I Copy Your Job

I Copy Your Job
40. Bersama Fiona dan Veronica



Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang duduk di depan api unggun. "Tuan, apa anda tidak tidur." Tanya Fiona.


"Tidak, jika kamu mengantuk tidurlah." Kata Arthur. Fiona berdiri kemudian duduk di samping Arthur.


"Tuan, kita sudah lama tidak melakukan hubungan segs." Kata Fiona dengan wajah merah.


"Sepertinya milikmu sudah gatal." Arthur tersenyum dan mengelus pussy Fiona. "Emmm." Fiona mengerang saat Arthur mengelus miliknya.


"Jangan berisik nanti Lily dan Veronica akan terbangun." Kata Arthur menutup mulut Fiona. "Emmm." Fiona mengangguk.


Arthur melepaskan pakaian Fiona kemudian menjilati dada Fiona. "Emmm." Fiona mengerang saat Arthur menjilati dadanya.


Arthur melepas panties Fiona kemudian menusuk pussy Fiona. "Ahhhh." Fiona berteriak. "Sudah kubilang jangan berisik." Kata Arthur menutup mulut Fiona.


"Maafkan saya tuan." Fiona mengangguk.


"Mereka berdua berhubungan badan." Veronica tersipu malu melihat Arthur dan Fiona yang berhubungan badan.


"Sepertinya bukan cuma diriku saja yang terbangun karena suara erangan Fiona." Gumam Veronica melihat wajah Lily menjadi merah.


1 Jam kemudian Arthur dan Fiona telah selesai berhubungan badan. "Veronica kemarilah. Aku tahu bahwa kamu tidak tidur." Kata Arthur melihat Veronica. Veronica tersipu malu saat mendengar kata Arthur.


Veronica berdiri dan duduk di samping Arthur. "Apa kamu ingin berhubungan badan juga." Kata Arthur mengelus pussy Veronica.


"Emmm, aku ingin berhubungan badan denganmu." Veronica mengangguk. Arthur dan Veronica saling menatap kemudian mulai berciuman.


Keesokan harinya Arthur, Lily, Fiona dan Veronica sedang membakar ikan. "Arthur aku ingin berbicara berdua denganmu." Kata Lily melihat Arthur.


"Baiklah." Arthur mengangguk. Arthur kemudian mengikuti Lily ke dalam hutan.


"Arthur mengapa kamu berhubungan badan dengan mereka berdua." Tanya Lily.


Arthur menghela nafas dan berkata. "Mungkin suster tidak tahu. Aku tidak bisa hidup tanpa berhubungan badan."


"Ahhh." Lily terkejut dengan kata Arthur.


"Apa ada hal lain yang ingin suster katakan." Arthur melihat Lily.


"Tidak ada." Lily menggeleng.


"Jika begitu, ayo kita kembali. Mungkin ikan yang kita bakar sudah matang." Kata Arthur melihat Lily.


"Baik." Lily mengangguk.


Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur, Lily, Fiona dan Veronica telah selesai makan. "Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Arthur membawa kantong kain yang berisi ratusan coin emas.


"Baik." Lily, Fiona dan Veronica mengangguk.


Beberapa jam kemudian Arthur, Lily, Fiona dan Veronica tiba di ibukota. "Aku tidak menyangka akan kembali lagi ke kota ini." Kata Arthur melihat bangunan dan semua penduduk kota.


"Arthur, aku ingin pergi." Kata Lily melihat Arthur.


"Fiona, Veronica kalian berdua pergilah ke gereja bersama Lily. Aku ingin pergi ke suatu tempat." Kata Arthur melihat Fiona dan Veronica.


"Baik." Fiona dan Veronica mengangguk. Arthur kemudian berjalan ke arah akademi.


Tidak lama kemudian Arthur berdiri di depan akademi. "Arthur, apa itu kamu." Arthur mendengar sebuah suara.


"Lama tidak berjumpa Eva." Arthur tersenyum saat melihat Eva. Eva menangis dan memeluk Arthur dengan erat.


"Hiks, hiks." "Arthur aku sangat merindukanmu." Eva menangis.


"Aku juga sangat merindukanmu." Arthur tersenyum dan memeluk Eva.


"Ada banyak orang yang melihat kita. Mengapa kita tidak mengobrol di tempat lain." Arthur menghapus air mata Eva.


"Baik." Eva mengangguk.


Tidak lama kemudian Arthur dan Eva masuk ke dalam penginapan. "Aku pesan 1 kamar." Kata Arthur memberikan 1 coin emas kepada pelayan penginapan.


"Ahh, apakah anda tuan Arthur." Pelayan penginapan terkejut saat melihat Arthur.


"Benar, aku adalah Arthur." Arthur mengangguk.


"Tuan Arthur silakan ikuti saya." Pelayan penginapan berkata dengan hormat. Arthur dan Eva kemudian mengikuti pelayan penginapan.


"Ini kamar anda. Jika anda butuh sesuatu jangan ragu untuk mencari saya." Pelayan penginapan tersenyum.


Melihat Arthur dan Eva yang masuk ke dalam kamar. Pelayan penginapan bergumam. "Bukankah putri Rapunsel telah mengirim tuan Arthur ke dunia asalnya. Mengapa dia masih ada di dunia ini." Pelayan penginapan bingung.


"Arthur mengapa kita berada di penginapan." Kata Eva dengan malu.


"Disini adalah tempat terbaik untuk mengobrol. Karena tidak ada orang lain yang bisa mendengar obrolan kita." Arthur tersenyum dan mencium bibir Eva.


"Emmm, Arthur aku sangat merindukanmu." Eva memejamkan matanya dan memeluk Arthur.


1 Jam telah berlalu. saat ini Arthur dan Eva sedang terbaring telanjang di kasur. "Arthur bukankah putri Rapunsel telah mengirimmu kembali ke dunia asalmu. Bagaimana kamu bisa kembali ke dunia ini." Tanya Eva.


"Aku telah di panggil ke dunia ini oleh babi gemuk." Kata Arthur menceritakan Luis yang memanggil dirinya.


"Ahhh." Eva terkejut saat mendengar cerita Arthur. "Aku tidak menyangka kamu akan dua kali di panggil ke dunia ini." Kata Eva melihat Arthur.


"Arthur besok aku akan keluar dari akademi." Kata Eva melihat Arthur.


"Mengapa kamu keluar dari akademi." Tanya Arthur.


"Aku telah mendapatkan Job Healer." Eva tersenyum.


"Selamat Eva, kamu berhasil mendapatkan job healer." Arthur tersenyum.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah keluar dari akademi." Tanya Arthur.


"Awalnya aku berencana membantu kakakku di gereja. Tapi karena kamu sudah kembali ke dunia ini. Aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu." Eva tersenyum dan memeluk Arthur.


"Arthur saat kamu meninggalkan diriku. Aku merasa hari-hariku terasa sepi. Jadi saat kamu ingin kembali ke dunia asalmu. Bawalah aku juga." Eva memeluk Arthur dengan erat.


"Baiklah, aku akan membawamu ke dunia tempat tinggalku." Arthur tersenyum dan mengelus kepala Eva.


"Arthur kamu adalah yang terbaik." Eva tersenyum dan memeluk Arthur dengan erat.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan ronde ke 2." Arthur melihat Eva. "Emmm." Eva mengangguk dengan malu.


Beberapa jam kemudian Arthur dan Eva keluar dari penginapan. "Arthur apa kamu akan tinggal di istana." Tanya Eva.


"Tidak, aku akan tidur di penginapan." Balas Arthur.


"Arthur, apa itu kamu." Arthur mendengar sebuah suara.


"Lama tidak berjumpa bu Erika." Arthur tersenyum melihat Erika.


"Arthur bukankah kamu telah dikirim kembali ke bumi. Bagaimana bisa kamu ada di sini." Erika terkejut.


"Arthur aku akan kembali akademi untuk merapikan barang-barangku." Kata Eva melihat Arthur.


"Baiklah." Arthur mengangguk. Eva mencium pipi Arthur kemudian berjalan ke arah akademi.


"Mari kita mengobrol di tempat lain bu Erika." Arthur tersenyum.


"Baiklah, ayo kita mengobrol di tempat lain." Erika mengangguk.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Erika berada di restoran. "Ceritalah, mengapa kamu bisa Kembali ke dunia ini." Erika melihat Arthur.


Arthur kemudian mulai bercerita tentang dirinya yang di panggil di negara Volgrad. "Ahhh. Aku tidak menyangka kamu di panggil lagi ke dunia ini." Erika terkejut saat mendengar cerita Arthur.


"Ini pesanan anda." Kata pelayan restoran mengantar pesanan Arthur dan Erika.


"Bu Erika, ayo kita makan dulu." Arthur melihat Erika.


"Baiklah." Erika mengangguk. Arthur dan Erika kemudian mulai makan.


Beberapa menit kemudian Arthur dan Erika telah selesai makan. "Arthur apa kamu masih bersama Eva." Erika melihat Arthur.


"Bukankah tadi bu Erika telah melihat Eva mencium diriku." Balas Arthur. Erika terdiam saat mendengar kata Arthur.


Bu Erika bagaimana kabar Deni dan yang lain." Tanya Arthur. "Deni dan yang lain menjelajahi dunia ini. Mereka semua menjelajahi dunia ini untuk mencari magic crystal." Kata Erika. Arthur terkejut saat mendengar Deni dan semua teman sekelasnya menjelajahi dunia.


"Jadi cuma bu Erika yang berada di negara ini." Tanya Arthur.


"Benar, cuma diriku yang tinggal di negara ini." Balas Erika.


"Arthur apa kamu akan kembali ke negara Volgrad." Tanya Erika.