I Copy Your Job

I Copy Your Job
32. Negara Volgrad



Pria gemuk terkejut saat Arthur mengalahkan semua prajurit dengan mudah. "Aku hanya membuatkan mereka pingsan. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Kata Arthur melihat pria gemuk.


"Cepat kirim aku kembali ke tampat asalku." Kata Arthur melihat pria gemuk.


"Maaf, aku tidak memiliki magic crystal untuk mengirimmu kembali ke tempat asalmu." Kata pria gemuk.


"Hei, jika aku mengetahui kamu berbohong. Aku akan menghabisimu." Kata Arthur menepuk bahu pria gemuk.


"Aku tidak berbohong." Kata pria gemuk mengusap keringat di dahinya.


"Ada dimana aku sekarang." Kata Arthur melihat pria gemuk.


"Kamu saat ini berada di negara Volgrad." Kata pria gemuk.


"Nama negara terlihat tidak asing. Apa nama dunia ini." Tanya Arthur.


"Dunia ini bernama Alfheim." Balas pria gemuk.


Mendengar pria gemuk Arthur kemudian tertawa. "Hahaha, aku tidak menyangka akan kembali lagi ke dunia ini." Pria gemuk terkejut saat mendengar kata Arthur.


"Dunia ini bernama Alfhein. Di dunia ini ada 3 benua dan setiap benua di huni oleh ras Manusia, Iblis, Elf, Beast Human, Dwarf, Naga, dan monster. Apa itu benar." Arthur melihat pria gemuk.


"Benar." Pria gemuk mengangguk.


"Apa alasanmu memanggil aku ke duniamu." Kata Arthur melihat pria gemuk.


"Luis apa kamu berhasil memanggil manusia dari dunia lain." Arthur melihat wanita berambut pirang panjang yang memiliki kulit putih bersih berjalan ke arahnya.


"Dia sangat cantik." Gumam Arthur melihat wanita berambut pirang.


"Yang mulia cepat pergi dari sini. Pemuda yang aku panggil dari dunia lain sangat berbahaya." Teriak pria gemuk.


Arthur mengabaikan kata pria gemuk dan berjalan ke arah wanita berambut pirang.


"Bolehkah saya tahu nama anda." Kata Arthur memegang tangan wanita berambut pirang.


"Namaku adalah Eleanor. Ratu negara Volgrad." Kata wanita berambut pirang.


"Namaku adalah Arthur. Saya senang bisa bertemu dengan wanita secantik anda ratu Eleanor." Kata Arthur mencium tangan wanita berambut pirang. Pria gemuk terkejut melihat perubahan sikap Arthur.


"Yang mulia, apa alasan anda memanggil saya ke dunia ini." Arthur melihat Eleanor.


"Ayo kita berbicara di tempat lain." Kata Eleanor.


"Baik." Arthur mengangguk. Arthur dan Eleanor kemudian keluar dari ruangan.


Tidak lama kemudian Arthur dan Eleanor berada di sebuah ruangan. "Alasanku memanggilmu ke dunia ini. Adalah untuk meminta bantuanmu. Karena negara kami sedang berperang dengan negara Kaunas yang semua penduduknya adalah ras Beast Human." Kata Eleanor.


"Oohh." Arthur terkejut dengan kata Eleanor.


"Apa imbalan yang aku dapatkan, jika aku membantumu berperang melawan negara Kaunas." Arthur melihat Eleanor.


"Aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Jika kamu bersedia membantu kami berperang melawan ras Beast Human." Kata Eleanor.


"Permintaanku adalah menikah denganmu. Apa kamu bisa mengabulkan permintaanku." Arthur melihat Eleanor. Eleanor terkejut saat mendengar kata Arthur.


"Yang mulia jangan kabulkan permintaannya." Kata pria gemuk. Pria gemuk terkejut saat mendengar permintaan Arthur.


"Sebelum menjawab permintaanmu, aku ingin melihat kekuatanmu terlebih dulu." Kata Eleanor melihat Arthur.


"Tidak masalah." Balas Arthur.


"Luis bawa bola kristal kemari." Eleanor melihat pria gemuk.


"Baik yang mulia." Pria gemuk mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Tidak lama kemudian pria gemuk kembali dengan membawa bola kristal bewarna putih. "Sentuhlah bola kristal itu." Kata Eleanor melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian menyentuh bola kristal.


Nama : Arthur Benedict


Usia : 18 tahun


Level : 901


Job : Hero


Ras : Manusia


Strength : 905


Agility : 905


Vitality : 905


Stamina : 910


Magic : 910


"Ahhh." Eleanor dan pria gemuk terkejut saat melihat status Arthur.


"Aku tidak menyangka manusia dari dunia lain sangat kuat." Eleanor tidak percaya dengan yang di lihatnya.


"Bagaimana, apa yang mulia bersedia menikah denganku. Setelah aku mengalahkan negara Kaunas." Arthur melihat Eleanor.


"Jika kamu berhasil mengalahkan negara Kaunas. Aku akan menikah denganmu." Kata Eleanor.


"Bagus." Arthur tersenyum mendengar jawaban Eleanor.


"Luis antarkan Arthur ke kamar yang sudah kita sediakan." Eleanor melihat pria gemuk.


"Baik yang mulia." Luis mengangguk.


"Arthur ikuti aku." Pria gemuk melihat Arthur. Arthur mengangguk kemudian mengikuti pria gemuk.


"Ini adalah kamarmu." Kata Luis membuka pintu.


"Kamar ini jauh lebih besar dari pada kamar yang diberakan Edward." Gumam Arthur mengingat kamar yang diberikan Edward padanya.


"Saya akan pergi dulu." Luis melihat Arthur.


"Pergilah." Balas Arthur. Luis menutup pintu kemudian berjalan pergi.


Saat ini Eleanor sedang berada di dalam ruangan dan duduk di sebuah singgasana. "Luis bagaimana pendapatmu tentang Arthur." Kata Eleanor melihat Luis masuk ke dalam ruangan.


"Dia sangat kuat untuk pemuda berusia 18 tahun. Sangat berbahaya untuk menjadikannya sebagai musuh." Kata Luis mengingat Arthur mengalahkan 10 prajurit dengan mudah. Eleanor terdiam saat mendengar kata Luis.


"Yang mulia mengapa kita tidak memberikan Arthur maid pribadi. Jika dia jatuh cinta dengan maid dan menghamilinya. Yang mulia mempunyai alasan untuk menolak menikah dengannya." Kata Luis.


"Idemu tidak buruk." Eleanor mengangguk mendengar kata Luis.


"Panggil Fiona kemari." Kata Eleanor.


"Baik yang mulia." Luis mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Tidak lama kemudian pria gemuk kembali bersama perempuan berusia 20 tahun yang memiliki kulit putih dan rambut hitam pendek. "Fiona mulai sekarang kamu aku tugaskan menjadi maid pribadi Arthur. Kamu harus mengikuti semua yang dia perintahkan." Kata Eleanor melihat perempuan berambut hitam pendek.


"Baik yang mulia." Perempuan berambut hitam pendek mengangguk.


Saat ini Arthur yang sedang berbaring di kasur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur membuka pintu dan melihat perempuan berusia 20 tahun yang memiliki kulit putih dan rambut hitam pendek.


"Dia jauh lebih cantik dari Eva dan Erika." Gumam Arthur melihat perempuan berambut hitam pendek.


"Nama saya adalah Fiona. Mulai hari ini saya adalah maid pribadi anda." Perempuan berambut hitam mengenalkan dirinya.


"Oohhh." Arthur terkejut dengan kata perempuan berambut hitam.


"Aku tidak menyangka akan di beri maid pribadi. Eleanor jauh lebih baik dari Edward." Gumam Arthur di pikirannya.


"Apa kamu di perintah oleh Eleanor untuk menjadi maid pribadiku." Tanya Arthur mesti sudah tahu jawabannya.


"Benar, saya di perintah oleh yang mulia untuk menjadi maid pribadi anda." Balas Fiona.


"Karena kamu maid pribadi. Kamu seharusnya mengikuti apa yang aku perintahkan." Kata Arthur melihat Fiona.


"Benar, saya akan mengikuti apa yang anda perintahkan." Fiona mengangguk.


"Jika begitu lepas pakaianmu." Kata Arthur melihat Fiona. Fiona terkejut saat mendengar kata Arthur.


"Sepertinya aku harus berbicara kepada Eleanor. Bahwa kamu tidak mengikuti apa yang aku perintahkan." Kata Arthur.


Mendengar kata Arthur, Fiona kemudian melepas pakaiannya. "Kamu memiliki tubuh dan dada yang bagus." Kata Arthur melihat tubuh segsi Fiona dan dadanya yang bulat. Fiona tersipu malu saat mendengar kata Arthur.


Arthur berjalan ke arah Fiona kemudian meremas dadanya. "Emmm." Fiona mengerang.


"Berapa usiamu." Tanya Arthur.


"Usia saya 23 tahun." Balas Fiona.


"Kamu 5 tahun lebih tua dariku." Kata Arthur melihat Fiona.


"Baiklah, pakai bajumu." Arthur melihat Fiona.


"Baik." Fiona mengangguk kemudian memakai pakaiannya.


"Aku ingin makan. Antar aku ke ruang makan." Kata Arthur melihat Fiona.


"Baik." Fiona mengangguk. Arthur dan Fiona kemudian keluar dari kamar.


Tidak lama kemudian Arthur dan Fiona berada di ruang makan. "Duduklah, dan temani aku akan makan." Kata Arthur melihat Fiona.


"Baik." Fiona mengangguk dan duduk di samping Arthur.