
"Arthur apa kamu butuh senjata." Eleanor melihat Arthur.
"Aku butuh pedang." Balas Arthur.
"Luis antar Arthur ke gudang persenjataan." Eleanor melihat pria gemuk.
"Baik yang mulia." Luis mengangguk. Arthur kemudian keluar ruangan bersama Luis.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam Gudang persenjataan. "Apa anda pernah membunuh manusia sebelumnya." Tanya Luis.
"Aku belum pernah membunuh manusia. Yang aku bunuh selama ini hanya monster dan hewan buas." Kata Arthur memilih senjata.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Arthur mengambil pedang bewarna perak yang panjangnya 100 cm.
"Apa anda tidak memerlukan armor." Tanya Luis.
"Tidak perlu. Beast human tidak akan bisa melukaiku." Balas Arthur.
5 Jam kemudian Arthur berada di atas benteng dan melihat ribuan pasukan yang mendekat ke arah kota. "Tooottt." "Tooottt." Seorang prajurit meniup terompet.
"Pasukan pemanah kalian bersiaplah." Teriak seorang pria yang memakai armor.
Melihat pasukan musuh semakin mendekat pria yang memakai armor berteriak. "Tembak." "Wuuusshh." "Wuusshh." Ratusan prajurit mulai menembakan panah mereka.
"Ahhh." "Ahhhh." Ratusan beast human berteriak saat terkena panah.
"Mage sekarang giliran kalian." Teriak pria yang memakai armor. "Wuussh." "Wuusshh." Arthur melihat ratusan bola api, panah angin, panah air, tombak tanah muncul di udara.
"Wuusshh." "Wuusshh." Ratusan bola api, panah angin, panah air dan tombak tanah melesat ke arah ribuan beast human. "Booomm!!!." "Booomm!!." Ledakan terjadi.
"Sekarang giliranku." Gumam Arthur kemudian berkata berkata. "Fire ball." "Wuusshh." "Wuusshh." 5 Bola api raksasa muncul di langit.
"Ahhh." Luis dan semua mage terkejut saat melihat ukuran bola api Arthur. 10x lebih besar dari pada bola api mereka.
"Mati." Teriak Arthur menembakan 5 bola api raksasa ke arah ribuan beast human. "Booomm!!!." "Booomm!!." Ledakan besar terjadi.
"Exp + 200." "Exp +300." Ratusan notifikasi muncul di depan Arthur.
Melihat ribuan Beast human yang mendekat ke arah benteng, pria yang memakai armor berteriak. "Semuanya ayo kita kalahkan Beast human. Tunjukan pada mereka bahwa ras manusia adalah yang terkuat di dunia ini."
"Bunuh beast human." "Hancurkan beast human." Teriak ribuan prajurit.
"Semuanya serang." Teriak pria yang memakai armor kemudian melompat dari benteng.
"Serang!!!." Ribuan prajurit berteriak dan berlari ke arah ribuan beast human.
"Kuuaakkk." Puluhan manusia burung terbang ke arah Arthur. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara. "Mati!!" "Wuusshh." "Wuusshh." Puluhan panah angin melesat ke arah puluhan manusia burung. "Busshh." "Buusshh." Puluhan panah angin menembus kepala manusia burung.
"Jadi seperti ini kekuatan penyihir level 900 lebih." Luis terkejut melihat Arthur membunuh puluhan manusia burung dengan mudah.
"Babi gemuk aku akan turun." Kata Arthur melompat turun. "Boomm!!." Arthur mendarat di tanah.
"Bunuh manusia itu. Manusia itu yang menciptakan bola api raksasa." Teriak manusia serigala menunjuk Arthur.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara. "Mati." Kata Arthur menembakan puluhan panah angin ke arah puluhan beast human. "Buusshh." "Buusshh." Puluhan panah angin menembus kepala beast human.
"Manusia matilah." Teriak manusia kerbau menyerang Arthur. "Tingg!!!" Arthur menahan serangan manusia kerbau dengan pedangnya.
"Kamu terlalu lemah." Arthur mencibir kemudian mengayunkan pedangnya. "Crasshh." Tubuh manusia kerbau terpotong menjadi dua.
"Tooottt." "Toootttt." Arthur mendengar suara terompet dan melihat semua beast human mundur.
"Jangan berpikir, aku akan membiarkan kalian mundur." Kata Arthur kemudian berteriak. "Fire ball." Bola api raksasa muncul di udara.
"Mati!!" teriak Arthur kemudian menembakan bola api raksasa ke arah ribuan beast yang mundur. "Booomm!!" Ledakan besar terjadi. Semua prajurit terkejut melihat Arthur yang masih menyerang pasukan musuh yang mundur.
"Tuan Arthur, anda tidak perlu lagi menyerang pasukan musuh yang mundur." Kata pria yang memakai armor.
"Baiklah." Balas Arthur kemudian berjalan ke arah istana.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana. "Tuan Arthur, yang mulia ingin bertemu dengan anda." Kata Fiona melihat Arthur.
"Katakan pada Eleanor. Aku lelah dan ingin istirahat." Kata Arthur berjalan ke arah kamarnya.
Saat ini di tempat lain, manusia harimau berbulu putih sedang duduk di singgasana. "Yang mulia, negara Volgrad memiliki manusia yang luar biasa. Manusia itu bisa menciptakan bola api raksasa dan kemampuan berpendangnya setara Swordman tingkat atas." Kata manusia serigala berbulu putih.
"Katy." "Saya disini yang mulia." Manusia kucing berkulit hitam muncul di depan manusia harimau.
"Menyusuplah ke negara Volgrad dan bunuhlah manusia yang membunuh ratusan ras kita." Kata manusia harimau berbulu putih.
"Baik yang mulia." Manusia kucing mengangguk kemudian menghilang.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 945
Job : Mage
Ras : Manusia
Strength : 905
Agility : 905
Vitality : 905
Stamina : 910
Magic : 910
Poin : 220
Poin Skill : 79
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Tehnik Pedang (S)
"Dulu aku level up 39 kali. Tapi sekarang level up 45 kali." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku akan menambahkan 45 poin pada Magic, 45 poin pada Strength, 45 poin pada Agilty, 45 poin pada Vitality, dan 40 poin pada stamina."
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
Saat ini Eleanor sedang duduk di singgasana dan melihat Fiona masuk ke dalam ruangannya. "Dimana Arthur. Mengapa dia tidak menemuiku." Eleanor melihat Fiona.
"Tuan Arthur mengatakan dirinya lelah dan ingin istirahat yang mulia." Jawab Fiona. Eleanor terdiam mendengar kata Fiona.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang tidur di kamarnya. "Kreekk." Jendela kamar Arthur tiba-tiba terbuka.
"Matilah." Kata sebuah suara. "Aku sudah menunggumu." Kata Arthur menahan pisau yang hendak menusuk jantungnya.
"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api muncul di dalam ruangan. "Meledak." Teriak Arthur. "Booomm!!." Bola api meledak dan menghancurkan ruangan.
"Ahhh." Arthur melihat manusia kucing berkulit hitam terlempar ke dinding.
"Menghil." "Jangan berpikir untuk menghilang." Kata Arthur memukul perut manusia kucing. "Uuuhh." Manusia kucing kesakitan dan memegangi perutnya.
"Mati!!" manusia kucing tiba-tiba melompat ke arah Arthur. Arthur menghindari serangan manusia kucing. Kemudian membanting manusia ke lantai. "Boomm!!"
"Ahhh." Manusia kucing berteriak kesakitan.
"Arthur ada apa." Arthur melihat Luis dan beberapa prajurit masuk ke dalam kamarnya.
"Ada assassin yang menyerangku." Kata Arthur melihat manusia kucing yang tergeletak di lantai. Luis dan semua prajurit terkejut saat melihat manusia kucing yang tergeletak tidak sadarkan diri.
"Bawa dia ke penjara." Kata Arthur melihat semua prajurit.
"Baik." Semua prajurit mengangguk kemudian membawa manusia kucing pergi.
"Aku akan menginterogasinya." Kata Arthur mengikuti semua prajurit.
"Baik." Luis mengangguk.
Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam penjara. Melihat manusia kucing yang tidak sadarkan diri Arthur berkata. "Aktifkan skill Copy salin Job Assasin Katy."
"Anda menyalin job Assasin." "Anda mendapatkan skill Menghilang (S)." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Fire ball." Kata Arthur kemudian bola api muncul di tangannya. "Wuusshh." Arthur melemparkan bola api ke arah manusia kucing. "Ahhhh." Manusia kucing berteriak saat tubuhnya terbakar.
"Tolong jangan bunuh diriku." Teriak manusia kucing.
"Tidak, kali ini aku akan membunuhmu." Kata Arthur melihat manusia kucing yang terbakar.
Tidak lama kemudian Arthur melihat manusia kucing mati terbakar. "Apa anda membunuhnya." Kata Luis masuk ke dalam penjara.
"Benar, aku membunuhnya." Balas Arthur.
"Yang mulia ingin bertemu dengan anda." Kata Luis melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian keluar dari penjara.