
"Black fire ball." Kata Arthur kemudian 2 bola api bewarna hitam muncul di langit.
"Aku ingin lihat. Apakah kamu bisa selamat setelah terkena serangan ini." Kata Arthur menembakan 2 bola api ke arah Ogre. "Booomm!!!" "Booomm!!" 2 Bola api meledak setelah mengenai ogre.
"Exp + 1.000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Lilith antar aku ke tempat tinggal ogre lainnya." Kata Arthur melihat Lilith.
"Baiklah." Lilith mengangguk.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur sedang bertarung dengan ogre. "Mati." Kata Arthur menembakan bola api raksasa ke arah ogre. "Booomm!!!" Ledakan terjadi.
"Exp + 1.000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 19 tahun
Level : 1020 Next Level 1021 Exp
Job : Archmage
Ras : Manusia
Strength : 1005
Agility : 1005
Vitality : 1005
Stamina : 1005
Magic : 1010
Poin : 105
Poin Skill : 67
Skill : Observation (SS) Copy (SS) Doube Exp (S) Sihir Black Black Fire (SS) Summoning Magic (S) Sihir Air (S) Sihir Api (S) Sihir Angin (S) Sihir Tanah (S) Sihir Penyembuh (S) Sihir Tanaman (S) Tehnik Pedang (S) Menghilang (S) Memanah (S)
"Aku akan menambahkan 25 poin pada Strength, 20 poin pada Agilty, 20 poin pada Vitality, 20 poin pada stamina dan 20 poin pada Magic." Kata Arthur meningkatkan statusnya.
"Singg!!." Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
"Level berapa kamu sekarang." Kata Lilith melihat Arthur.
"Saat ini aku level 1020." Balas Arthur.
"Sial, kamu 15 level lebih tinggi dariku." Lilith mengutuk.
Arthur melihat matahari mulai terbenam dan berkata. "Ayo kita cari tempat untuk istirahat."
"Baiklah." Balas Lilith. Arthur dan Lilith kemudian berjalan pergi.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lilith berada di tepi sungai. "Aku ingin membersihkan tubuhku. Kamu pergilah dari sini." Kata Lilith melihat Arthur.
"Huuhh. Dadamu datar apa yang menarik dari dirimu." Arthur mendengus.
"Arthur apa kamu ingin mati." Lilith menatap Arthur dengan marah.
"Levelmu lebih rendah dariku. Kamu tidak akan bisa membunuhku." Arthur mencibir.
"Bajingan." Lilith mengutuk dan berjalan pergi.
"Hei kamu ingin pergi kemana." Teriak Arthur melihat Lilith.
"Kamu tidak perlu tahu." Balas Lilith.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Arthur duduk di depan api unggun. "Mengapa Lilith masih belum kembali." Gumam Arthur.
"Sial mengapa aku mengkhawatirkannya." Arthur mengutuk. Arthur berdiri kemudian berjalan pergi.
Tidak lama kemudian Arthur melihat sebuah danau. Tatapan Arthur kemudian terfokus kepada Lilith yang sedang mandi di danau. "Dadanya sedikit lebih besar dari perkiraanku." Kata Arthur melihat dada Lilith.
"Apa yang kamu lakukan disini." Teriak Lilith menutupi tubuhnya.
"Aku pikir kamu mati dibunuh serigala hitam. Jadi aku mencari mayatmu." Balas Arthur.
"Berengsek, aku tidak selemah yang kamu pikirkan." Teriak Lilith.
"Benar, dadamu lebih besar dari perkiraanku." Kata Arthur melihat Lilith.
"Mesum matilah." Lilith berteriak dan menembakan bola api hitam ke arah Arthur.
"Earth wall." Teriak Arthur kemudian dinding tanah setinggi 10 meter muncul di depannya. "Boooomm!!" ledakan terjadi.
"Hei, mengapa kamu menyerangku." Teriak Arthur.
"Black fire ball." Lilith berteriak dan menembakan bola api hitam ke arah Arthur.
"Sial, iblis ini harus di beri pelajaran." Arthur mengutuk dan berteriak. "Black fire ball." Arthur menembakan bola api hitam ke arah bola api yang mengarah padanya. "Booomm!!" Ledakan terjadi.
Setelah asap ledakan menghilang Arthur melihat Lilith memegang tangannya yang terluka. "Mengapa kamu menyerangku. Apa kamu lupa dengan janjimu." Kata Arthur melihat Lilith.
Lilith mengigit bibirnya saat mendengar kata Arthur. Arthur menghela nafas kemudian memegang bahu Lilith. "Heal." "Singg!!!" Cahaya hijau menyinari tubuh Lilith.
"Aku sudah menyembuhkanmu lukamu." Kata Arthur melihat Lilith.
"Aku akan pergi." Kata Lilith berjalan pergi.
"Saat malam hari monster serigala lebih aktif. Jadi berhati-hatilah." Kata Arthur. Lilith mengabaikan kata Arthur dan terus berjalan pergi.
"Sepertinya aku harus mengikutinya." Gumam Arthur melihat Lilith.
Beberapa menit kemudian Arthur melihat Lilith sedang di kelilingi 5 monster serigala. "Apa kamu butuh bantuan." Kata Arthur muncul dari balik pohon.
"Kamu mengikutiku." Lilith terkejut melihat Arthur yang muncul dari balik pohon.
"Perhatikan belakangmu." Kata Arthur melihat Lilith.
"Crasshh." Serigala hitam mencakar punggung Lilith. "Ahhh." Lilith berteriak.
"Black Fire ball." Teriak Lilith kemudian 5 bola api raksasa muncul di udara. "Mati." Lilith menembakan 5 bola api raksasa ke arah 5 serigala hitam. "Booomm!!" "Boomm!!" Ledakan terjadi.
Setelah asap ledakan menghilang Arthur melihat Lilith terbaring di tanah. "Apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata Arthur melihat Lilith.
"Bajingan, tolong sembuhkan aku." Lilith mengutuk.
"Sepertinya ada yang berbicara." Kata Arthur menggaruk telinganya.
Lilith mengigit bibirnya dan berkata. "Arthur tolong sembuhkan aku."
"Baiklah, aku akan menyembuhkanmu." Kata Arthur kemudian memegang bahu Lilith. "Heal." "Singg!!" cahaya hijau menyelimuti tubuh Lilith.
"Aku sudah menyembuhkanmu. Apa kamu akan pergi sendiri lagi." kata Arthur melihat Lilith.
Lilith mengigit bibirnya saat mendengar kata Arthur. "Ayo ikuti aku." Kata Arthur berjalan pergi. Lilith terdiam beberapa detik kemudian mengikuti Arthur.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Lilith kembali ke tepi sungai. "Kita akan bergantian berjaga. Kamu bisa tidur terlebih dulu." Kata Arthur menyalakan api unggun.
"Tidak, aku yang berjaga. Kamu bisa tidur." Balas Lilith.
"Baiklah." Arthur mengangguk kemudian bersandar di pohon dan memejamkan matanya.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Lilith sedang duduk di depan api unggun. "Apa aku harus membunuhnya." Gumam Lilith melihat Arthur yang sedang tertidur.
"Tidak, dia telah menyembuhkanku berulang kali." Gumam Lilith.
"Tapi dia salah satu manusia yang membunuh kakakku." Gumam Lilith mencengkram tinjunya.
Beberapa jam kemudian Lilith menepuk pundak Arthur. "Sekarang giliranmu untuk berjaga." Kata Lilith melihat Arthur membuka matanya.
"Baiklah." Arthur mengusap matanya dan berdiri.
"Arthur duduk di depan api unggun dan bergumam. "Aku pikir dia akan menyerangku saat aku tidur. Jika dia menyerangku, aku tidak akan ragu untuk membunuhnya." Gumam Arthur melihat Lilith yang bersandar di pohon.
Keesokan harinya Arthur melihat Lilith yang terbangun. "Hari ini kita akan berburu monster di hutan." Kata Arthur.
"Apa kamu gila. Monster di dunia ini levelnya di atas 999." Balas Lilith.
"Kamu mungkin tidak tahu. Tujuanku datang ke dunia ini untuk meningakatkan level." Balas Arthur.
"Jika aku mencapai level 9999, mungkin aku bisa membunuh manusia dengan ludahku." Gumam Arthur teringat dirinya mati hanya karena ludah.
"Baiklah ayo kita pergi ke hutan." Kata Arthur berjalan ke arah hutan. Lilith bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti Arthur.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Arthur dan Lilith sedang bertarung dengan monster ular. "Hati-hati ular itu bisa menyemburkan racun." Kata Lilith melihat ular hijau sepanjang 15 meter.
"Menghindar." Teriak Arthur melihat ular hijau menyemburkan racun. "Ssss." Ular hijau meludahkan cairan hijau ke tanah.
"Racun korosif." Kata Arthur melihat tanah menjadi hitam dan mengeluarkan asap setelah terkena racun ular.
"Black fire ball." Kata Arthur kemudian 2 bola api hitam raksasa muncul di udara. "Mati!!" Arthur menembakan bola api hitam raksasa ke arah ular hijau. "Booomm!!" Ledakan terjadi.
"Exp + 1.1000." "Level Up." "Anda mendapatkan 5 poin." "Anda mendapatkan 1 poin skill." Notifikasi muncul di depan Arthur.