
"Baik tuan." Slyvia mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat Slyvia masuk ke dalam kamar mandi Arthur berkata. "Buka status." Layar status kemudian muncul di depan Arthur.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 999
Job : Mage
Ras : Manusia
Strength : 995
Agility : 995
Vitality : 995
Stamina : 995
Magic : 1000
Poin : 45
Poin Skill : 84
Skill : Observation (S) Copy (S) Doube Exp (S) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)
"Akkhirnya aku level Max juga." Kata Arthur melihat levelnya 999.
Arthur melihat 45 poin yang dia miliki dan berkata. "Aku akan menambahkan 10 poin pada Strength, 10 poin pada Agilty, 10 poin pada Vitality, 10 poin pada Stamina dan 5 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
Setelah cahaya putih menghilang Arthur melihat cairan hitam hitam yang keluar dari tubuhnya. Cairan apa ini." Kata Arthur bingung.
Arthur mencium cairan hitam di kulitnya dan berkata. "Sangat bau."
Arthur kemudian masuk ke dalam kamar mandi. "Tuan apa anda ingin mandi Bersama." Kata Slyvia melihat Arthur masuk ke dalam kamar mandi.
"Tuan, cairan hitam apa yang ada di kulit anda." Kata Slyvia melihat cairan hitam lengket di tubuh Arthur.
"Aku juga tidak tahu. Setelah semua statusku mencapai 1000 poin cairan hitam ini tiba-tiba keluar dari kulitku." Kata Arthur membersihkan tubuhnya.
"Tuan, biarkan saya membasuh badan anda." Kata Slyvia.
"Tuan, kulit anda menjadi semakin bersih dan lembut." Kata Slyvia mengelus tangan Arthur.
"Sepertinya cairan hitam ini adalah kotoran kulitku." Kata Arthur melihat kulitnya semakin bersih dan lembut.
Keesokan harinya Arthur, Eleanor dan Slyvia berada di luar istana. "Aku akan pergi ke negara Kaunas. Slyvia kamu tinggalah di istana ini dan lindungi ratu Eleanor." Kata Arthur mengigit daging.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
"Arthur kembalilah dengan selamat." Kata Eleanor melihat Arthur.
"Aku pasti akan kembali dengan selamat yang mulia." Balas Arthur kemudian menaiki kuda. "Hiyyyaaa."
Beberapa jam telah berlalu saat ini Arthur telah kembali ke negara Kaunas. "Manusia mengapa kamu kembali lagi kesini." Teriak manusia babi.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian panah angin muncul di udara. "Matii!!" Arthur menembakan panah angin ke arah manusia babi. "Buusshh." Panah angin menembus kepala manusia babi.
"Jika waktu itu aku membunuh kalian semua. Fiona dan babi gemuk saat ini pasti masih hidup." Kata Arthur mengingat Fiona dan Luis.
Beberapa jam kemudian Arthur sedang berada di dalam istana. "Tidak buruk, aku mendapatkan puluhan ribu coin emas." Kata Arthur melihat puluhan ribu coin emas yang berada di dalam kantong kain.
"Waktunya kembali ke negara Volgrad." Kata Arthur keluar dari istana.
Beberapa jam kemudian Arthur telah kembali ke negara Volgrad. "Arthur." "Tuan." Arthur melihat Eleanor dan Slyvia menyambutnya di depan istana.
"Ambil ini." Arthur memberikan kantong kain kepada Eleanor.
Eleanor membuka kantong kain dan melihat puluhan ribu coin emas di dalam kantong kain. "Terimakasih Arthur. Dengan uang sebanyak ini. Bangunan yang hancur di negara ini bisa di bangun kembali." Eleanor tersenyum.
"Arthur ayo kita makan. Aku memasak daging untukmu." Eleanor tersenyum.
"Baik, aku juga belum makan sama sekali setelah meninggalkan negara Kaunas." Balas Arthur. Arthur, Eleanor dan Slyvia kemudian masuk ke dalam istana.
Tidak lama kemudian Arthur, Eleanor dan Slyvia berada di ruang makan. "Arthur ceritakan lebih banyak tentang duniamu." Eleanor menatap Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Yang mulia, saya akan kembali ke kamar saya." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Baiklah." Eleanor mengangguk. Arthur kemudian berjalan pergi di ikuti Slyvia.
Beberapa jam kemudian Eleanor keluar dari kamarnya. Saat melewati kamar Arthur, Eleanor mendengar suara erangan. "Apa mereka berdua berhubungan badan." Kata Eleanor tersipu malu.
Eleanor penasaran kemudian mengintip di balik pintu. Wajah Eleanor menjadi merah melihat Arthur menusuk milik Slyvia. "Slyvia terlihat sangat menikmatinya." Kata Eleanor melihat wajah Slyvia.
Eleanor kemudian secara tidak sadar memegang dada dan pussynya. "Ahhh. Apa yang aku lakukan." Gumam Eleanor kemudian berjalan pergi.
Keesokan harinya Arthur, Eleanor dan Slyvia berada di ruang makan. Saat melihat Arthur Eleanor teringat dengan yang dilihatnya tadi malam. "Yang mulia anda sedang memikirkan apa." Kata Arthur melihat Eleanor yang sedang melamun.
"Ahhh, aku tidak memikirkan apa-apa." Balas Eleanor dengan malu.
"Yang mulia, besok saya akan pergi." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Ahhh." Eleanor terkejut mendengar Arthur akan pergi.
"Arthur bisakah kamu tinggal di negara ini sedikit lebih lama." Kata Eleanor memegang tangan Arthur.
"Baiklah, aku akan tinggal di negara ini beberapa hari lagi." kata Arthur.
"Bagus." Eleanor tersenyum mendengar jawaban Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur, Eleanor dan Slyvia telah selesai makan. "Arthur ayo temani aku berkeliling kota." Kata Eleanor melihat Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk.
"Slyvia kamu tunggulah di istana." Kata Arthur.
"Baik tuan." Slyvia mengangguk.
Arthur dan Eleanor kemudian berjalan keluar istana. "Yang mulia." "Yang mulia." Semua penduduk membungkuk saat melihat Eleanor.
"Arthur apa kamu tidak ada niatan untuk tinggal di dunia ini." Tanya Eleanor.
"Tidak ada." Balas Arthur.
"Jika kamu memiliki seorang istri di dunia ini, apa kamu masih tidak ada niatan untuk tinggal di dunia ini." Kata Eleanor melihat Arthur.
"Jika aku memiliki istri di dunia ini, mungkin aku akan tinggal di dunia ini selama beberapa tahun." Kata Arthur teringat kenangan dirinya menikah dengan Lily dan mempunyai seorang anak.
"Arthur aku menyukaimu." Kata Eleanor. Arthur terkejut mendengar kata Eleanor.
"Mengapa anda bisa menyukaiku. Aku adalah laki-laki yang buruk." Kata Arthur teringat kenangan masa lalunya.
"Kamu bukan laki-laki yang buruk Arthur." Kata Eleanor.
"Mungkin yang mulia tidak tahu. Aku sudah tidur dengan 6 wanita yang berbeda." Kata Arthur. Eleanor terkejut saat mendengar kata Arthur.
"Apa yang mulia masih tetap menyukaiku." Kata Arthur melihat Eleanor. Eleanor terdiam beberapa detik kemudian mengangguk.
"Aku juga menyukai yang mulia." Balas Arthur. Eleanor tersenyum bahagia mendengar Arthur juga menyukainya.
"Yang mulia ayo kita kembali ke istana." Kata Arthur melihat Eleanor.
"Baik." Eleanor mengangguk.
Beberapa menit kemudiam Arthur dan Eleanor kembali ke istana. "Karena yang mulia menyukaiku. Bisakah nanti malam saya tidur dengan anda." Arthur melihat Eleanor. Wajah Eleanor menjadi merah saat mendengar kata Arthur.
"Arthur sebaiknya kita tidur bersama setelah kita berdua menikah." Kata Eleanor.
"Yang mulia tidak perlu khawatir. Saya hanya ingin tidur bersama dengan anda. Saya tidak akan melakukan hal yang aneh." Kata Arthur.
"Kamu harus berjanji jika tidak akan melakukan hal yang aneh." Eleanor menatap Arthur.
"Aku berjanji." Arthur mengangguk.
"Baiklah, nanti malam kamu bisa tidur denganku." Kata Eleanor dengan malu.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur berdiri di luar kamar Eleanor. "Tok." "Tok." Arthur mengentuk pintu. "Kreekk." Arthur melihat Eleanor membuka pintu.
"Masuklah." Kata Eleanor dengan malu. Arthur tersenyum kemudian masuk ke dalam kamar Eleanor.
"Yang mulia apakah saya laki-laki pertama yang masuk ke dalam kamar anda." Kata Arthur duduk di kasur.
"Tidak, laki-laki pertama yang masuk ke dalam kamarku adalah ayahku." Kata Eleanor.
"Anda tidak pernah bercerita kepada saya, bagaimana kedua orang tua anda meninggal." Kata Arthur melihat Eleanor.