
"Anda dan dua teman perempuan anda, bisa istirahat disini." Kata Rosmila membuka pintu sebuah rumah.
"Ini adalah rumah yang dulu aku tinggali bersama Lily." Gumam Arthur melihat rumahnya.
"Jika anda membutuhkan sesuatu silakan cari saya." Kata Rosmila melihat Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk. Rosmila melihat Fiona dan Veronica kemudian berjalan pergi.
"Ayo masuk." Kata Arthur masuk ke dalam rumah.
"Baik." Fiona dan Veronica kemudian masuk ke dalam rumah.
"Arthur mengapa kamu mengatakan, bahwa kamu yang membunuh raja iblis." Tanya Veronica.
"Sebelum di panggil oleh Luis. 10 bulan lalu aku di panggil ke negara ini." Kata Arthur mulai bercerita tentang dirinya yang di panggil oleh Rapunsel bersama teman sekelasnya.
"Ahh. Aku tidak tahu bahwa kamu telah dua kali di panggil ke dunia ini." Veronica dan Fiona terkejut saat mendengar cerita Arthur.
"Kalian berdua beristirahatlah. Aku akan pergi ke suatu tempat." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Baik tuan." Fiona mengangguk.
Arthur keluar dari rumahnya kemudian berjalan ke arah gereja. "Apa anda ingin masuk ke dalam gereja." Arthur mendengar suara dan melihat wanita berkulit yang memakai kerudung putih berdiri di belakangnya.
"Benar. Aku ingin masuk ke dalam gereja." Arthur tersenyum. Wanita berkerudung putih kemudian membuka pintu gereja.
"Apa kamu satu-satunya suster di desa ini." Tanya Arthur meski sudah tahu jawabannya.
"Benar, saya satu-satunya suster di gereja ini." Wanita berkerudung putih mengangguk.
"Perkenalkan, namaku adalah Arthur." Arthur mengulurkan tangannya.
"Nama saya adalah Lily." Wanita berkerudung putih menjabat tangan Arthur.
"Mungkin anda tidak tahu. Saya pernah melihat anda saat berada di kota." Kata Lily melihat Arthur.
"Oohh. Jadi kamu mengenalku." Arthur melihat Lily.
"Saya tahu bawa anda adalah manusia dari dunia lain yang mengalahkan raja iblis." Kata Lily melihat Arthur.
"Aku mendengar berita bahwa putri Rapunsel telah mengirim anda kembali ke dunia tempat asal anda." Lily melihat Arthur.
"Benar, putri Rapunsel telah mengirimku kembali ke duniaku berasal. Tapi aku di panggil lagi ke dunia ini." Balas Arthur.
"Ahhh." Lily terkejut saat mendengar kata Arthur. Arthur kemudian bercerita tentang dirinya yang di panggil di negara Volgrad.
"Aku tidak menyangka anda dua kali di panggil ke dunia ini." Lily terkejut.
"Suster besok aku akan pergi ke kota. Apa anda ingin pergi bersamaku ke kota." Arthur melihat Lily.
"Baiklah, aku juga ingin membeli beberapa barang di kota." Lily mengangguk.
"Bagus." Arthur tersenyum mendengar Lily setuju pergi bersamanya ke kota. "Suster, aku akan pergi." Kata Arthur melihat Lily.
"Baiklah." Lily mengangguk. Arthur tersenyum kemudian meninggalkan gereja.
Arthur berdiri di depan gereja dan berkata. "Sekarang waktunya pergi ke lokasi goblin dan mengambil coin emas yang mereka miliki." Kata Arthur berjalan ke dalam hutan.
Beberapa menit kemudian Arthur berada di dalam gua. "Bagus, mereka masih memiliki kotak peti." Kata Arthur berjalan ke kotak peti.
Arthur membuka peti dan melihat ratusan coin emas yang berada di dalam peti. "Kalung berlian ini juga masih ada." Kata Arthur memegang kalung berlian yang ada di dalam tumpukan coin emas.
Arthur kemudian memasukan ratusan coin emas dan kalung berlian ke kantong kain yang sudah dia persiapkan. Setelah memasukan coin emas ke dalam kantong, Arthur kemudian keluar dari gua.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke desa. "Arthur apa yang ada di dalam kantong itu." Tanya Veronica melihat kantong kain yang di bawa Arthur.
Arthur kemudian menunjukan ratusan coin emas yang ada di dalam kantong." "Ahhh. Dari mana kamu mendapatkan ratusan coin emas itu." Tanya Veronica.
"Aku menemukannya di dalam gua." Kata Arthur menaruh kantong kain ke lantai.
"Apa kalian berdua lapar." Tanya Arthur. "Kami sedikit lapar." Veronica mengangguk.
"Ikut denganku ke sungai. Kita akan menangkap ikan." Balas Arthur.
"Baik tuan." "Baik." Fiona dan Veronica mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur, Fiona dan Veronica berada di tepi sungai. "Aku akan menangkap ikan kalian berdua carilah ranting pohon." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk.
"Baiklah." Arthur mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat ikan yang di bakar Fiona telah matang. "Tuan ikannya sudah matang." Kata Fiona melihat Arthur.
"Kalau begitu ayo kita makan." Balas Arthur.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur, Fiona dan Veronica telah selesai makan. "Ayo kita kembali ke desa." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur telah kembali ke desa dan masuk ke dalam rumahnya. "Tuan, jika anda lelah. Anda bisa istirahat di kamar. Kami berdua bisa istirahat di kursi." Kata Fiona melihat Arthur.
"Kasur ini cukup untuk tidur 3 orang." Kata Arthur masuk ke dalam kamar. Fiona dan Veronica tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Kalian berdua masuklah ke dalam kamar." Kata Arthur.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar.
"Kalian berdua naiklah ke kasur, dan tidur di sampingku." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.
"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk dengan malu kemudian naik ke kasur.
"Mengapa nafasmu begitu cepat. Apa kamu berpikir kita bertiga akan berhungan badan." Kata Arthur melihat Fiona. Wajah Fiona dan Veronica menjadi merah saat mendengar kata Arthur.
Beberapa menit kemudian. Fiona dan Veronica melihat Arthur sudah tertidur. "Dia tertidur begitu cepat." Kata Veronica melihat Arthur yang sudah tertidur.
"Veronica apa kamu menyukai tuan." Fiona melihat Veronica.
Wajah Veronica menjadi merah saat mendengar kata Fiona. "Aku menyukainya." Veronica mengangguk.
"Sebaiknya kamu menyerah, karena Arthur akan menikah dengan yang mulia Eleanor." Kata Fiona. Veronica terdiam saat mendengar kata Fiona.
"Jika aku tidak bisa menjadi istrinya. Aku tidak masalah meski menjadi pelayannya sama seperti dirimu." Kata Veronica melihat wajah Arthur.
Keesokan harinya Arthur sedang berada di depan rumahnya bersama Fiona dan Veronica. "Apa anda akan pergi." Kata Rosmila melihat Arthur.
"Benar, aku akan pergi." Arthur mengangguk.
"Ambilah, ini sebagai imbalan karena kamu memberi kami bertiga tempat tinggal." Kata Arthur memberikan 100 coin emas kepada Rosmila.
"Ini terlalu banyak." Rosmila terkejut melihat Arthur memberinya 100 coin emas.
"Aku memiliki banyak uang. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Arthur tersenyum.
"Arthur." Arthur melihat Lily berjalan ke arahnya.
"Apa kamu sudah siap." Kata Arthur melihat Lily.
"Aku sudah siap." Lily mengangguk.
"Suster Lily apa kamu ingin pergi ke kota bersama Arthur." Tanya Rosmila.
"Benar kepala desa. Aku akan pergi ke kota bersamanya." Lily mengangguk.
"Ayo kita pergi." Kata Arthur berjalan meninggalkan desa.
"Kepala desa kami pergi." Kata Lily melihat Rosmila kemudian mengikuti Arthur.
"Apa kamu seorang suster." Veronica melihat Lily.
"Maaf, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Lily. Saya adalah seorang suster." Lily tersenyum mengenalkan dirinya.
"Namaku Veronica." Veronica mengenalkan dirinya.
"Namaku Fiona. Saya adalah maid pribadi tuan Arthur." Kata Fiona mengenalkan dirinya.
"Ahh, aku tidak menyangka tuan Arthur memiliki pelayan pribadi." Lily terkejut. Lily, Fiona dan Veronica kemudian mulai mengobrol dalam perjalanan.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur, Lily, Fiona dan Veronica berada di tepi sungai. "Malam ini kita akan istirahat disini." Kata Arthur melihat matahari mulai terbenam.
"Baik." Lily, Fiona dan Veronica mengangguk.