
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 1040 Next Level 1041 Exp
Job : Archmage
Ras : Manusia
Strength : 1030
Agility : 1025
Vitality : 1025
Stamina : 1025
Magic : 1030
Poin : 100
Poin Skill : 69
Skill : Observation (SS) Copy (SS) Doube Exp (S) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)
"Aku akan menambahkan 20 poin pada Strength, 20 poin pada Agilty, 20 poin pada Vitality, 20 poin pada stamina dan 20 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Hunting hari ini cukup sampai disini. Ayo kita pergi dari hutan ini." Kata Arthur melihat Lilith.
"Baiklah." Lilith mengangguk. Arthur dan Lilith kemudian berlari meninggalkan hutan.
"Arthur apa kamu tidak ingin membeli magic crystal." Kata Lilith melihat Arthur.
"Tunggu sampai aku level 1100. Setelah itu kita akan pergi membeli magic crystal." Kata Arthur.
"Level berapa kamu sekarang." Tanya Lilith.
"Levelku saat ini 1040." Balas Arthur.
"Sial kamu 25 level lebih tinggi dariku. Jarak level kita semakin jauh." Kata Lilith.
3 hari telah berlalu. Saat ini Arthur berdiri di atas mayat monster harimau. "Levelku saat ini 1100. Ayo kita pergi mencari magic crystal." Kata Arthur melihat Lilith.
"Baiklah." Balas Lilith. Arthur dan Lilith kemudian berlari meninggalkan hutan.
Beberapa jam kemudian Arthur melihat sebuah desa manusia. "Semua manusia di desa ini berkulit coklat." Kata Arthur melihat semua penduduk desa.
"Dari mana kalian berasal." Arthur melihat pria berkulit coklat berbicara kepadanya.
"Kami berasal dari kota Zermat." Kata Lilith.
"Rupanya kalian berasal dari kota Zermat. Apa yang kalian lakukan disini." Kata pria berkulit coklat melihat Arthur dan Lilith.
"Kami ngin pergi ke kota Geneva." Balas Lilith.
"Jadi kalian ingin pergi ke kota Geneva." Kata pria berkulit coklat. Pria berkulit coklat tahu bahwa kota Geneva dekat dengan desanya.
"Apa kami boleh beristirahat disini." Kata Lilith melihat pria berkulit coklat.
Pria berkulit coklat terdiam beberapa detik dan berkata. "Ikuti aku." Arthur dan Lilith kemudian mengikuti pria berkulit coklat.
Pria berkulit coklat kemudian berhenti di sebuah rumah kecil. "Kreekk." Pria berkulit membuka pintu. "Kalian bisa istirahat disini." Kata pria berkulit.
"Terimakasih." Arthur dan Lilith berbicara bersamaan. Pria berkulit coklat mengangguk kemudian berjalan pergi.
"Di rumah ini hanya ada 1 kamar." Kata Lilith membuka sebuah ruangan.
"Jika begitu, aku akan tidur di dalam kamar. Kamu tidurlah di luar." Kata Arthur.
"Berengsek, apa kamu tidak bisa mengalah kepada wanita." Lilith mengutuk.
"Jika dadamu besar. Aku akan mengalah padamu." Kata Arthur melihat Lilith.
"Kamu." Lilith menggertakan gigitnya saat mendengar kata Arthur.
"Seperti biasanya. Kita akan bergantian tidur di kamar." Kata Arthur masuk ke dalam kamar.
Arthur menutup pintu dan berbaring di kasur. "Akhirnya aku bisa tidur di kasur juga." Gumam Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 1100 Next Level 1101 Exp
Job : Archmage
Ras : Manusia
Agility : 1105
Vitality : 1105
Stamina : 1105
Magic : 1010
Poin : 0
Poin Skill : 75
Skill : Observation (SS) Copy (SS) Doube Exp (S) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)
"Apa aku perlu meningkatkan skill Double Exp." Kata Arthur melihat statusnya.
"Aku memiliki 75 poin skill. Tidak ada salahnya aku meningkatkan skill Double Exp." Kata Arthur kemudian menggunakan 10 poin skill untuk meningkatkan skill Double Exp."
"Skil Double Exp Level Up." "Anda mendapatkan skill baru Triple Exp." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Sekarang aku akan mendapatkan 3x lipat exp dari monster yang aku bunuh." Arthur tersenyum.
Beberapa jam kemudian Arthur yang sedang tertidur melihat pintu kamar terbuka. "Keluarlah, Sekarang giliranku tidak di kasur." Kata Lilith melihat Arthur.
"Baiklah." Arthur menguap kemudian keluar dari kamar. Arthur duduk di kursi kemudian memejamkan matanya.
Keesokan harinya Arthur dan Lilith berada di luar rumah. "Terimakasih sudah memberikan kami tempat untuk istirahat." Arthur berterimakasih kepada pria berkulit coklat. Pria berkulit coklat mengangguk mendengar kata Arthur.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Lilith berjalan pergi. Arthur tersenyum kepada pria berkulit coklat kemudian berjalan mengikuti Lilith.
"Lilith seberapa jauh jarak kota Geneva dari sini." Tanya Arthur.
"Jika kita berjalan kaki. Kita akan tiba di Geneva besok pagi." Balas Lilith.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lilith berada di padang rumput. "Hari sudah mulai gelap. Kita akan beritsirahat disini." Kata Arthur melihat Lilith.
"Baiklah." Lilith mengangguk.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat burung sebesar 10 meter yang terbang di langit. "Sepertinya ada orang yang berada di atas burung itu." Kata Arthur melihat burung yang terbang di langit.
"Kamu mungkin tidak tahu. Di dunia ini ada job Beast Master. Beast Master adalah job yang dapat menjinakan monster dan hewan." Kata Lilith.
"Sepertinya tujuanku selanjutnya adalah menyalin job Beast Master." Arthur tersenyum.
"Benar Lilith. Saat ini kita tidak mempunyai uang sama sekali." Kata Arthur melihat Lilith.
"Kamu tidak perlu khawatir. Sebelum kita pergi ke kota Geneva. Ayo kita buru monster terlebih dulu. Kemudian kita akan menjual tubuh monster yang kita bunuh." Kata Lilith.
"Sepertinya menjual tubuh monster adalah cara termudah untuk mendapatkan uang." Gumam Arthur.
Keesokan harinya Arthur dan Lilith sedang bertarung dengan kawanan serigala. "Wind arrow." Kata Arthur kemudian puluhan panah angin muncul di udara.
"Mati." Teriak Arthur menembakan puluhan panah angin ke arah kawanan serigala. "Ceepp." "Ceepp."
"Exp + 1.800." "Exp + 2100" "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Berapa harga mayat serigala ini jika di jual." Kata Arthur melihat serigala sebesar 5 meter yang tergeletak di tanah. "Di bawah 10 coin emas." Kata Lilith.
"Aku bawa 1 serigala. Kamu membawa 1 serigala." Kata Arthur menyeret mayat serigala.
"Baiklah." Balas Lilith kemudian menyeret mayat serigala.
Beberapa jam kemudian Arthur dan Lilith masuk ke dalam kota. Saat masuk ke dalam kota, Arthur dan Lilith menjadi pusat perhatian karena mereka berdua menyeret mayat serigala. "Dimana kita akan menjual tubuh serigala ini." Kata Arthur.
"Ikuti aku." Balas Lilith.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lilith berhenti di sebuah toko pakaian. "Kamu tunggu disini." Kata Lilith masuk ke dalam toko pakaian.
Tidak lama kemudian Arthur melihat Lilith keluar dengan dwarf wanita yang tingginya 1 meter.
Dwarf wanita memegang bulu serigala dan berkata. "Aku akan membeli 1 serigala seharga 5 coin emas.
"Baiklah, kamu bisa membelinya." Balas Lilith. Dwarf wanita kemudian memberikan 10 coin emas kepada Lilith.
"Ini bagianmu." Kata Lilith memberikan 5 coin emas kepada Arthur.
Setelah menerima bagiannya Arthur kemudian berjalan pergi. "Hei, kamu ingin pergi kemana." Teriak Lilith.
"Restoran. Aku ingin makan." Balas Arthur.
Tidak lama kemudian Arthur dan Lilith masuk ke dalam restoran. "Mengapa kamu mengikutiku." Kata Arthur melihat Lilith.
"Aku juga ingin makan." Balas Lilith. "Apa yang ingin anda pesan." Kata pelayan restoran berjalan ke arah Arthur.
"Aku ingin 1 porsi ayam dan sebotol anggur." Kata Arthur.
"Aku pesan 1 porsi daging kelinci dan sebotol anggur." Kata Lilith.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Balas pelayan kemudian berjalan kea rah dapur.
"Kreeek." Arthur melihat seorang wanita berkulit putih berambut kuning masuk ke dalam restoran. "Dia memiliki ekor." Gumam Arthur melihat ekor di pantat wanita.
"Telinganya juga telinga hewan." Gumam Arthur melihat telinga wanita.