." kata Arthur melihat status manusia kucing.


"Menghil." "Jangan berpikir untuk menghilang." Kata Arthur mencengkram leher manusia kucing.


"Ceepp." Manusia kucing menusuk leher Arthur. "Ahhhh. Berengsek." Arthur berteriak dan membanting manusia kucing ke tanah. "Booomm!!!" "Ahhh." Manusia kucing berteriak kesakitan.


"Arthur memegang lehernya dan berkata. "Heal." "Singg!!!" cahaya hijau menyinari tubuh Arthur.


"Jika aku tidak memiliki sihir penyembuh aku sudah mati dua kali olehnya." Kata Arthur melihat manusia kucing yang tidak sadarkan diri.


"Anda menyalin job Assasin." "Anda mendapatkan skill Menghilang (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.


"Tuan Arthur." Arthur melihat beberapa prajurit berlari ke arahnya. "Apa anda baik-baik saja." Tanya salah satu prajurit.


"Aku baik-baik saja." Arthur mengangguk. "Bawa assassin itu ke penjara." Kata Arthur melihat manusia kucing.


"Baik." Semua prajurit mengangguk.


Tidak lama kemudian Arthur Kembali ke istana. "Tuan Arthur apa anda baik-baik saja. Saya mendengar anda diserang oleh assassin." Tanya Fiona.


"Aku baik-baik saja." Balas Arthur.


"Arthur yang mulia ingin berbicara dengan anda." Kata Luis melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian berjalan ke ruangan Eleanor.


Arthur masuk ke dalam ruangan dan melihat Eleanor yang sedang duduk di singgasana. "Arthur apa kamu baik-baik saja." Tanya Eleanor.


"Saya baik-baik saja." Arthur mengangguk.


"Baguslah jika kamu baik-baik saja." Eleanor menghela nafas.


"Apa assassin yang menyerangmu adalah beast human." Tanya Eleanor.


"Benar, assassin yang menyerangku adalah beast human. Aku menyuruh beberapa prajurit untuk mengirimnya ke penjara." Balas Arthur.


"Apa kamu ingin menginterogasi assassin itu sendiri." Tanya Eleanor.


"Benar, tapi aku akan menginterogasinya besok. Aku akan melanjutkan tidurku yang terganggu." Balas Arthur.


"Baiklah." Eleanor mengangguk. "Luis antar Arthur ke kamar barunya." Kata Eleanor.


"Baik yang mulia." Luis yang berdiri di depan pintu mengangguk.


Keesokan harinya Arthur masuk ke dalam penjara dan melihat manusia kucing berada di dalam sel dengan tangan dan kaki di rantai. "Bagaimana kamu masih bisa hidup. Aku jelas-jelas sudah menusuk jantung dan lehermu." Kata manusia kucing melihat Arthur.


"Apa kamu berpikir aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan." Arthur tersenyum.


"Kamu juga bisa menggunakan sihir penyembuhan." Manusia kucing terkejut saat mendengar kata Arthur.


"Apa kamu di kirim oleh Alexander untuk membunuhku." Arthur melihat manusia kucing.


"Buat apa aku menjawab pertanyaanmu." Manusia kucing mencibir.


"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api muncul di udara.


"Hei, kamu tidak akan membakarku kan." Manusia kucing ketakutan saat melihat Arthur menciptakan bola api.


"Terbakarlah." Kata Arthur menembakan bola api ke manusia kucing. "Buusshh." "Ahhhh." Manusia kucing berteriak saat dirinya terbakar.


"Aku di kirim oleh yang mulia Alexander. Tolong padamkan api ini." Teriak manusia kucing.


"Water ball." Kata Arthur kemudian bola air muncul di udara. "Wuusshh." Arthur kemudian menembakan bola air ke arah manusia kucing yang terbakar. "Sssshhh." Api yang membakar manusia kucing kemudian padam.


"Bisakah kamu menyembuhkanku. Aku sudah mengatakan bahwa raja Alexander yang mengirimku untuk membunuhmu." Manusia kucing melihat Arthur.


"Apa kamu bodoh. Bagaimana bisa aku menyembuhkan assassin yang ingin membunuhku." Arthur mencibir.


"Penjaga jangan berikan dia makan. Biarkan dia mati kelaparan." Kata Arthur melihat prajurit yang menjaga penjaga.


"Baik tuan Arthur." Prajurit mengangguk. Arthur kemudian keluar dari penjara.


Beberapa menit kemudian Arthur Kembali ke istana. "Arthur apa kamu membunuh assassin itu." Tanya Luis.


"Aku tidak membunuhnya." Balas Arthur. "Aku ingin dia mati perlahan karena kelaparan." Kata Arthur berjalan ke kamarnya.


Arthur masuk ke dalam kamarnya dan melihat Fiona sedang membersihkan kamarnya. "Tuan, anda sudah kembali." Kata Fiona melihat Arthur.


Arthur melihat tubuh Fiona dan berkata. "Fiona ayo kita mandi bersama."


"Baik tuan." Fiona mengangguk dengan malu.


Sementara itu di tempat lain. Manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia, ada kabar bahwa Katy telah tertangkap. Saat ini Katy sedang berada di dalam penjara." Kata manusia serigala berbulu putih.


"Aku tidak menyangka Katy yang merupakan assassin kelas atas akan tertangkap." Kata manusia harimau berbulu putih.


"Apa Katy berhasil membunuh manusia itu." Harimau putih melihat manusia serigala.


"Tidak yang mulia, Katy gagal membunuh manusia bernama Arthur itu." Balas manusia serigala.


"Wolfer apa kamu punya rencana lain untuk mengalahkan negara Volgrad." Kata Harimau putih.


"Mengapa anda tidak menantang manusia bernama Arthur itu bertarung 1 vs 1 yang mulia. Jika anda berhasil membunuhnya. Negara Volgrad pasti akan kehilangan semangat bertarung." Kata manusia serigala.


"Idemu tidak buruk." Kata manusia harimau putih.


Beberapa jam kemudian. Arthur sedang berada di sebuah ruangan bersama Eleanor. "Arthur raja Alexander menantangmu untuk bertarung 1 vs 1 denganmu." Kata Eleanor membaca sebuah surat.